Allianz Life Syariah Himpun Dana Tabarru Rp477 Miliar

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Sepanjang 2016, Allianz Life Syariah menunjukkan kinerja positif. Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia, Ronny Iskandar menjelaskan, total Pendapatan Premi Bruto (PPB) Allianz Life Syariah meningkat 14,4% menjadi Rp854,44 miliar pada akhir 2016 dari Rp739,10 miliar pada akhir 2015.

Allianz Life Syariah juga mencatat peningkatan dana kelolaan sebesar 24,5% menjadi Rp2,12 triliun dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp1,70 triliun.

“Melihat perkembangan bisnis asuransi jiwa syariah di Indonesia, Allianz Life Syariah akan semakin optimis meraih pasar syariah dengan menawarkan perlindungan yang menyeluruh serta memastikan dana dikelola sesuai dengan prinsip syariah secara aman dan hati-hati,” Kata Ronny di Jakarta, Senin (29/5/2017).

Untuk periode yang sama, total dana tabarru mencapai Rp477,12 miliar atau meningkat 29% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp369,85 miliar. Total klaim meningkat 19,3% dibanding 2015 sebesar Rp276,8 miliar.

Sumber Artikel

Bulan Puasa, Kang Emil Imbau Warga Jangan Boros-boros

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Bandung

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mengkampanyekan pola konsumsi yang tidak berlebihan saat memasuki bulan Ramadan. Untuk itu, dirinya mengimbau warga dalam menjalankan ibadah puasa agar tidak boros.

Menurut Emil, bulan Ramadan semestinya menjadi momentum untuk berhemat, bukannya menambah pola konsumsi yang berlebihan.

“Kan masalah utamanya harusnya bulan puasa ini kita berhemat, ternyata malah berlebihan. Bulan Ramadan itu kan kita menahan diri, lebih berempati kepada fakir miskin. Tapi kenyataannya konsumsi daging, biaya konsumsi barang meningkat pesat. Melihat itu, menurut Saya ada yang kurang pas.
Makanya kita mau kampanye agar masyarakat tidak mengkonsumsi berlebihan,” katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (26/5/2017).

Salah satu bentuk kampanye yang akan dilakukan, khususnya untuk komoditas sembako. Pasalnya, meningkatnya konsumsi masyarakat menjadi salah satu pemicu naiknya harga komoditas selama Ramadan.

“Jadi kampanye hidup hemat ini harus menjadi tradisi baru ya. Tidak harus segalanya baru, tidak harus membeli konsumsi sembako berlebihan,” tegasnya

Selain mengkampanyekan pola hidup hemat, Pemkot Bandung juga akan mengkampanyekan daging sapi beku. Selain memiliki kualitas yang sama dengan daging segar, daging beku ini juga memiliki harga yang lebih murah

“Saya akan kampanye daging beku ya karena harga daging sapi beku ini hanya Rp80 ribu per kilogram dibanding sapi yang langsung dipotong Rp20 ribu. Kita akan kampanye kreatif menunjukkan bahwa daging beku itu sama aja. Jadi ini hanya masalah edukasi persepsi,” tuturnya

Emil menambahkan, untuk menekan tingginya harga komoditas yang disebabkan panjangnya jalur rantai distribusi, pihaknya juga berencana menggunakan pendekatan teknologi. Sehingga masyarakat yang akan membeli komoditas cukup pesan lewat aplikasi.

“Saya akan memulai sebuah proses dimana warga Bandung bisa beli beras langsung ke petani melalui handphone. Kayak go food lah kira kira begitu tapi yang dibeli adalah beras. Supaya memotong harga yang terlalu berlebihan yang diatur oleh kartel,”pungkasnya.

Sumber Artikel

Jasa Raharja Prediksi Klaim Santunan untuk 2017 Tembus Rp2,7 Triliun

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Makassar

Kenaikan besar santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas di jalan membuat pengeluaran PT Jasa Raharja dipastikan membengkak. Diperkirakan kenaikannya di atas 50 persen. Bila tahun lalu klaim santunan yang dibayarkan mencapai Rp1,7 triliun, maka pembayaran klaim santunan untuk tahun ini diproyeksikan menembus Rp2,7 triliun.

“Setelah santunan naik per 1 Juni mendatang, diperkirakan jumlah santunan yang akan dibayarkan pada 2017 bisa sampai Rp2,7 triliun. Tapi, tentunya tergantung besarnya angka kecelakaan. Tahun lalu, PT Jasa Raharja membayar santunan mencapai Rp1,7 triliun,” kata Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, M Wahyu Wibowo, di Makassar, Selasa, 23 Mei.

Berdasarkan catatan PT Jasa Raharja, klaim santunan Rp1,7 triliun yang dibayarkan pada 2016 ditujukan untuk sekitar 28 ribu korban meninggal dan 98 ribu korban luka. Khusus untuk jumlah korban meninggal akibat kecelakaan disebutnya cenderung menurun. Toh, pada 2015, jumlah korban meningggal akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 29 ribu orang. Diharapkannya angka kecelakaan lalu lintas bisa terus ditekan.

Wahyu mengimbuhkan sepanjang 2017, jumlah klaim santunan yang dibayarkan sudah mencapai Rp600 miliar. Jumlah itu diprediksi terus meningkat dan kemungkinan cukup signifikan. Pasalnya, pemberlakuan kenaikan santunan untuk korban kecelakaan baru diterapkan pada 1 Juni mendatang. “Dari Rp600 miliar pembayaran santunan, kebanyakan untuk korban luka yang menjalani perawatan,” tutur dia.

Menurut Wahyu, proyeksi meningkatnya klaim santunan juga dipengaruhi perubahan pola masyarakat menghadapi musibah kecelakaan lalu lintas. Dulunya, para korban yang hanya mengalami luka ringan jarang memanfaatkan fasilita PT Jasa Raharja. Namun, kini dengan menggandeng BPJS Kesehatan, para korban luka itu mengoptimlkannya meski hanya luka kecil yang biayanya terkadang cuma Rp100 ribu.

Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Isa Rachmatarwata, menyatakan tidak ada yang salah dengan pola masyarakat yang semakin melek layanan pemerintah. Kemenkeu sendiri menganggap proyeksi naiknya klaim santunan merupakan hal yang wajar. Terlebih, besaran santunan sudah ditetapkan naik melalui Peraturan Menteri Keuangan per 1 Juni mendatang.

“Perlu dicatat adanya perubahan pola. Kalau dulu, orang alami kecelakaan, prosesnya ya lapor polisi lalu ke PT Jasa Raharja untuk diproses santunan sehingga banyak yang tidak mau urus karena repot. Sekarang PT Jasa Raharja pro-aktif dengan mendatangi korban. Belum lagi kemudahan klaim dari rumah sakit. Itu semua yang sebabkan kenaikan (klaim santunan), tapi tidak mengapa karena masyarakat memiliki hak,” ujarnya.

Besar santunan korban kecelakaan lalu lintas di jalan diketahui naik 100 persen terhitung tahun ini. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 15/PMK.010/2017 dan Permenkeu Nomor 316/PMK.010/2017. PT Jasa Raharja dan Kementerian aktif melakukan sosialisasi kebijakan terbaru tersebut. Setelah menggelar sosialisasi di Jakarta, Surabaya dan Medan, PT Jasa Raharja menyambangi Makassar, untuk sosialisasi, Selasa, 23 Mei.

Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh sekitar 250 perwakilan seluruh elemen masyarakat, PT Jasa Raharja membeberkan besaran nominal santunan teranyar. Untuk korban meninggal dunia dan cacat tetap, jumlah santunan meningkat dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta; biaya perawatan untuk korban luka naik dari Rp10 juta menjadi Rp2o juta; penggantian biaya P3K dari tidak ada menjadi Rp 1 juta; penggantian biaya ambulans dari tidak ada menjadi Rp 500 ribu dan biaya penguburan dari Rp2 juta menjadi Rp 4 juta. 

Sumber Artikel

Ada Ex Menteri Dukung HTI? Mendagri: Tanya Sendiri

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta mantan menteri yang diduga pernah mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk mengklarifikasi sendiri kebenaran informasi itu.

“Yang saya sebut biar nanti melakukan klarifikasi sendiri, bukan ke saya,” kata Tjahjo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/5/2017).

Tjahjo meminta mantan menteri itu mengklarifikasi langsung kepada Menkopolhukam, polisi dan jaksa.

Sebab, menurut dia, video yang beredar dan memuat wawancara yang melibatkan mantan menteri itu akurat sekali.

“Soal tahun kapan-tahun kapan kan terus berputar terus,” kata Tjahjo lagi, tanpa menyebukan nama si mantan menteri.

Oleh karena itulah, Tjahjo meminta sang mantan menteri sukarela melakukan klarifikasi sendiri.

Dia menyatakan enggan mengimbau si mantan menteri bersangkutan dengan persoalannya itu.

“Biar dia berklarifikasi sendiri. Kita sudah sama-sama dewasalah,” ujar Tjahjo. (Ant)

Sumber Artikel

Raja Swedia Berkunjung, Jokowi Utus Menristek

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir beserta istrinya Hasbiyah menyambut kedatangan tamu kenegaraan dari Swedia Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu pagi.

Menurut laman resmi twitter Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Minggu, pada penyambutan itu, Raja Swedia dikalungi bunga sementara Ratu menerima seikat bunga.

Tamu kenegaraan dari swedia tersebut melewati karpet merah yang digelar di lapangan bandara.

Pada foto yang diunggah di laman twitter, saat turun dari mobil, Raja dan Ratu Swedia langsung disapa oleh Meristekdikti Nasir.

Nasir juga berjabat tangan dengan Raja Swedia saat menyambut tamu kenegaraan itu.

Menristekdikti Nasir dan Istri juga berbincang-bincang dengan Raja dan Ratu Swedia.

Sebelumnya, kunjungan Raja dan Ratu Swedia ke Indonesia sudah dijadwalkan sejak lama. Kunjungan diawali dengan kehadiran beliau pada 21 Mei dan akan meninggalkan Indonesia pada 25 Mei 2017.

Raja Carl XVI Gustaf sudah pernah ke Indonesia pada tahun 2012. Sedangkan kunjungan Ratu Silvia adalah kunjungan pertama setelah 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swedia.

Rencananya kunjungan Raja dan Ratu Swedia diterma oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Beliau juga akan mengunjungi Bandung dan akan makan santap siang bersama Wali Kota Bandung.

Turut hadir dalam kujungan tersebut delegasi Swedia yang terdiri dari Menteri Luar Negeri Swedia, Sekretaris Negara untuk Urusan Anak dan Kesetaraan Gender dan Kementerian Kesehatan Swedia dan delegasi bisnis dari berbagai sektor termasuk para pengusaha.

Akan ada sekitar 60 perusahaan dari 35 perusahaan ternama Swedia yang ikut dalam kunjungan delegasi bisnis Swedia ke Indonesia.

Fokus pembahasan dalam kunjungan pemerintah Swedia ke Indonesia itu adala kerja sama di bidang investasi, perdagangan, energi terbarukan, riset dan teknologi. (Ant)

Sumber Artikel

BNI Syariah Gandeng Yayasan Hasanah Gelar Acara "Sharing is Caring"

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Dalam rangka ulang tahun ke-4 Nara Kreatif dengan tema Sharing is Caring bersama dengan BNI Syariah dan Yayasan Hasanah Titik mengadakan kegiatan CSR BNI Syariah, hiburan dari anak-anak binaan, dan penyerahan secara simbolik program Hasanah Qur’ani, Hasanah Empowerment, Hasanah Ecopreneur, dan Hasanah Jurnalistik Training.

Acara yang diadakan di rumah singgah Nara Kreatif dihadiri oleh Corporate Secretary BNI Syariah Endang Rosawati, Dewan Pengawas Nara Kreatif Raldi Artono Koestoer, dan Founder Nara Kreatif Nezatullah Ramadhan.

Di Indonesia kesempatan meraih pendidikan yang layak bagi golongan marginal dan anak-anak jalanan cenderung masih rendah sehingga banyak yang harus putus sekolah dan menghabiskan waktu di jalanan. Hal inilah yang mendorong salah satu duta Hasanah BNI Syariah, Nezatullah Ramadhan untuk memberikan solusi permasalahan sosial melalui pengembangan pendidikan dan kemandirian bagi anak-anak jalanan khususnya di daerah Jakarta dan sekitarnya dengan mendirikan Yayasan Nara Kreatif.

Sejak didirikan tahun 2012, Yayasan Nara Kreatif berfokus pada tiga bidang di antaranya pendidikan, lingkungan, dan ekonomi dengan memberikan ketrampilan mendaur ulang sampah untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomis diantaranya paper bag, souvenir, dan kertas daur ulang bagi perusahaan.

Sejalan dengan visi Nara Kreatif dalam mengembangkan kemandirian bagi anak-anak jalanan, sejak tahun 2014 BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik turut bersinergi positif bersama Nara Kreatif yang diimplementasikan dalam berbagai program di antaranya Hasanah Empowerment, Hasanah Qurani, Eco communitypreneur, serta pembangunan fasilitas sekolah bagi para binaan yang mencapai 200 orang.

Tidak berhenti sampai di sini, saat ini BNI Syariah bersama komunitas Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) tengah menggalakkan program Hasanah Journalistic Training bagi anak-anak jalanan. Sebuah program pelatihan menulis dan jurnalistik untuk pemberitaan serta fotografi yang akan dibimbing oleh jurnalis dan fotografer dari berbagai media cetak dan online yang tergabung dalam Jurnalis Ekonomi Syariah (JES).

“Kami menyadari bahwa anak-anak adalah investasi masa depan untuk bangsa dan negara, untuk itu BNI Syariah dengan mengusung Hasanah Lifestyle terus berupaya menebarkan nilai-nilai Hasanah bagi anak- anak jalanan. Kami berharap dengan adanya kerja sama antara BNI Syariah, Nara Kreatif, dan JES dapat menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berHasanah bagi Indonesia,” papar Endang Rosawati, Corporate Secretary BNI Syariah.

Sebagai catatan, Yayasan Hasanah Titik adalah lembaga sosial, kemanusiaan dan keagamaan yang mempunyai afiliasi dengan pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh PT Bank BNI Syariah berdiri sejak Mei 2014. Tahun 2016 BNI Syariah melalui Yayasan Hasanah Titik BNI Syariah telah menyalurkan dana zakat perusahaan sebesar ± Rp6,5 miliar melalui penerapan berbagai program dalam hal pendidikan, pemberdayaan ekonomi & masyarakat, kesehatan, dakwah, dan penanggulangan korban bencana.

Sejak tahun 2014, penyaluran zakat BNI Syariah melalui Nara Kreatif diantaranya 1) rekreasi bersama dhuafa, 2) program Hasanah Qurani adalah program untuk mencetak penghafal al-quran dari seluruh binaan Nara Kreatif. 3) pembangunan fasilitas gedung 4) Eco Communitypreneur yaitu program pelatihan pengembangan ekonomi bagi anak – anak jalanan berupa penyediaan fasilitas mesin jahit bagi binaan putri 4) Bantuan kesehatan bagi seluruh binaan.

Sumber Artikel

ULN Indonesia Triwulan I 2017 Meningkat 2,9 Persen

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I 2017 berada pada posisi USD326,3 miliar, meningkat sebesar 2,9% (yoy) atau sedikit meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 2,0% (yoy).

Berdasarkan kelompok peminjam, peningkatan ULN tersebut dipengaruhi oleh lebih kecilnya kontraksi pertumbuhan ULN swasta pada triwulan I 2017 yaitu sebesar -3,6% (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar -5,5% (yoy).

“Sementara itu, ULN sektor publik tumbuh melambat dari 11,0% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 10,0% (yoy). Pada akhir triwulan I 2017, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar USD166,5 miliar (51,0% dari total ULN), sementara posisi ULN sektor swasta tercatat sebesar USD159,9 miliar (49,0% dari total ULN),” tulis BI dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Dengan perkembangan tersebut, menurut BI rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan I 2017 tercatat relatif stabil di kisaran 34% sebagaimana pada akhir triwulan IV 2016, namun menurun jika dibandingkan dengan triwulan I 2016 yang sebesar 37%.

Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang melambat, sementara pertumbuhan ULN jangka pendek meningkat. Posisi ULN jangka panjang yang mendominasi ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2017 tercatat sebesar USD282,4 miliar (86,5% dari total ULN) atau tumbuh 1,1% (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan IV 2016 yang tumbuh sebesar 1,5% (yoy).

Sementara itu, posisi ULN berjangka pendek pada akhir triwulan I 2017 tercatat sebesar USD43,9 miliar (13,5% dari total ULN) atau tumbuh 16,3% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016 yang tumbuh sebesar 6,0% (yoy). 

“Sejalan dengan peningkatan ULN jangka pendek tersebut, rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa sedikit meningkat dari 35,3% pada triwulan IV 2016 menjadi 36,1% pada triwulan I 2017,” tambah BI.

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan I 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,5%.

Pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016, sementara ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.

“BI memandang perkembangan ULN pada triwulan I 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. BI terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi,” tutupnya.

Sumber Artikel

Menlu: Inisiatif OBOR Dukung Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa inisiatif “One Belt One Road” (OBOR) yang digagas pemerintah China diharapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasi program pembangunan infrastruktur serta konektivitas nasional.

Hal itu disampaikan Menlu RI dalam pertemuan bilateral dengan Menlu China Wang Yi di Diayoutai State Guest House, Beijing pada Sabtu (13/5), seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Konsep “One Belt One Road” (OBOR), yakni suatu strategi pembangunan yang diusulkan Presiden Xi Jinping yang berfokus pada konektivitas dan kerja sama antarnegara, terutama antara China dan seluruh negara Eurasia, yang terdiri dari dua komponen utama jalur ekonomi – jalur sutra darat dan jalur sutra maritim.

Dalam pertemuan bilateral itu, Menlu Wang Yi menjelaskan lebih lanjut konsep “Belt and Road Initiative” China. Dia mengatakan bahwa “Belt and Road Initiative” atau yang dikenal dengan OBOR adalah suatu inisiatif China untuk meningkatkan sinergi visi dan program pembangunan antarnegara dan antarkawasan.

Selain itu, menurut Wang Yi, inisiatif pemerintah China itu juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar negara dan kawasan.

Terkait hal itu, Menlu Retno menyampaikan harapan agar inisiatif OBOR juga dapat mendukung “ASEAN Connectivity Masterplan” 2025, berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat ASEAN, serta berkontribusi terhadap perdamaian, keamanan dan stabilitas global.

Menlu Retno dan Menlu Wang Yi juga membahas tentang kerja sama bilateral. Kedua Menlu berhasil menyelesaikan rencana aksi mengenai implementasi kemitraan strategis komprehensif Indonesia-China.

Rencana aksi tersebut memuat berbagai langkah dan program yang akan dilakukan di bidang kerja sama politik, hukum, dan keamanan; kerja sama maritim; kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata, serta kerja sama hubungan antarmasyarakat.

“Rencana aksi akan semakin meningkatkan kerja sama konkret antara kedua negara, seperti dalam mengatasi dan memerangi perdagangan obat terlarang, terorisme, perdagangan orang, penangkapan ikan secara ilegal, dan kerja sama hukum,” tutur Menlu Retno. (Ant)

Sumber Artikel

Wih, Ada Lorong Peduli Inflasi di Makassar

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Makassar

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meresmikan lorong peduli inflasi di Jalan Toddopuli III, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel. Lorong peduli inflasi merupakan bagian dari program sosial BI sebagai wujud kepedulian dan dedikasi terhadap negeri.

Lorong peduli inflasi juga merupakan bentuk partisipasi BI dalam mendukung program Badan Usaha Lorong alias Bulo yang digagas Pemkot Makassar. Sepanjang lorong tersebut sudah ditata dan dihiasi graffity tentang edukasi keuangan, khususnya pengenalan rupiah. Warga yang tinggal di sepanjang lorong tersebut juga kompak melakukan penanaman cabai di pekarangan rumahnya.

“Keberadaan lorong peduli inflasi merupakan bentuk sinergitas untuk pengembangan Bulo. Semuanya demi pengembangan perekonomian Makassar. Lalu, kenapa kita pilih ikut dalam program tanam cabai? Karena cabai itu salah satu penyumbang inflasi. Makanya kami mendorong warga untuk menanam dan memanen sendiri hasilnya nanti,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel Wiwiek Sisto Widayat di Makassar, belum lama ini.

Lorong peduli inflasi tersebut, menurut Wiwiek, diharapkan pula menambah wawasan masyarakat tentang inflasi. Karena itu, di sepanjang lorong tersebut terdapat beberapa graffity tentang edukasi keuangan. Pihaknya berharap masyarakat paham tentang dampak buruk jika inflasi terus-terusan melanda suatu daerah. Karenanya, untuk menggeliatkan perekonomian dibutuhkan peran serta masyarakat.

Program Bulo ala Pemkot Makassar sendiri sudah berjalan beberapa bulan. Dalam program tersebut, pemerintah memberdayakan warga yang tinggal di lorong untuk menanam cabai di pekarangan rumah. Hasil panennya nanti akan dinikmati warga sendiri. Manfaat program Bulo ini juga untuk menekan harga cabai tetap stabil dan memutus mata rantai panjangnya penyaluran cabai yang kadang memicu harganya melambung.

Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Indira Yusuf Ismail mengapresiasi peran serta BI dalam menyukseskan sejumlah program Pemkot Makassar, termasuk Bulo. Lorong peduli inflasi yang dibina BI dipujinya karena amat tertata rapi dan bersih. Sepanjang lorong, warga yang melintas juga bisa belajar karena dipenuhi pesan-pesan yang mencerdaskan tentang inflasi, 3D (dilihat, diraba, diterawang) dan Gerakan Nasonal Nontunai.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia, lorong binaannya bersih, tertata rapih, dan terdapat banyak pesan yang mencerdaskan dalam bentuk graffity. Ada greenhouse dan pojok baca juga,” ujarnya.

Indira yang merupakan istri Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengharapkan warga termotivasi dalam merawat dan memelihara lorongnya, terkhusus tanaman cabainya. Dengan begitu, keuntungan dan manfaatnya dapat dirasakan berkelanjutan serta dapat membantu perekonomian.

Sumber Artikel

Soal Mandiri Online, OJK Minta Bank Mandiri Tangani Nasabah dengan Baik

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terkait masalah gangguan sistem di Mandiri Online yang merugikan sejumlah nasabahnya. Pengawas dari OJK telah bertemu dan meminta agar sistem Mandiri Online dilakukan perbaikan-perbaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, pengawasan yang dilakukan OJK sudah sesuai dengan prosedur. Maka dari itu selanjutnya penyelesaian masalah harus dilakukan Bank Mandiri selaku penyedia jasa dengan nasabahnya.

 

“Kita sudah melakukan pembicaraan, para pengawas juga sudah lakukan pembicaraan dengan pihak Bank Mandiri. Saya kira Mandiri menanganinya secara baik dan profesional, jadi tidak usah panik kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan antara nasabah dan bank silahkan saja. Tapi kami meyakini dan minta Bank Mandiri betul-betul menanganinya secara baik.” kata Muliaman di Kantor OJK, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

 

Dirinya menambahkan, OJK akan terus melakukan monitoring terhadap implemetasi penyelesaian masalah di bank plat merah tersebut. Sementara bagi nasabah yang dirugikan bisa meminta pertanggungjawaban kepada Bank Mandiri.

 

“Karena Bank Mandiri berhubungan langsung dengan mereka yang dirugikan, maka apakah diganti apa bagaimana itu diselesaikan antara Mandiri dengan nasabah masing-masing,” jelas dia.

 

Pada akhir pekan lalu, layanan perbankan dalam jaringan milik Bank Mandiri yakni “Mandiri Online” mengalami cacat sistem (system corrupt) sehingga menimbulkan perbedaan jumlah saldo milik nasabah. Terdapat nasabah yang mengaku dana tabungannya tersedot ke rekening bank lain secara ilegal.

Sumber Artikel