Ronaldo Sumbang Dua Gol Saat Real Taklukkan Sociedad

Categories: Tags:

WE Online, Barcelona – Cristiano Ronaldo mencetak gol melalui penalti dan gagal memaksimalkan penalti sebelumnya ketika Real Madrid menang 3-1 atas Real Sociedad, yang membuat mereka sementara memuncaki klasemen Liga Spanyol sebelum Barcelona dan Atletico Madrid bermain pada Rabu malam (30/12/2015).

Pemain Portugal itu melepaskan sepakan penalti ke atas mistar gawang pada menit ke-24, namun ia sukses pada eksekusi penaltinya tiga menit sebelum turun minum.

Pemain pengganti Sociedad Bruma menyamakan kedudukan untuk tim tamu pada menit ke-49, sebelum Ronaldo mencetak gol melalui sepakan voli melewati kotak penalti yang ramai untuk masuk ke gawang pada pertengahan babak kedua.

Lucas Vazquez mengunci kemenangan timnya dengan gol pada menit ke-87 yang akan meredakan tekanan terhadap pelatih Rafa Benitez.

“Terkadang Anda bermain lebih baik atau lebih buruk, namun apa yang penting adalah mendapatkan tiga angka,” kata Vazquez kepada para pewarta.

“Publik memiliki hak untuk memuji atau mencemooh. Kami harus terus mengerjakan garis-garis ini dan memenangi pertandingan-pertandingan.” Real mengoleksi 36 angka dari 17 pertandingan, sedangkan Barcelona dan Atletico tertinggal satu angka. Barca memiliki dua pertandingan yang belum dimainkan dan akan menghadapi Real Betis, sedangkan Atletico bertemu dengan Rayo Vallecano.

Real memulai pertandingan dengan meyakinkan di mana bek Pepe melepaskan sundulan dari tendangan sudut yang dapat ditepis kiper Geronimo Rulli, dan peluang Ronaldo juga digagalkan oleh kiper Sociedad tersebut.

Real mendapat hadiah penalti setelah terdapat dorongan dari bek Yuri kepada Karim Benzema, namun Ronaldo gagal mengeksekusi penalti untuk pertama kalinya sepanjang karirnya, di mana sepakannya melambung ke atas mistar gawang.

Walau demikian, ia tidak melakukan kesalahan pada ekskeusi kedua, dengan mengarahkan bola ke sudut kanan setelah umpan silang Gareth Bale mengenai tangan Yuri.

Sociedad kehilangan Sergio Canales karena diduga mengalami cedera ligamen lutut, namun mereka tampil lebih baik pada babak kedua dan Bruma, yang mendapat terlalu banyak ruang di sisi kanan, melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas.

Ketika arah pertandingan terlihat berbalik ke arah Sociedad dan para penggemar mulai mengejek para pemain Real, Ronaldo melepaskan sepakan voli dari tendangan sudut untuk menjadi gol ke-57nya tahun ini, dan Vazquez menambah keunggulan timnya dengan memaksimalkan umpan silang Bale. (Ant)

Penulis/Editor: Sucipto

Foto: footballnews.com

Tag: Sepak Bola, Liga Spanyol (La Liga)

Sumber Artikel

Antam Ajukan Izin Eksplorasi Tambang Emas di Jember

Categories: Tags:

WE Online, Jember – PT Aneka Tambang (Antam) mengajukan izin eksplorasi tambang emas di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, kata Penjabat Bupati Jember Supaad di sela-sela kegiatan Forum Silaturahmi Daerah yang digelar di Hotel Panorama kabupaten setempat, Senin (28/12/2015).

“Untuk kegiatan eksplorasi pertambangan emas di Kecamatan Silo saat ini sudah dalam proses perizinan di Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Supaad di Jember.

Perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengajukan lamaran untuk melakukan eksplorasi penambangan emas di wilayah kecamatan yang berada di bagian paling timur Kabupaten Jember tersebut.

“Saat ini sedang proses studi kelayakan di Pemprov, kemudian baru dilakukan lelang untuk menentukan siapa yang menang dalam mengelola tambang emas itu,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemprov Jatim itu.

Ia mengakui kabar tersebut akan membuat potensi konflik sosial di Kabupaten Jember akan menghangat, sehingga ia meminta semua pihak melakukan penanganan yang baik terhadap masalah pertambangan itu, agar tidak terjadi konflik seperti di daerah lain seperti Kabupaten Lumajang.

“Yang paling penting dalam kegiatan eksplorasi tersebut, masyarakat dan pemkab harus mengetahui akan mendapat apa. Jangan sampai, masyarakat hanya jadi penonton dan tidak mendapatkan manfaat dari kegiatan yang berada di wilayahnya,” paparnya.

Supaad menyayangkan, apabila pertambangan emas di Silo itu menguntungkan banyak pihak di luar daerah dan pihak investor tidak memiliki kepedulian terhadap kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

“Apalagi selama ini potensi konflik tambang selalu ada, bahkan sebagian besar warga Silo menolak adanya tambang liar di sana. Persoalan itu harus dipecahkan bersama,” katanya.

Pejabat Bupati Jember itu tidak ingin, apabila izin sudah ditanda tangani malah terjadi kerusuhan yang berujung pada konflik yang menyebabkan tindakan anarkis.

“Harus ada konsep bahwa semua harus langsung dipegang oleh masyarakat Jember, sehingga saya meminta jangan sampai masyarakat Jember dibohongi dengan adanya eksplorasi tambang itu,” ucapnya.

Ia menegaskan hal yang paling penting yakni sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 bahwa untuk tambang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, sehingga ia berharap tambang emas itu benar-benar bermanfaat untuk rakyat Jember. (Ant)

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Tag: PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam)

Sumber Artikel

Oknum Polisi di Jambi Tertangkap Pakai Sabu

Categories: Tags:

WE Online, Jambi – Seorang oknum anggota kepolisian di Jambi ditangkap oleh pihak berwajib setempat saat mengonsumsi narkotika jenis sabu bersama teman.

Oknum yang ditangkap tersebut adalah Bertayuda Gilang (26) yang kini dalam proses pemeriksaan intensif oleh anggota Polres Tanjung Jabung Barat, kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi SH SIK, Sabtu (26/12/2015).

Oknum polisi bernama Gilang itu ditangkap bersama temannya, Agus (34) warga Simpang Rambutan RT 12 Dusun Suban, Kecamtan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Keduanya kepergok saat mengonsumsi barang haram tersebut di Kantor Polsubsektor Suban yang berlokasi di Jalan Lintas Timur Jambi – Pekanbaru.

“Tersangka mengonsumsi sabu ini di dalam kantor bersama temannya,” kata Kuswahyudi.

Kasus ini terungkap setelah anggota Satresnarkoba Polres Tanjabar, Ipda Wahyu Jatmiko dan Brigadir Polisi, Fani Pohan sedang melaksanakan kegiatan pengamanan Operasi Lilin di Pos Simpang Rambutan.

Kemudian saat di lokasi, kedua anggota ini mendapati Gilang mengonsumsi narkoba di dalam kamar Kantor Polsubsektor ditemani oleh teman Agus.

Selanjutnya dilakukan penangkapan dan penggeledahan. Barang bukti yang diamankan adalah satu unit handphone Nokia hitam, satu alat hisap bong beserta pipet, satu buah plastik bening bekas bungkus sabu dan 1 buah pirek kaca yang terdapat sisa pakai sabu.

Kemudian tersangka langsung digelandang ke Mapolres Tanjab Barat untuk diperiksa dan kasusnya saat ini masih dalam pengembangan. (Ant)

Penulis/Editor: Fajar Sulaiman

Foto: antaranews.com

Tag: polri, narkoba

Sumber Artikel

Ketika Pimpinan Gereja Ucapkan Selamat Maulid Nabi

Categories: Tags:

WE Online, Jakarta- Pimpinan Gereja Paroki Santa Perawan Maria, Katedral Bogor, Jawa Barat, menyampaikan ucapan selamat kepada Umat Muslim yang tengah merayakan Maulid Nabi Muhamamd SAW yang berdekatan dengan Natal.

“Bulan Desember ini terasa istimewa, Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal hadir bersama-sama, lantunan azan dan bunyi lonceng gereja berdentang silih berganti, semoga semkain dapat menyejukkan hati manusia,” kata Romo Endro Susanto, Pastur Pembantu Gereja Katedral Bogor, kepada Antara di Bogor, Kamis.

Menurutnya, Maulid dan Natal adalah harapan lahirnya sebuah kesadaran batin yang gelap menjadi tercerahkan jiwa yang gersang menjadi tersuburkan. Dengan menyambut datangnya kebersamaan Maulid dan Natal yang datang beriringan, dapat memperkuat Indonesia dalam Kebinekaan tanpa menarik garis kawan ataupun lawan. “Kita terlahir memang berbeda-beda, karena sejatinya tiada orang yang serupa. Meski terlahir kembar dan satu keyakinan, perbedaan tetap menjadi keniscayaan,” katanya.

Romo Endro yang juga Ketua Hubungan antar Umat beragama Keuskupan Bogor, mengajak umat beragama di Kota Bogor untuk tidak terkotak-kotakkan dan terpisah dengan bersama-sama merayakan keberagaman dalam keharmonisan. (Ant)

Penulis/Editor: Ferry Hidayat

Foto: WE

Tag: Natal

Sumber Artikel

Pemerintah Terus Upayakan Reformasi Pengadaan Bahan Pangan

Categories: Tags:

WE Online, Jakarta – Pemerintah membuka opsi untuk menganekaragaman impor dalam upaya reformasi pengadaan bahan pangan agar tidak tergantung dari satu atau dua sumber saja, namun membuka peluang dari berbagai negara atau wilayah lain.

“Secara prinsip, untuk reformasi pengadaan pangan dimana Menteri Pertanian dan saya setuju adalah diversifikasi sumber pangan,” kata Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, dalam jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (22/12/2015).

Thomas mengatakan, salah satu contoh bahan pangan yang akan dicarikan sumber impor dari negara lain adalah untuk sapi atau daging sapi. Sejauh ini, mayoritas impor daging atau sapi Indonesia berasal dari Australia untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

“Memang kami khawatir bahwa kita punya ketergantungan yang terlalu besar secara proporsi kepada Australia, dan kami menginginkan adanya diversifikasi sumber (impor). Misal dari Korea Selatan atau India,” kata Thomas.

Thomas yang kerap disapa Tom tersebut mengatakan, salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan impor sapi dari Australia tersebut adalah dengan merasionalisasi aturan yang terkait penyakit mulut dan kuku sapi-sapi yang akan diimpor.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Indonesia dimungkinkan mengimpor sapi dengan menggunakan sistem zone based dalam kondisi tertentu, bukan hanya dengan country based seperti yang berlaku selama ini.

“Salah satu upaya untuk merasionalisasi, yaitu terkait penyakit mulut dan kuku (PMK) yang berdasarkan negara. Negara itu kan besar sekali, jika ada satu bagian kecil dari negara besar terkena PMK, untuk wilayah lain yang jauh dari tempat itu apakah juga terkena,” kata Tom.

Selain sapi dan daging sapi, lanjut Tom, terkait juga dengan importasi beras dimana Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup besar dari negara seperti Vietnam dan Thailand. Tom mengatakan, pemerintah saat ini sedang mempelajari apakah dimungkinkan untuk mengimpor beras dari negara lain.

“Mungkin kita punya ketergantungan yang amat besar dari Vietnam dan Thailand. Kami sedang mempelajari, belum pelaksanaan, mungkin akan mencoba sumber importasi beras yang lain, selain yang selama ini kita cenderung pakai,” ujar Tom.

Terkait dengan importasi beras, Tom mengatakan masih terlalu dini untuk memberikan komentar soal impor beras tambahan pada 2016. Saat ini, masih dalam tahapan perencanaan yang masih dibahas oleh pemerintah baik untuk kuota impor daging, gula, dan juga beras.

Namun, terkait dengan harga pangan di dalam negeri, Tom mengatakan dirinya masih belum merasa puas karena harga di dalam negeri masih cenderung tinggi. Dari sisi pemerintah, pihaknya berupaya untuk meningkatkan produksi petani meskipun saat ini masih ada kendala fenomena cuaca El Nino.

“Di mana terjadi kenaikan harga, maka ada kelangkaan stok. Tentunya kami akan buka keran impor, karena kita tidak akan mungkin mengorbankan kepentingan konsumen atau kestabilan makro ekonomi khususnya inflasi,” ujar Tom. (Ant)

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Boyke Siregar

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag), Thomas Trikasih Lembong

Sumber Artikel

"Good Governance" Tingkatkan Daya Tarik Investasi

Categories: Tags:

WE Online, Jakarta – Sebagai upaya perwujudan tata kelola pemerintahan, reformasi di bidang manajemen aparatur sipil negara (ASN) sangat diperlukan. Indonesia akan memasuki babak baru ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi saat menyampaikan orasi ilmiah pada wisuda Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (20/12/2015).

Good governance berguna untuk meningkatkan daya tarik investasi demi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Indonesia dalam rangka menghadapi tantangan MEA,” katanya.

Yuddy memastikan Indonesia dinilai sangat layak untuk mempimpin ASEAN pada era MEA mendatang. Hal ini, katanya, dilihat dari laju ekonomi dan pertumbuhan populasi sebagai jaminan tersedianya sumber daya manusia (SDM), lokasi yang strategis, dan sumber daya alam yang seolah tanpa batas, serta daya tarik kehidupan demokrasi dan stabilitas politik.

“Untuk menghadapi MEA, beberapa upaya telah dilakukan pemerintah melalui Kemenpan-RB dalam rangka reformasi manajemen ASN. Hal ini berguna untuk menjadikan manajemen sumber daya aparatur lebih profesional dan transparan sesuai dengan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar,” ujarnya.

Sebagaimana reformasi bermakna perubahan terhadap sebuah sistem yang sudah ada, imbuhnya, ASN juga dituntut untuk dapat menyesuaikan diri terhadap upaya-upaya perubahan sebagai bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi.

“Peran strategis ASN sebagai pelaksana reformasi birokrasi di Indonesia menuntut ASN untuk tidak hanya melibatkan perubahan perilaku dan proses pembelajaran terhadap perubahan itu sendiri, tetapi juga menyangkut pengambilan-pengambilan keputusan secara profesional yang berdampak pada terlaksananya reformasi birokrasi,” paparnya.

Namun, imbuhnya, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia masih menghadapi hambatan dalam rendahnya kinerja pelayanan birokrasi dan masih tingginya angka korupsi di Indonesia. Ia mengatakan hal ini tergambar dari beberapa laporan kinerja pemerintahan seperti The Global Competitiveness Report 2014-2015 (World Economic Forum, 2014) di mana Indonesia menempati peringkat 37 dari 140 negara dan laporan Bank Dunia melalui Worlwide Governance Indicators yang menunjukkan bahwa efektivitas pemerintahan (government effectiveness) Indonesia masih sangat rendah dengan nilai indeks di tahun 2014 adalah -0, 01.

“Selain itu, indeks persepsi korupsi (the corruption perceptions index) Indonesia berdasarkan data dari Transparency International juga masih rendah pada nilai indeks 34 (dari nilai indeks bersih korupsi 100) dan berada pada ranking 107 dari 175 negara pada tahun 2014. Hal ini tentunya menjadi kendala karena pembangunan nasional dalam era persaingan global menuntut adanya birokrasi yang efisien, berkualitas, transparan, dan akuntabel, terutama terhadap prospek bidang investasi di Indonesia,” jelasnya.

Untuk mengurangi hal itu, ia menegaskan pemerintah harus mampu berpikir selangkah ke depan (think ahead) sebagai tindakan antisipatif tidak hanya terhadap ancaman-ancaman potensial, namun juga terhadap potensi-potensi baru yang tersedia melalui produk-produk kebijakan yang menjamin masyarakatnya mampu beradaptasi terhadap hal tersebut.

“Selain itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan dan program yang sudah berjalan (think again) untuk mengetahui efektivitas dan relevansinya terhadap perubahan dan goncangan yang muncul di era yang super cepat ini,” lanjutnya.

Yuddy mengatakan pemerintah dituntut untuk mampu melakukan inovasi dan belajar dengan cepat guna menjawab tantangan-tantangan baru dan mengeksploitasi peluang-peluang baru yang berarti pemerintah harus mampu berpikir secara holistik dan lintas sektor (think across) serta mampu menyeberangi batas-batas pemikiran tradisional (out of the box) untuk menghasilkan ide-ide baru dan kebijakan-kebijakan praktis.

Reformasi manajemen ASN yang telah dilakukan Kemenpan-RB, yaitu setiap instansi pemerintah wajib menyusun kebutuhan jenis jabatan dan jumlah PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja, peta jabatan, dan ketersediaan pegawai yang ada.

“Sampai dengan tahun 2019, kami akan melalukan langkah rasionalisasi PNS sejumlah kurang lebih satu juta orang PNS dalam rangka memperbaiki distribusi kesenjangan antara kualitas dan kuantitas PNS. Melalui hal ini diharapkan proporsi belanja pegawai dapat dikurangi secara proporsional,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Kemenpan-RB

Tag: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Yuddy Chrisnandi

Sumber Artikel

Kerugian Bencana Global Turun Pada 2015

Categories: Tags:

WE Online, Zurich – Kerugian ekonomi akibat bencana di seluruh dunia turun pada 2015 menjadi sekitar 85 miliar dolar AS (78 miliar euro) dari 113 juta dolar AS pada tahun lalu, perusahaan reasuransi Swiss Re mengatakan, Jumat. (18/12/2015)

Perusahaan-perusahaan asuransi menutup 32 miliar dolar AS dari total kerugian tersebut, Swiss Re mengatakan dalam sebuah risetnya bertajuk Sigma.

Angka 2015 jauh di bawah rata-rata tahunan selama dekade terakhir 192 miliar dolar AS, kata Swiss Re.

Kerugian akibat bencana alam saja menyumbang sebesar 74 miliar dolar AS dari total kerugian tahun ini, katanya.

Bencana industri di Tianjin di timur laut Tiongkok, di mana terjadi ledakan besar di sebuah perusahaan penyimpanan barang berbahaya pada 12 Agustus menewaskan 161 orang, diperkirakan telah menjadi bencana termahal tahun ini, dengan asuransi menutup lebih dari dua miliar dolar AS dari kerusakan, tetapi perhitungannya masih berlangsung.

Di antara bencana alam, badai musim dingin Februari di Amerika Serikat menghasilkan tagihan terbesar untuk perusahaan asuransi, kerugian mereka sekitar 2,7 miliar dolar AS.

Gempa bumi di Nepal, yang menewaskan 9.000 orang dan menghancurkan 500.000 rumah menimbulkan kerugian ekonomi lebih dari enam miliar dolar AS, tetapi asuransi hanya membayar 160 juta dolar AS, kata Swiss Re. (Ant)

Penulis/Editor: Sucipto

Foto: WE

Tag: bencana alam

Sumber Artikel

Kemenhub Pesimis Bandara Pondok Cabe Bisa Dikomersilkan

Categories: Tags:

WE Online, Jakarta – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo menilai kecil kemungkinan Bandara Pondok Cabe dikomersilkan karena sejumlah aspek yang sulit dipenuhi.

Suprasetyo usai diskusi yang bertajuk “Kinerja 2015 dan Outlook 2016 Kementerian Perhubungan” di Jakarta, Rabu (16/12/2015) mengatakan ketidakmungkinan tersebut mencapai 70 persen.

“Kalau menurut saya, peluangnya 70 persen tidak bisa (dikomersialkan),” ucapnya.

Menurut dia, aspek-aspek yang belum dipenuhi, salah satunya aspek operasional dan teknis. “Perjalanannya masih jauh, ini bandara khusus harus terlebih dahulu mengubah izin jadi pengoperasian bandara umum, artinya persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan bisa dipenuhi,” tuturnya.

Salah satu kendala, menurut Suprasetyo, yaitu ruang udara yang masih berbenturan dengan Bandara Halim Perdanakusuma.

“Jadi, jika beroperasi ketika pesawat akan ‘take off’ harus menunggu di Halim berhentikan dulu, bergantian. Ini tidak efisien,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, untuk pemasangan alat navigasi sangat berisiko karena akan sensitif dengan guncangan, sementara di sekitar kawasan itu sudah padat. “Di ujung ‘runway’ sudah ada jalan, harus dialihkan supaya aman,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang akan mengoperasikan Bandara Pondok Cabe secara komersil mengatakan pihaknya tengah membenahi aspek teknis sebelum mengajukan proposal kepada pemerintah.

“Kami memiliki tim teknis dari Pelita dan Pertamina dan sudah berkonsultasi karena bandara ini kan tadinya ‘private’, prosesnya masih cukup banyak,” tambahnya.

Perseroan Terbatas (PT) Garuda Indonesia Tbk. telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk pengoperasian Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

Pengoperasian bandara tersebut ditargetkan pada bulan Maret 2016 dan rencananya bandara tersebut untuk melayani delapan rute, meliputi ke Lubuk Linggau, Samarinda, Pangkalan Bun, Semarang, Palembang, Tanjung Karang, Ketapang, Yogyakarta, Cilacap, dan Cepu.

Bandara Pondok Cabe memiliki panjang landasan pacu 1.984 meter dengan lebar 45 meter yang saat ini tengah dilakukan pelapisan landasan pacu (overlay) oleh Pertamina. (Ant)

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Febri Kurnia

Tag: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bandara

Sumber Artikel

Program Sejuta Rumah Jangan Berhenti di Tengah Jalan

Categories: Tags:

WE Online, Jakarta – Pemerintah perlu mengantisipasi beragam hambatan yang dapat membuat program sejuta rumah di berbagai daerah berpotensi menjadi tidak berkelanjutan, kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda.

“Program sejuta rumah dengan berbagai kendala harus dipertahankan, namun pemerintah harus segera melakukan langkah antisipatif terkait ‘sustainability’ (keberlanjutan) program ini, jangan sampai berhenti di tengah jalan,” kata Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (14/12/2015).

Ali mengingatkan, dari sisi pembiayaan saat ini dana untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah habis per Juli 2015 dengan kucuran Rp5,1 triliun dan dilanjutkan dengan skema selisih bunga.

Dia berpendapat, meski tahun depan akan digulirkan dana Rp9,22 triliun dengan tambahan Rp200 miliar untuk selisih bunga, dana tersebut diyakini belum cukup mengingat dibutuhkan paling tidak Rp100 triliun untuk menyukseskan sejuta rumah setahun.

“Dana-dana dari BPJS seharusnya dapat ditempatkan untuk membantu pembiayaan perumahan rakyat, apakah dalam bentuk bantuan uang muka atau memperbesar porsi FLPP karena skema FLPP ini harus tetap dipertahankan,” katanya.

Ia menegaskan, skema FLPP bukanlah semata-mata subsidi yang habis, melainkan pada waktu akan menjadi dana bergulir yang terus menerus dapat membiayai perumahan rakyat. Dengan demikian, lanjutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak melanjutkan FLPP, malah dirasakan kurang besar karena dana tersebut sebenarnya tidak hilang layaknya subsidi.

Sedangkan dari sisi pasokan, Indonesia Property Watch menyoroti harga tanah yang mahal. Meskipun permintaan tinggi, namun tanpa adanya pasokan rumah yang dibangun tentunya tidak akan terjadi manfaat dari program sejuta rumah.

“Pemerintah harus berorientasi pada pasar bukan pada fisik terbangun sejuta rumah. Banyak para pengembang rumah sederhana membangun rumah di lokasi yang menurut pengamatan tidaklah layak untuk dibangun rumah sederhana karena tidak terkoneksi dengan transportasi massal,” katanya.

Selain itu, berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap beberapa pengembang rumah sederhana, “land bank” (bank tanah) dari pengembang tersebut diperkirakan hanya bertahan selama 2-3 tahun. Artinya, ujar dia, setelah itu para pengembang rumah sederhana itu harus membeli lahan yang tentunya dengan harga yang tinggi bila tidak dikendalikan oleh pemerintah.

“Akhirnya hal ini akan berdampak terhadap mahalnya harga rumah meninggalkan batasan harga FLPP yang ada sebesar 5 persen per tahun. Bila terjadi maka program sejuta rumah hanya tinggal kenangan saja,” katanya.

Untuk itu, ia juga menegaskan pentingnya land bank yang dikuasai oleh pemerintah untuk mengendalikan harga tanah nantinya. (Ant)

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Tag: Program Sejuta Rumah

Sumber Artikel

Ini Tiga Sasaran KPK Perangi Korupsi

Categories: Tags:

WE Online Bandung- Komisi Pemberantasan Korupsi terus memerangi korupsi dengan tiga sasaran yang sejalan gerakan nasional revolusi mental yang dicanangkan pemerintah.

Plt. Pimpinan KPK Johan Budi mengatakan sasaran pertama yang dilakukan KPK yakni mengubah mindset cara berpikir dan cara pandang era birokrasi memerintah. 

Dia mengakui saat ini merupakan era birokrat yang melayani rakyat, salah satu cara mengimplementasinya dalam pelayanan publik.

“Ini menandakan jika pemerintah hadir setiap rakyat membutuhkan mereka,” ujarnya saat penutupan Festival Hari Antikorupsi di Sabuga Bandung, Jumat (11/12/2015) petang.
                                                                          
Sasaran kedua, lanjutnya, struktur organisasi harus ramping, efisien, tidak boleh gemuk, dan tidak boleh ada organisasi-organisasi dalam pemerintahan yang menduplikasi fungsi. 

Menurutnya, jika ada duplikasi fungsi, maka harus segera digabungkan. Karena tidak mungkin merampingkan struktur sekaligus menghilangkannya, tetapi dengan perampingan struktur tata kelola akan lebih sehat.  

“Sasaran ketiga kultur dan budaya. Budaya kerja yang lebih disiplin, bertanggung jawab, mengedepankan kebersamaan, dan gotong royong,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan budaya yang tidak bertanggung jawab telah melahirkan praktik-praktik korupsi.

Selain itu, praktik-praktik tersebut juga telah membuat iklim kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi kotor dan korup, serta merusak tata kelola pemerintahan dan tata kelola perusahaan yang baik yang menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian dan kesetaraan. 

Oleh sebab itu, kesadaran akan risiko korupsi harus kita tingkatkan dan menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah, perusahaan, maupun individu. 
 
“Sinergitas seluruh komponen bangsa yang terjalin dalam helaran Festival Antikorupsi di Bandung ini menjadi bukti kita mampu untuk menang melawan korupsi,” ujarnya.

Dia menjelaskan KPK tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas korupsi. KPK perlu sinergi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mensukseskan pekerjaan besar mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. 

“Kita harus bersama sebagai anak bangsa untuk bergandengan tangan dan bersatu padu memberantas korupsi.”

Penulis/Editor: Boyke P. Siregar

Foto: progresnews.com

Sumber Artikel