Sofyan Djalil: Pajak "Tanah Nganggur" Kurangi Aksi Spekulan

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil memastikan penerapan pajak progresif bagi tanah yang tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya akan bermanfaat untuk mengurangi aksi spekulan tanah.

“Tujuannya pajak progresif itu untuk menghilangkan spekulasi di tanah yang tidak produktif,” kata Sofyan di Jakarta, Senin (30/1/2017).

Sofyan menjelaskan harga tanah saat ini banyak yang mengalami kenaikan dan menimbulkan aksi spekulan, padahal tanah itu “menganggur” karena diabaikan oleh pemiliknya sehingga menjadi tidak produktif.

Untuk itu, selisih harga tanah hasil spekulan dengan harga tanah yang sebenarnya, bisa dikenakan pajak progresif, agar lahan tersebut secara ekonomis ikut memiliki manfaat.

“Kita tahu harga tanah sekarang berapa, misalnya 10 ribu per meter. Nanti kalau dijual, misalnya harga 100 ribu per meter, yang 90 ribu itu diprogresifkan pajaknya supaya orang tidak berspekulasi tanah,” kata Sofyan. 

Ia mengharapkan setiap kepemilikan tanah di Indonesia bisa memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan dan mendorong peningkatan investasi yang bermanfaat bagi penyediaan lapangan kerja dan kegiatan perekonomian.

Untuk itu, ide pengenaan tarif pajak progresif ini sedang dirumuskan oleh pemerintah, agar pemanfaatan lahan tidak menciptakan distorsi dan tanah tersebut bisa memberikan nilai lebih dan tingkat produktivitas yang tinggi. 

“Kalau kamu punya uang Rp1 miliar, misalnya, kalau ditaruh di bank, bisa digunakan untuk pinjaman bagi orang lain. Uang kamu akan bermanfaat. Tapi kalau kamu beli tanah, tidak bermanfaat apa-apa, dan nanti, misalnya, harganya jadi Rp2 miliar, kamu untung 100 persen, itu yang kena pajak,” ujar Sofyan.

Sebelumnya, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan sedang mengkaji penerapan pajak progresif bagi tanah yang tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya untuk mendorong pemanfaatan lahan agar lebih efisien dan produktif.

“Kita coba mendetailkan pakai mekanisme apa, jenisnya bagaimana. Nanti kita diskusi dengan teman-teman (Kementerian) Agraria dan Tata Ruang,” kata Kepala BKF Suahasil Nazara.

Suahasil mengakui pengenaan tarif pajak kepada tanah yang “menganggur” bisa saja diterapkan, karena banyak sekali masyarakat yang berinvestasi di lahan, namun pemanfaatannya masih minimal.

“Kita belum diskusikan secara detail. Tapi prinsipnya kita mengerti bahwa ada keinginan untuk memajaki tanah-tanah yang idle agar bisa lebih produktif,” ujarnya.

Suahasil memastikan pajak ini bisa berfungsi sebagai insentif atau disinsentif bagi pemilik lahan agar mau mengolah maupun menggunakan tanah tersebut dengan optimal dan tidak sekedar “menganggur”.  (Ant)

Sumber Artikel

NU: Lebih Baik Mengislamkan Orang Kafir Daripada Mengkafir-kafirkan Orang

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan dakwah Islam hendaknya tidak menyingkirkan tradisi yang ada di masyarakat agar tidak menimbulkan benturan. Menurut dia, mereka yang berdakwah dengan kekerasan dan memusuhi seni budaya lupa dengan sejarah hadirnya Islam di bumi Nusantara.

“Dakwah Wali Songo dengan cara damai, menggunakan rasa dan seni. Medianya berupa wayang dan suluk-suluk yang menguatkan rasa,” kata Said Aqil di Jakarta, Sabtu.

Ia menilai fenomena keagamaan mutakhir menunjukkan gejala semakin mengerasnya kelompok Muslim radikal. Mereka mengabaikan tradisi-tradisi yang selama ini menjadi strategi dakwah. Menurut dia, para pendakwah perlu belajar strategi dakwah Wali Songo yang kemudian terus dipraktikkan oleh para kiai pesantren.

“Strategi Wali Songo dan kiai-kiai pesantren berhasil mengislamkan orang kafir. Ini sudah terbukti, bukan malah mengkafir-kafirkan orang,” kata dia. Menurut penyandang gelar doktor dari Universitas Ummul Qura, Mekkah, Arab Saudi itu, memahami cara dakwah Wali Songo harus bertahap hingga komprehensif.

“Dakwah para wali itu merangkul, bukan memukul. Misalnya, mereka yang suka selamatan diajak selamatan dulu, yang kemudian diisi dengan ritual Islam, membaca ayat-ayat Al-Quran dan shalawat. Wayang juga sama, ada pesan tentang syahadat dan ajaran Islam,” kata dia.

Said Aqil juga menekankan pentingnya fikih, akhlak, dan tasawuf sebagai rangkaian yang tidak bisa putus. Menurut dia, dengan memahami hukum Islam, teladan sikap Rasulullah dan puncak spiritualitas, maka Islam akan menjadi agama yang sejuk dan ramah, bukan agama yang mengerikan.

Sumber Artikel

PLN-Swasta Perlu Sinergi Kejar Target 35.000 MW

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Sinergi antara PT PLN dan produsen listrik swasta diperlukan guna mengejar target pengadaan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) pada 2019, kata Ketua Pokja Pengkajian Energi Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Indonesia, Ali Ahmudi.

“Jangan ada lagi stigma kontestasi antara PLN dan produsen listrik swasta,” kata Ali Ahmudi saat diskusi bertema “Menyorot Kebijakan Pemerintah terhadap Pengembang Listrik Swasta dalam Proyek 35 Ribu Megawatt” di Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Ali Ahmudi mengatakan pada awal pencanangan memang sekitar 80 persen proyek pembangkit 35.000 MW akan dibiayai anggaran negara. Namun faktanya saat ini lebih dari 60 persen proyek 35.000 MW berasal dari swasta.

Oleh karena itu ,PLN seharusnya tidak menjadikan produsen listrik swasta (IPP) sebagai saingan, tetapi lebih kepada mitra usaha yang perlu bersinergi mengejar target proyek 35.000 MW.

Ali juga menyoroti inkonsistensi di kalangan regulator teknis yang sebenarnya menjadi pembantu Presiden Jokowi dalam mewujudkan target pemerintah. Hal itu terlihat saat Presiden Jokowi yang berupaya mengundang secara luas partisipasi swasta dalam mendukung program 35.000 MW.

Namun di sisi lain Kementerian ESDM dan PLN justru terkesan membatasi peran swasta dengan adanya regulasi denda bagi pembangkit listrik swasta serta tertundanya PPA pembangkit listrik Jawa I dan PPA pembangkit listrik untuk kawasan industri Kendal.

“Jadi kalau pemerintah mengharapkan swasta menjadi tulang punggung program kelistrikan nasional maka seharusnya pemerintah memberikan ‘jalan tol’ ke swasta untuk merealisasikan hal itu,” katanya.

Ali Ahmudi mengingatkan bahwa listrik merupakan infrastruktur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, pemerataan industri yang berdampak lanjutan bagi penciptaan lapangan kerja dan ekonomi daerah.

Hanya saja, selama ini masih terdengar keluhan dari investor atas pasokan listrik yang kurang dapat diandalkan. Padahal bagi industri, listrik merupakan infrastruktur vital bagi keberlanjutan produksi.

“Di sini sinergi antara PLN dan pembangkit listrik terintegrasi perlu terjalin erat. Pembangkit listrik yang terintegrasi perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan PLN karena menjadi tumpuan bagi pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang sedang digalakkan pemerintah,” kata Ali.

Kehadiran pembangkit listrik terintegrasi dengan kawasan industri terbukti memberikan dampak positif bagi peningkatan keandalan sistem PLN setempat, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka sentra ekonomi baru seperti di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh menyampaikan target pembangkit listrik sesuai Peraturan Presiden (PP) Nomor 79 Tahun 2011 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) diantaranya terpenuhinya kapasitas pembangkit listrik pada tahun 2025 sebesar 115 gigawatt (GW) dan pada tahun 2030 sebesar 430 GW.

Sementara untuk program kelistrikan 35.000 MW, menurut Syamsir, tidak disebutkan secara eksplisit dalam KEN.

“Kebijakan nasional harus terintegrasi. Tugas IPP kan membangun pembangkit, tapi kalau transmisinya belum selesai, bagaimana? Itu menjadi tanggung jawab pemerintah dan PLN. Leadership commitment sangat perlu,” tandas Syamsir.

Sumber Artikel

Adaro Capai Kesepakatan Pembiayaan Pembangkit Listrik 2×100 MW di Kalsel

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

PT Adaro Energy Tbk melalui anak usahanya, PT Tanjung Power Indonesia telah mencapai kesepakatan pembiayaan (financing close) untuk proyek pembangkit listrik bertenaga batu bara 2×100 megawatt di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

“Suksesnya ‘financing close’ mencerminkan komitmen yang kuat dari kami untuk menjadi kontributor utama di dalam mensukseskan program 35.000 MW,” papar Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Hal itu, lanjut dia, juga menunjukkan komitmen perseroan untuk selalu mengembangkan bisnis ketenagalistrikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan dan menciptakan sinergi dengan bisnis batubara. “Saat ini kami fokus untuk menjalankan proyek ini sesuai dengan yang direncanakan untuk meningkatkan akses terhadap listrik serta mendukung pertumbuhan Indonesia,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa total investasi untuk proyek itu sekitar 545 juta dolar AS, dan PT Tanjung Power Indonesia telah menyelesaikan dan mendapat komitmen pembiayaan sekitar 422 juta dolar AS (termasuk fasilitas kontinjensi sebesar 13 juta dolar AS) dari enam bank komersial, yaitu Korea Development Bank, the Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd, DBS Bank Ltd, Mizuho Bank, Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan The Hong Kong Shanghai Banking Corporation Limited.

“Pembiayaan pada proyek ini dilakukan melalui skema project finance, dimana KSURE memberikan jaminan komperhensif sebesar kurang lebih 400 juta dolar AS,” paparnya.

Proyek itu, lanjut dia, akan menjual listrik ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di bawah Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) yang berlaku untuk jangka waktu 25 tahun dari dan setelah Commercial Operation Date (COD). “PPTL antara Tanjung Power Indonesia dan PLN telah ditandatangani pada tanggal 15 Oktober 2014. Pasokan batubara akan disediakan oleh PT Adaro Indonesia,” katanya.

Garibaldi Thohir memaparkan bahwa Tanjung Power Indonesia telah memulai tahapan konstruksi sejak Juni 2016. Tahap kontruksi itu berjalan dengan baik, dimana kedua unit diperkirakan akan mencapai COD di semester pertama tahun 2019.

Adaro Power (AP), lanjut dia, sebagai sponsor dalam konsorsium Tanjung Power Indonesia, telah menandatangani perjanjian jaminan sponsor dengan para kreditur yang telah disebutkan sebelumnya dimana AP setuju untuk mendukung (terkait dengan investasi modal di TPI) proyek ini melalui investasi pinjaman atau ekuitas yang sesuai dengan porsi kepemilikan.

“Untuk menjamin aktivitias bisnis utamanya, kata dia, Adaro Energy menjamin dukungan yang akan diberikan oleh AP. Perseroan juga memberikan jaminan sesuai dengan porsi kepemilikan tidak langsung di TPI dengan total kewajiban kontinjensi sekitar 88 juta dolar AS.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan, memberikan jaminan Pemerintah untuk proyek ini dalam bentuk Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU), dimana Pemerintah menjamin kemampuan PLN untuk melakukan pembayaran kepada TPI sesuai ketentuan yang diatur di dalam PPTL.

PT Tanjung Power Indonesia merupakan konsorsium PT Adaro Power (65 persen) dan PT East-West Power Indonesia (35 persen). PT Adaro Power merupakan anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh PT Adaro Energy Tbk, sedangkan PT EastWest Power Indonesia merupakan anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh Korea East West Power Co Ltd. (Ant)

Sumber Artikel

Mengenal Filosofi Sepak Bola Luis Milla (II)

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Strategi Barcelona ini pun menular ke tim nasional Spanyol. Banyaknya pemain inti tim Catalan bertinggi pas-pasan yang masuk ke tim Matador membuat gaya permainan tim nasional mengikuti Barcelona, “tiki-taka”.

Dengan bermaterikan pemain-pemain pendek seperti Xavi, Iniesta, David Villa (1,75 meter), Spanyol menjadi yang terbaik di Piala Eropa pada tahun 2008, 2012 dan juara dunia pada tahun 2010.

Karena dianggap sukses, pola permainan yang sama kemudian ditularkan ke tim nasional kelompok umur lainnya, termasuk ke U-21 yang menjadi kampiun di Eropa pada tahun 2011 ketika dilatih oleh Luis Milla.

U-21 Spanyol era-Milla Tim nasional U-21 dihuni para pemain berbakat yang kelak mengisi susunan tim banyak klub papan atas dunia. Pada Piala Eropa U-21, mereka berhasil mengalahkan Swiss dengan skor 2-0 di babak final.

Luis Milla ketika itu memiliki banyak pemain kreatif dan berbakat di skuadnya. Milla kerap menggunakan formasi 4-2-3-1 untuk membongkar pertahanan lawan.

Posisi penjaga gawang tim diisi oleh David de Gea, yang kini bermain untuk Manchester United. Kemudian di barisan belakang ada nama-nama seperti Martin Montoya (sekarang pemain Valencia), Alberto Botia (Olympiacos), Alvaro Dominguez (pensiun) dan Didac Vila (AEK Athens).

Di barisan tengah, Javi Martinez (Bayern Muenchen) menjadi gelandang bertahan, ditemani Thiago Alcantara (Bayern Muenchen).

Di depan mereka ada Juan Mata (Manchester United) di sisi kanan, Ander Herrera (Manchester United) dan Iker Munian (Athletic Bilbao).

Sebagai ujung tombak, Milla memasang penyerang Adrian Lopez (FC Porto).

Dikutip dari laman resmi UEFA, Spanyol menjadi tim yang tersubur selama kompetisi dengan mencetak 11 gol dan hanya kebobolan dua kali.

Kunci permainan Spanyol kala adalah Juan Mata, gelandang kreatif yang di akhir kompetisi didaulat menjadi “golden player”. Pemain yang fasih bermain sebagai tengah, kiri maupun kanan itu mengkreasikan dua umpan gol (assist) selama Piala Eropa U-21 tahun 2011, tertinggi di kejuaraan dan dua kali melesakkan bola ke gawang.

Untuk menyeimbangkan transisi dari bertahan ke menyerang, Milla punya jaminan mutu dalam diri Javi Martinez, kapten tim saat itu. Dia bergerak agresif memotong bola lawan. Tidak heran, Martinez merupakan pemain yang paling banyak melakukan pelanggaran, 15 kali dan mengoleksi tiga kartu kuning.

Selain menjadi juara, pemainnya mendapatkan gelar “golden player”, assist terbanyak, tim Matador juga menempatkan sang penyerang Adrian Lopez, sebagai pencetak gol terbanyak.

La Furia Roja U-21 sendiri tidak melulu memiliki penguasaan bola lebih dari 60 persen, seperti yang lazim ditampilkan seniornya. Dikutip dari BBC, saat melawan Inggris U-21 yang berakhir dengan skor 1-1 di babak grup, Spanyol mencatatkan penguasaan bola 50 persen.

Di babak final yang mereka menangkan, perbandingan penguasaan bola dengan Swiss adalah 51:49. Artinya, Milla lebih mementingkan efektivitas serangan. Catatan UEFA, Tim “La Furia Roja” menjadi yang paling agresif dengan rata-rata hanya melepaskan tujuh tendangan melenceng dari 35 percobaan.

Milla meminta timnya untuk bergerak efektif dan mencari ruang untuk menerima bola. Dengan pemain-pemain berpostur mungil seperti Juan Mata (1,70 meter), Thiago (1,72 meter) dan Iker Muniain (1,69 meter), tim U-21 Spanyol bergerak lincah sembari melakukan operan-operan pendek. Tidak jarang mereka juga saling bertukar tempat, yang membingungkan lawan.

UEFA menggambarkan sistem ini melalui peran Mata. “Mata, yang beroperasi dari sisi kiri, kerap menjelajah lapangan dan bertukar tempat dengan Thiago Alcantara, juga pemain sayap Iker Muniain. Pemain bernomor punggung 10 ini sangat sulit ditaklukkan,” tulis federasi sepak bola Eropa tersebut dalam laman resminya.

Tipe permainan seperti inilah yang diinginkan PSSI dari Luis Milla. Direktur Teknik Tim Nasional PSSI yang juga anggota panel pemilihan pelatih timnas, Danurwindo menganggap Milla bisa menularkan permainan menekan dengan umpan-umpan pendek.

PSSI mau tinggi badan pemain tim nasional, yang rata-rata 1,75 meter, tidak lagi menjadi kendala.

“Milla ingin pemain pintar membaca permainan, menguasai bola dan setelahnya melakukan eksekusi,” tutur Danurwindo.

Dengan kontrak selama dua tahun, Milla sepertinya akan sibuk memilih pemain terbaik Indonesia untuk mengisi skuadnya. Targetnya adalah juara SEA Games 2017 di Malaysia, membawa Indonesia ke peringkat 130 FIFA sampai akhir tahun 2017 dan posisi empat besar di Asian Games 2018. (Ant/Michael Teguh Adiputra Siahaan)

Sumber Artikel

DPR Nilai Kinerja Perbankan Nasional 2016 Melambat

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal menyoroti kinerja pertumbuhan kredit perbankan nasional yang dinilai melambat serta meningkatnya “non performing loan” (kredit bermasalah) sepanjang 2016 sehingga harus diawasi pemerintah.

“Kinerja perbankan pada 2016 tidak terlalu baik, terjadi pelambatan pertumbuhan kredit yang diiringi dengan peningkatan NPL,” kata Refrizal dalam rilis di Jakarta, Jumat (20/11/2017).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, meski NPL belum mencapai tingkat 5 persen, diharapkan pemerintah dapat berperan aktif guna mengatasinya.

Refrizal menambahkan kekhawatiran ini menjadi relevan bila dikaitkan dengan keinginan presiden Jokowi yang mencanangkan program bunga single digit untuk UMKM.

“Bila tidak diatasi dengan serius, suku bunga perbankan single digit sulit untuk direalisasikan,” tegas Refrizal.

Sebelumnya, beberapa industri perbankan menyatakan sedang bersiap memenuhi kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan yang akan menerapkan syarat “Net Stable Funding Ratio” dan memperluas implementasi “Liquidity Coverage Ratio” guna menangkal ancaman kekurangan likuiditas.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Asmawi Syam mengatakan kebijakan pemantauan kecukupan likuiditas bank memang diperlukan untuk mengawasi kemampuan bank dalam menyalurkan kredit, dan berkontribusi terhadap perekonomian.

Pada 2017, OJK menargetkan kredit dapat tumbuh hingga dua digit di rentang 9-12 persen, setelah pada 2016 diperkirakan kredit hanya tumbuh satu persen.

“Kami melihat dampaknya masih positif, memang modal, likuiditas perlu diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di 2017,” kata Asmawi.

“Net Stable Funding Ratio” atau NSFR merupakan rasio jumlah dana stabil yang tersedia di perbankan dengan jumlah dana stabil yang dibutuhkan. Jika merujuk pada kerangka Basel III dari Basel Committe on Banking Supervision (BCBS), rasio NSFR minimal 100 persen.

Jadi dengan NSFR, perbankan disyaratkan untuk memelihata rasio dana stabil untuk mengurangi potensi gangguan sumber reguler pendaaan bank, yang bisa meningkatkan risiko likuiditas, dan risiko kegagalan bank yang pada akhirnya dapat berdampak sistemik. (Ant)

Sumber Artikel

Kemenkeu Kebut Penyelesaian Skema Bea Keluar Konsentrat

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan masih mengkaji penetapan tarif bea keluar untuk ekspor konsentrat atau mineral mentah yang terbaru, sesuai permintaan Kementerian ESDM.

“Secepat mungkin (selesainya). Maksimal 10 persen. Masih didiskusikan lagi layer-nya seperti apa,” kata Kepala BKF Suahasil Nazara di Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Suahasil belum mau mengungkapkan skema terbaru penghitungan bea keluar tersebut, namun dipastikan tarif pungutan itu masih mendukung proses hilirisasi bahan tambang di Indonesia. “Sekarang ada diskusi baru, kita mencari layer-nya seperti apa, tahap-tahap kemajuan seperti apa yang bisa mendorong secepat mungkin proses pemurnian itu berjalan,” katanya.

Sebelumnya, penetapan bea keluar untuk ekspor bahan mineral mentah disesuaikan dengan kemajuan pembangunan smelter atau fasilitas pengolahan yang dilakukan perusahaan tambang.

Untuk kemajuan fisik smelter nol hingga 7,5 persen, tarif bea keluar yang dikenakan 7,5 persen. Untuk kemajuan fisik 7,5 persen hingga 30 persen, tarif bea keluar yang dipungut lima persen. Untuk kemajuan fisik diatas 30 persen, maka bebas tarif bea keluar.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Kamis (13/1/2017) mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk menetapkan tarif bea keluar untuk ekspor konsentrat atau mineral mentah pada kisaran 10 persen.

“Tetap ada biaya keluar, kami usulkan maksimum paling tidak 10 persen, asalkan ekspor konsentrat sesuai aturan berlaku,” kata Jonan ketika menggelar jumpa pers di Kementerian ESDM.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dengan revisi tersebut, perusahaan tambang tetap dapat melakukan ekspor konsentrat, hanya saja harus mengubah perizinan dari kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). (Ant)

Sumber Artikel

Ekspor Migas Tingkatkan Neraca Perdagangan Jatim

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Surabaya

Ekspor migas Jawa Timur sepanjang tahun 2016 yang mencapai 1.008 juta dolar AS meningkatkan neraca perdagangan Jatim, sehingga mampu surplus 330 juta dolar AS pada tahun 2016, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono.

“Naiknya total ekspor Jatim hingga surplus tidak lepas dari demand (kebutuhan) yang bagus pada semester II tahun 2016. Salah satu komoditas yang menjadi unggulan adalah sektor migas,” kata Teguh di Surabaya, Senin (16/1/2017).

Ia mengatakan total ekspor Jatim sepanjang 2016 tercatat mencapai 18,952 miliar dolar AS, atau naik 10,70 persen. Sedangkan impor hanya tercatat 18,622 miliar dolar AS atau turun tipis 3,44 persen dibanding tahun 2015.

“Untuk ekspor migas, angkanya naik hingga 61,64 persen dibanding total ekspor migas sepanjang tahun 2015 yang hanya mencapai 624,19 juta dolar AS, sebab demand dari negara besar seperti Amerika Serikat dan Jepang terus naik,” katanya Menurut dia, naiknya ekspor migas berdasarkan catatan BPS Jatim juga diikuti oleh sektor non migas yang tercatat 17,943 miliar dolar AS atau naik hingga 8,77 persen dibanding tahun 2015 yang hanya 16,495 miliar dolar AS.

“Untuk sektor non migas, didorong oleh beberapa komoditas, seperti ekspor tembaga yang mencapai 871.704 dolar AS, atau naik hingga 6,84 persen dibanding tahun 2015 yang tercatat 636.336 dolar AS,” katanya.

Selain itu, kata dia, juga didorong komoditas kayu yang masih menjadi andalan Jatim dengan total eskpor mencapai 1,148 miliar dolar AS atau naik 4,69 persen dibanding 2015.

Sementara penurunan impor Jatim, kata Teguh, karena beberapa komoditas salah satunya adalah impor baja dan besi yang memang sedang diketatkan oleh pemerintah.

“Tahun lalu, impor baja dan besi hanya tercatat 1,230 miliar dolar AS menyusut hingga 12,44 persen dibanding tahun 2015 yang total impornya mencapai 1,294 miliar dolar AS,” katanya.

Selain itu, impor plastik juga melorot dari 1,069 miliar dolar AS pada tahun 2015 turun hingga 12,11 persen atau hanya 1,104 miliar dolar AS pada 2016, akibat adanya kebijakan cukai plastik yang diterapkan pemerintah. (Ant)

Sumber Artikel

Tanpa Payet, West Ham Tetap Bisa Menang

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

West Ham United berhasil membekuk Crystal Palace 3-0 dalam laga pekan ke-21 Liga Utama Inggris di Stadion Olimpiade, London, Inggris, Sabtu. Hasil itu merupakan kemenangan pertama West Ham setelah mengalami kekalahan beruntun di tiga laga sebelumnya, sekaligus diraih tanpa kehadiran bintang mereka, Dimitri Payet, yang baru-baru ini menyatakan tak mau lagi bermain untuk klub tersebut dan meminta dijual.

Berkat tambahan tiga poin, tim besutan Slaven Bilic itu memperbaiki posisinya ke peringkat ke-12 klasemen sementara dengan raihan 25 poin, sedangkan Palace tertahan di urutan ke-16. Sebuah gol spektakuler dari Andy Carroll, menjadi sorotan utama kemenangan West Ham yang dibuka dengan gol dari Sofiane Feghouli dan ditutup gol Manuel Lanzini. West Ham memecah kebuntuan pada menit 68 saat Mark Noble melepaskan umpan lambung yang memancing penjaga gawang Wayne Hennessey keluar dari sarangnya, namun bola berhasil dikuasai oleh Michail Antonio.

Antonio dengan tenang mengecoh Hennessey, sebelum secara sukarela menyodorkan bola kepada Feghouli yang tanpa cela melepaskan penyelesaian untuk membawa West Ham unggul 1-0 atas tim tamu. Pada menit 79, Carroll mencuri perhatian seisi stadion dengan tendangan akrobatik menyambut umpan silang Antonio demi menyarangkan bola ke dalam gawang sekaligus menggandakan keunggulan West Ham.

Tepat pada menit 86, Lanzini menutup pertandingan lebih awal untuk Palace lewat keberhasilan memanfaatkan situasi bola mati. Tendangan bebas Antonio, mengarah kepada Lanzini yang berdiri bebas tanpa kawalan dan menyambutnya dengan tendangan ungkit menaklukkan Hennessey sekaligus memastikan kemenangan West Ham 3-0 atas Palace.

Susunan pemain kedua tim seturut laman resmi Liga Utama Inggris:

West Ham United (3-4-2-1): Darren Randolph (PG); James Collins, Winston Reid, Angelo Ogbonna (Sam Byram); Michail Antonio (Ashley Fletcher), Mark Noble, Pedro Obiang, Aaron Cresswell; Manuel Lanzini (Edimilson Fernandes), Sofiane Feghouli; Andy Carroll

Pelatih: Slaven Bilic

Crystal Palace (4-2-3-1): Wayne Hennessey (PG); James Tomkins, Scott Dann, Damien Delaney, Joel Ward; James McArthur (Lee Chung-yong), Joe Ledley (Jeffrey Schlupp); Andros Townsend (Loic Remy), Yohan Cabaye, Jason Puncheon; Christian Benteke

Pelatih: Sam Allardyce

Sumber Artikel

Anggota DPR Minta Kualitas Pelayanan Pelindo II Ditingkatkan

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro meminta kualitas keselamatan dan pelayanan pelabuhan Indonesia khususnya Pelindo II ditingkatkan. “Saya katakan bahwa infrastruktur pengamanan Pelabuhan Indonesia dapat kategorikan kurang maksimal.

Selain itu berbagai regulasi yang ada dan implementasinya belum sinkron dan maksimal,” kata Nizar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/1/2017). Dia mengatakan Komisi V DPR akan segera memanggil menteri terkait untuk mengevaluasi keamanan dan pelayanan pelabuhan serta meminta agar menetapkan segera Pelindo sebagai objek vital nasional.

Selain itu, Nizar meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap semua hasil penyelidikan dari berbagai kecelakaan dengan transparan karena akan menjadi masukan bagi pelayanan pelabuhan yang lebih baik dan aman.

Sebagai bagian dari objek vital nasional, kata dia, maka Pelindo II perlu menerapkan standar operasi keamanan untuk kepentingan bisnis nasional dalam mengantisipasi berbagai gangguan keamanan laut seperti penyelundupan, ancaman teror, insiden bahaya, mogok kerja, sabotase.

Politikus Partai Gerindra itu menilai Pelindo II dapat melakukan pemeriksaan efektivitas dari penerapan sistem manajemen keamanan di kawasan pelabuhan. Menurut dia, Pelindo II harus berkomitmen untuk terus melakukan program pembinaan SDM secara intensif untuk mencetak pegawai yang andal dan kompeten dalam dunia bisnis.

“Sejumlah masalah yang menghambat investasi harus segera diselesaikan. Pemerintah akan mempercepat pembangunan infrastruktur dan menyelesaikan masalah buruh melalui kompromi antara bipartit maupun tripartit,” katanya. Dia menilai kebijakan itu sesuai program pemerintah untuk memeratakan program dan proyek infrastruktur termasuk pelabuhan ekspor-impor. (Ant)

Sumber Artikel