Kini Naik Citilink Bisa Sambil Belanja Online

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Maskapai berbiaya murah Citilink Indonesia memfasiltasi penumpang untuk berbelanja daring baik sebelum, ketika dan setelah penerbangan dengan menggandeng perusahaan retail daring JD.ID.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahdjo mengatakan dalam konferensi pers, Kamis (31/8/2017), bentuk layanan baru terhadap penumpang tersebut merupakan pertama di Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan memberikan nilai tambah dari setiap penerbangan Citilink Indonesia,” ucapnya.

Dia menambahkan pengalaman berbelanja secara daring dalam penerbangan kiranya dapat menjadi suatu pengalaman unik tersendiri yang bisa dirasakan penumpang.

“Dinamisnya industri penerbangan membutuhkan inovasi-inovasi seperti ini sehingga menjadi faktor pembeda sekaligus memperkuat posisi Citilink Indonesia di sektor ini. Kolaborasi ini memang sudah saatnya terlebih bila melihat jumlah pemain bisnis ‘e-commerce’ di Indonesia tumbuh dengan pesat,” tuturnya.

Juliandra menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statustik (BPS) pada 2016 menunjukkan industri dagang secara elektronik ini dalam 10 tahun terakhir tumbuh sekitar 17 persen dengan total sekitar 26,2 juta usaha.

“Dengan kata lain, Citilink Indonesia berharap terobosan bisnis ini bisa memberi pengalaman unik bagi penumpang dan pelanggan kami berdua,” ucapnya, berharap.

Ragam kerja sama akan dilaksanakan dalam tiga fase dan dimulai pada 31 Agustus 2017 dalam bentuk diskon spesial khusus untuk para penumpang Citilink.

Penumpang Citilink Indonesia akan menerima voucher diskon khusus untuk berbelanja di JD.ID jika membeli tiketnya di situs resmi Citilink Indonesia.

Tidak hanya itu, konsumen juga dapat memilih apakah produknya akan diantar langsung ke rumah, diambil di gerai Citilink Indonesia di bandara atau diberikan saat berada di kabin pesawat.

Bentuk kerja sama yang ditawarkan akan terus berkembang. Beragam penawaran mulai dari sebelum, ketika dan setelah penerbangan (pre-flight, inflight, sampai post-flight experience. Untuk pre-flight experience), laman khusus yang berisi katalog produk-produk unggulan JD.ID akan hadir di situs JD.ID dan juga situs Citilink Indonesia di mana penumpang Citilink bisa berbelanja produk JD.ID di sana.

“Pada ‘in-flight experience’ (di dalam pesawat), penumpang dapat berbelanja produk JD.ID di katalog yang ada di dalam pesawat, penumpang pun bisa mendapatkan produk tersebut di bandara saat mendarat,” imbuhnya.

Sedangkan untuk setelah penerbangan (post-flight), JD.ID dan Citilink Indonesia menawarkan beragam manfaat menarik seperti “loyalty program”, “airport lounge” khusus di mana konsumen bisa berbelanja produk-produk JD.ID dan mengambilnya langsung saat itu juga.

“Pelanggan juga dapat menukarkan JD Points yang mereka miliki dengan Supergreen Garuda Miles,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama JD. ID Zhang Li, mengatakan kerja sama bersama Citilink merupakan terobosan bisnis yang dapat memberikan berbagai manfaat tambahan untuk pelanggan kedua belah pihak.

“Apa yang JD.ID lakukan selama ini bertujuan untuk membuat pengalaman berbelanja ‘online’ menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan buat setiap pelanggannya, dan ini sejalan dengan kolaborasi bersama Citilink Indonesia. Ini menjadi sebuah langkah inovasi bagi kami karena ini merupakan kali pertama perusahaan ‘e-commerce’ bermitra dengan sebuah maskapai penerbangan yang bereputasi baik seperti Citilink Indonesia,” katanya.

Zhang Li menuturkan kerja sama tersebut diharapkan membuat para penumpang Citilink Indonesia menjadi lebih dekat dengan JD.ID dengan adanya beragam pilihan promo dari katalog JD.ID yang membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan dapat melayani lebih banyak pelanggan di Indonesia. (Ant)

Sumber Artikel

Moon Jae-in: Militer Korsel Siap Lawan Rezim Korea Utara!

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Peluncuran rudal provokatif Korea Utara yang melalui wilayah udara Jepang segera dibarengi dengan peringatan kuat dari Korea Selatan bahwa militernya bersiap untuk menyerang Korea Utara dengan keras jika diperlukan.

Korea Selatan dan Jepang mengutuk peluncuran rudal balistik tersebut pada Selasa (29/8/2017).

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan rudal tersebut merupakan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, serius dan serius terhadap negaranya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memerintahkan demonstrasi “kekuatan besar” melawan Pyongyang.

Menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap, Moon mengeluarkan sebuah perintah agar militernya dapat unjuk gigi dalam kemampuannya beberapa jam setelah peluncuran rudal Korut. Demonstrasi tersebut juga termasuk aksi menjatuhkan beberapa bom pada jarak dekat perbatasan antar Korea, Yonhap mengatakan, mengutip dari sekretaris pers Presiden Moon.

Militer Korea Selatan mengeluarkan sebuah peringatan setelah peluncuran tersebut, dengan seorang juru bicara mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan pembalasan “tegas” jika Korea Utara bersikukuh untuk berperang.

Baca ini: http://wartaekonomi.co.id/read152777/donald-trump-kepada-korut-semua-pilihan-ada-di-meja.html

Pada hari Senin, Moon mendesak pejabat pertahanannya untuk meningkatkan reformasi militer jika Korea Utara “melintasi garis,” media setempat melaporkan, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa (29/8/2017).

Moon mengatakan kepada para pejabat untuk “mendesak keras” agar militer “memenuhi persyaratan perang modern sehingga dapat dengan cepat beralih ke sikap ofensif jika Korea Utara melakukan provokasi,” pungkas kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Sumber Artikel

Harga Daging Sapi di Kudus Cukup Stabil

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Kudus

Harga jual daging sapi di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada pekan ini cukup stabil, meskipun harga hewan ternak menjelang perayaan kurban mengalami kenaikan.

Menurut salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Bitingan Kudus, Aftoni di Kudus, Minggu (27/8/2017) harga jual daging sapi memang cukup stabil dengan harga jual Rp110.000 per kilogramnya untuk kualitas super. Sementara harga jual daging kerbau, kata dia, juga demikian hingga Minggu (27/8/2017) masih tetap stabil dengan harga Rp120.000/kg.

Harga pembelian hewan ternak hidup, katanya, memang ada kenaikan, namun untuk harga jual dagingnya masih stabil, karena khawatir ketika dinaikkan justru tidak laku. Apalagi, lanjut dia, transaksi penjualan daging sapi maupun kerbau juga agak lesu.

Pembeliannya, kata dia, masih didominasi pemilik warung serta pesanan dari pemilik hajatan. Dalam sehari, katanya, hanya bisa menghabiskan daging sapi berkisar 40-50 kg, sedangkan sebelumnya bisa mencapai 1 kuintal, sedangkan daging kerbau hanya 15 kg karena peminatnya lebih banyak daging sapi.

Karena setelah Hari Raya Idul Adha penjualan agak sepi, kata dia, selama tiga hari pasca perayaan Hari Kurban akan libur jualan. Sri Eni, pedagang daging sapi di Pasar Bitingan mengakui, transaksi penjualan daging sapi maupun kerbau saat ini agak lesu.

“Jika biasanya dalam sehari bisa laku hingga 60 kg, saat ini hanya 30 kg,” ujarnya.

Sementara untuk penjualan daging kerbau, katanya, hanya mampu menjual 10 kg dalam sehari.

Padahal, kata dia, harga jualnya cukup stabil karena untuk kualitas sedang per kilogramnya dijual dengan harga Rp105.000, sedangkan kerbau berkisar Rp115.000 hingga Rp120.000 per kilogramnya sesuai kualitas dagingnya.

Ia memperkirakan, setelah perayaan kurban pembeli daging di pasar akan sepi, karena banyak masyarakat yang mendapatkan daging.

“Kalaupun ada pembeli, hanya dari pemilik warung makan atau pemilik hajatan,” ujarnya. (RKA/Ant)

Sumber Artikel

Alhamdulillah, Kegiatan JICT Mulai Membaik

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Kegiatan bongkar muat di terminal peti kemas PT Jakarta International Container Terminal (JICT) berangsur membaik dalam dua pekah setelah berakhirnya mogok kerja yang dilakukan Serikat Pekerja (SP) JICT.

Wakil Direktur Utama PT JICT Riza Erivan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/8/2017), mengatakan aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas JICT) terus meningkat.

Menurut dia, kerja sama JICT dengan TPK Koja yang mengoperasikan dermaga utara JICT, juga semakin optimal dalam mempercepat arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Kegiatan bongkar muat dan arus barang berangsur-angsur lancar dan normal. Para pelanggan dapat terlayani dengan baik dan tidak ada penumpukan barang seperti yang dikhawatirkan,” ujarnya.

Riza menjelaskan pada saat ini dan ke depan JICT sedang melakukan proses pembenahan secara internal dan juga yang terkait dengan urusan hubungan industrial.

Dalam penyelesaian urusan internal dan hubungan industrial ini, lanjut dia, JICT selalu berpendoman pada ketentuan hukum dan proses hukum yang berlaku, karena itu perusahaan membutuhkan dukungan dan pengertian semua pihak agar masalah ini segera tuntas dan semakin memperkuat kinerja perusahaan melayani kegiatan bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada saat ini terminal JICT di dermaga barat tetap melayani sekitar enam hingga delapan kapal per minggu dengan total kapasitas bongkar muat mencapai 13.000 TEUs per minggu.

“Produktivitas di seluruh area terminal JICT terus membaik. Kami terus bekerja keras untuk memastikan bahwa pelayanan kepada pelanggan selalu optimal,” tuturnya.

Berkaitan dengan pengelolaan dermaga utara JICT, Riza menyatakan bahwa kerja sama antara JICT dan TPK Koja akan berlangsung hingga akhir Desember 2017 dan akan terus dievaluasi bersama-sama TPK Koja secara bertahap.

Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menjaga dan menjamin kelancaran bongkar muat dan arus barang di Tanjung Priok.

“Sebagai sesama pelaku usaha, kami memahami konsen para pelanggan-pelanggan JICT. Melalui kerja sama dengan TPK Koja, kontinuitas layanan akan selalu terjamin. Apalagi pelabuhan merupakan obyek vital yang harus steril dari kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu kelancaran arus barang,” ucapnya.

Selama kurun waktu 18 tahun kerja sama berjalan, Hutchison dan Pelindo II telah melakukan investasi lebih dari 330 juta dolar AS dalam bentuk peralatan baru, teknologi dan infrastruktur pendukung lainnya di JICT.

Saat ini JICT menguasai sekitar 42 persen kegiatan bongkar muat dan arus barang di Tanjung Priok.

“JICT tetap menjamin untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan agar layanan kegiatan bongkar muat dan arus barang di pelabuhan Tanjung Priok akan tetap terjaga dan berjalan lancar,” kata Riza. (Ant)

Sumber Artikel

Buka Rute Baru, Garuda Indonesia Gandeng Vietnam Airlines

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Maskapai penerbangan Vietnam yakni Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) untuk memperkuat perjanjian kerja sama antara dua maskapai penerbangan di bidang services, maintenance, repair, and overhaul (MRO), dan kargo. Upacara penandatanganan tersebut diadakan di sela-sela kunjungan Sekretaris Jenderal Komite Pusat Partai Komunis Vietnam ke Indonesia atas undangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Bersamaan dengan penandatanganan MOU hari ini oleh Direktur Utama Vietnam Airlines Duong Tri Thanh dan Direktur Utama Garuda Indonesia Airlines Pahala N Mansury, kedua maskapai penerbangan ini memperluas perjanjian kerja sama mereka saat ini dengan rute Hanoi-Ho Chi Minh, Hanoi/Ho Chi Minh-Singapura, Singapura-Jakarta/Bali, dan Jakarta-Bali/Jawa.

Kedua maskapai penerbangan ini sepakat mencari peluang untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di bidang layanan, MRO dan kargo. Perluasan kemitraan antara kedua maskapai ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama keduanya dan berkontribusi untuk mengembangkan Aliansi Skyteam.

“Sejak 2006 Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia telah bekerja sama secara efektif dengan hasil yang nyata dan dengan adanya MOU ini menegaskan bahwa kerja sama ini lebih jauh ke arah kemitraan yang solid dan saling menguntungkan. Kami berharap dapat memperkuat kemitraan kami dengan Garuda Indonesia sehingga pelanggan dapat memperoleh keuntungan dari lebih banyak pilihan penerbangan dan kualitas layanan internasional yang sangat baik dari dua maskapai penerbangan terkemuka di Asia,” ujar Direktur Utama Vietnam Airlines Duong Tri Thanh dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (23/8/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Pahala menuturkan jika pihaknya merasa bangga mengumumkan kerja sama dengan Vietnam Airlines yang akan memperluas jaringan penerbangan kami di Asia Tenggara.

“Vietnam merupakan pasar yang berharga untuk Indonesia dan melalui kerja sama ini, kami dapat menawarkan lebih banyak lagi pilihan perjalanan antara Indonesia dengan Vietnam. Di saat yang sama, perjanjian ini diharapkan untuk meningkatkan perdagangan dan wisata dengan membuat Indonesia lebih mudah diakses oleh wisatawan Vietnam,” ujar Pahala.

Menurut Centre for Asia-Pacific Aviation, aviasi Asia Tenggara berkembang lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata global hampir di tiap negaranya, yang disebabkan oleh berkembangnya ekonomi regional dan masyarakat kelas menengah. Enam dari 10 negara di Asia Tenggara, mengalami pertumbuhan penumpang yang signifikan, dipimpin oleh Vietnam dan Myanmar. Kecenderungan ini diperkirakan akan berlanjut selama tahun 2017.

Kebutuhan akan transportasi udara di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan pada pertumbuhan ekonomi. Jumlah penumpang diproyeksikan untuk meningkat sebesar 1-2,5 kali dari GDP Indonesia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang internasional di Indonesia meningkat sebesar 8.16% dari 13.66 juta penumpang pada tahun 2015 menjadi 14.77 juta penumpang pada tahun 2016. Pertumbuhan penumpang internasional yang berasal dari Indonesia mungkin disebabkan oleh menguatnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah.

Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah penumpang domestik yang meningkat sebesar 16.97% dari 68.78 juta penumpang di tahun 2015 menjadi 80.45 juta penumpang di tahun 2016.

Pesatnya pertumbuhan penumpang transportasi udara membuat Indonesia menjadi negara dengan pembelian pesawat terbanyak ketiga, setelah China dan India. Kuatnya perkembangan dan pertumbuhan industri aviasi Indonesia akan membuka peluang-peluang baru bagi bisnis penerbangan. Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi, yang didukung dengan berkembangnya juga segmen kelas menengah, akan semakin mempromosikan perjalanan udara.

Sumber Artikel

Hotel di Mekah Kebakaran, 600 Orang Terpaksa Dievakuasi

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Sebuah hotel di kota Mekah, Arab Saudi, di mana dua juta Muslim akan melakukan ibadah tahunan yaitu Haji, dievakuasi pada hari Senin, setelah sebuah kebakaran terjadi, layanan pertahanan sipil Arab Saudi mengatakan dalam sebuh pernyataan.

Juru bicara pertahanan sipil Nayef al-Sharif mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden kebakaran tersebut. Kebakaran tersebut dipicu oleh unit pendingin udara yang mengalami kerusakan di lantai delapan sebuah hotel di distrik Azaziyah di Mekah.

“Semua 600 penghuni, yang sebagian besar berasal dari Turki dan Yaman untuk ziarah haji, dievakuasi dan telah kembali ke hotel,” ujar Sharif, sebagaimana dikutip dari The Straits Time, Senin (21/8/2017).

Ibadah haji menjadi momentum bagi umat Islam dari seluruh dunia untuk datang ke kota Mekah di Arab Saudi, tempat kelahiran Nabi Muhammad, dan situs paling dihormati di dalam Islam.

Ibadah Haji, sebuah pilar Islam yang mumpuni Muslim harus dilakukan minimal satu kali tersebut, akan berlangsung di minggu pertama bulan September.

Sumber Artikel

Hingga Agustus, Bulog Sulselbar Bangun 945 Rumah Pangan

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Makassar

Perum Bulog terus menggalakkan Gerakan Stabilisasi Pangan guna mengendalikan harga kebutuhan pokok. Terlebih, menjelang hari-hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Adha 2017 yang jatuh pada 1 September mendatang. Salah satu jurus jitu Bulog dalam pengendalian harga kebutuhan pokok yakni optimalisasi Rumah Pangan Kita (RPK).

 

Kepala Divisi Perum Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin, mengungkapkan pihaknya telah membangun sedikitnya 945 RPK per Agustus 2017. Keberadaan RPK yang tersebar hingga ke lorong dan pelosok desa itu diklaim mampu menjangkau seluruh masyarakat. Rumah pangan mendekatkan masyarakat dengan kebutuhan pokok tanpa harus ke pasar dengan harga yang terjangkau.

 

“RPK itu sampai ke lorong-lorong dan kampung-kampung. Keberadaannya menjangkau dan menstabilisasi harga kebutuhan pokok sehingga tak terjadi gejolak di pasaran. Menjelang Idul Adha, RPK akan lebih dioptimalkan untuk mencegah terjadinya kenaikan harga. Kami harapkan seluruh masyarakat mengaksesnya,” kata Dindin, di Makassar, saat dikonfirmasi Warta Ekonomi.

 

RPK merupakan outlet penjualan pangan milik masyarakat yang dibina langsung oleh Bulog. Rumah pangan tersebut diakuinya rata-rata berskala kecil. Tujuannya selain memberikan stabilitas harga pangan, juga untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Beberapa komoditas pangan yang dijual di RPK meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, telur, terigu dan lainnya.

 

Optimalisasi RPK, Dindin mengatakan membuat pihaknya tidak perlu melakukan operasi pasar. Toh, keberadaan RPK yang tersebar di ratusan titik bahkan berpotensi bertambah tidak jauh berbeda dengan operasi pasar, khususnya pasar murah. Harga pangan di RPK juga diklaimnya selalu berada di bawah harga pasaran. Karena alasan itu pula hingga kini pihaknya tidak berencana menggelar operasi pasar menjelang Idul Adha.

 

“Nggak perlu kita lakukan operasi pasar. Kan ada RPK, tinggal itu yang dioptimalkan untuk Gerakan Stabilisasi Pangan. Tapi tetap kita terus pantau perkembangan harga pangan dan mempersiapkan langkah-langkah strategis bila terjadi gejolak pasar,” papar pria asal Jawa Barat tersebut.

 

Disinggung soal stok pangan menjelang Idul Adha, Dindin menjamin semuanya aman. Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir mengingat Sulsel merupakan lumbung pangan. Dicontohkannya beras, ketersediaannya di gudang mencapai 148 ribu ton dengan tingkat ketahanan pangan hampir 2 tahun. Sedangkan, stok daging kerbau mencapai 20 ribu ton yang dipastikannya memenuhi kebutuhan masyarakat pasca-Idul Adha. 

Sumber Artikel

HUT RI Ke-72, Gubernur Sumsel Optimistis Indonesia Dapat Lewati Masa Sulit

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Palembang

Setelah mendengarkan pidato Presiden Jokowi saat perayaan HUT RI ke-72, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin optimistis dengan kondisi bangsa ke depan dapat melewati masa-masa sulit dan Indonesia pada akhirnya menjadi bangsa yang besar.

Menurutnya momen Peringatan HUT RI diharapkan akan menjadi tonggak atau ada perubahan bagi bangsa Indonesia agar lebih maju dan bermatabat dimata Internasional.

“Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Pihaknya optimis, apa yang disampaikan presiden akan memberikan kepercayaan lebih dalam melewati masa-masa sulit,” ungkapnya, Kamis (17/8/2017). 

Alhamdulillah, ucapnya jika mendengar pidato presiden memberikan kepercayaan lebih, apalagi mudahan tidak lama lagi akan dilakukan hitungan mundur atau countdown Asian Games 2018. 

Sebagai salah satu tuan rumah, Kota Palembang bersama Di Jakarta, dia optimistis dapat menyelesaikan pembangunan venues penunjang Asian Games 2018 dan pada akhirnya penyelenggaraan sukses.

“(Asian Games) Tinggal satu tahun lagi, veneus Insya Allah bisa diselesaikan tahun ini. Yang diperhatikan pelaksanaan, dengan merekrut ribuan voluentir,” imbuhnya.

Sumber Artikel

BPS Sulsel Klaim Penduduk yang Menikah Lebih Bahagia Ketimbang yang Jomblo

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Makassar

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan indeks kebahagiaan merujuk pada status perkawinan menunjukkan bahwa masyarakat di wilayahnya yang menikah cenderung lebih bahagia ketimbang yang jomblo. Data tersebut berbeda dengan angka nasional yang menyebut masyarakat yang jomblo paling bahagia dibandingkan mereka yang menikah.

 

“Kalau di Sulsel, indeks kebahagiaan penduduk yang menikah cenderung lebih tinggi dibandingkan penduduk dengan status perkawinan lainnya. Ya yang namanya kalau sudah menikah memang mestinya lebih bahagia ketimbang yang jomblo. Kan tidak ada orang yang mau jomblo terus,” kata Nursam Salam, saat merilis indeks kebahagiaan Sulsel pada 2017 di kantornya, Selasa, (15/8/2017).

 

Berdasarkan data BPS, indeks kebahagiaan penduduk yang sudah menikah mencapai 72,62. Angka itu lebih tinggi dibandingkan penduduk yang masih jomblo yang terdiri atas tiga kategori. Rinciannya penduduk belum menikah (71,03), cerai hidup (67,84) dan cerai mati (69,26). “Yang paling tidak bahagia ya yang cerai hidup karena masih melihat pasangannya, apalagi kalau menikah lagi,” tuturnya.

 

Bila melihat dimensi kepuasan hidup dari sisi personel maupun sosial, Nursam menyebut penduduk yang menikah memiliki indeks tertinggi. Masing-masing mencapai 67,20 dan 78,74 dibandingkan penduduk dengan status perkawinan lainnya. Dicontohkannya, kepuasan hidup personal dan kepuasan hidup sosial dari penduduk belum menikah rata-rata 65,71 dan 75,22. 

 

Secara keseluruhan, BPS mencatat indeks kebahagiaan Sulsel pada 2017 tercatat 71,91 pada skala 0-100. Indeks kebahagiaan Sulsel lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang hanya mencatat 70,69. Bahkan, Sulsel unggul di seluruh komponen indikator kebahagiaan. “Indeks kebahagiaan Sulsel berada pada urutan ke 15 dari 34 provinsi di Indonesia,” terang Nursam.

 

Merujuk data BPS, provinsi dengan indeks kebahagiaan tertinggi dicatatkan oleh Maluku Utara sebesar 75,68. Disusul Maluku Utara (73,77), Sulawesi Utara (73,69) dan Kalimantan Timur (73,57). Adapun tiga provinsi dengan indeks kebahagiaan terendah yakni Papua (67,52), Sumatera Utara (68,41) dan Nusa Tenggara Timur (68,98). Adapun indeks kebahagiaan ibu kota negara alias DKI Jakarta beraada pada urutan ke-19 sebesar 71,33.

 

Indeks kebahagiaan diukur berdasarkan data hasil SPTK pada 2017 yang dilaksanakan serentak di 487 kabupaten/kota terpilih yang tersebar di 34 provinsi se-Indonesia. Total sampel yang dilibatkan mencapai 72.317 rumah tangga. Dari hasil survei tersebut dengan skala 0-100, bisa diketahui bahwa semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kebahagiaan penduduk yang semakin baik. Sebaliknya, rendahnya nilai indeks menunjukkan ketidakbahagiaan. 

Sumber Artikel

Founder Gojek: Mimpi Saya Itu Jadi Menteri Pendidikan

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Adalah Alamanda Shantika Santoso pencipta aplikasi Gojek yang meninggalkan perusahaan teknologi jasa angkutan Gojek demi mendirikan sekolah. Perempuan kelahiran Jakarta 29 tahun lalu itu kini tak lagi mengusung warna hijau yang identik dengan aplikasi ojek online tersebut, melainkan warna ungu yang menjadi ciri khas Binar Academy.

“Keluar dari Gojek yang merupakan first unicorn startup, saya banyak belajar di sana. Tapi mimpi saya adalah menjadi menteri pendidikan, untuk itu saya ingin membagikan mimpi saya ke orang lain. Seperti di Gojek yang memiliki visi untuk membantu orang lain, yang bisa membahagiakan saya adalah kalau saya bisa berkontribusi kepada lingkungan,” ujar Alamanda saat mengisi sebuah sesi diskusi dalam Habibie Festival 2017 di Jakarta, belum lama ini.

Perempuan berambut pendek yang akrab disapa Ala itu mengaku “berat” menjadi seorang founder sekaligus CEO.

“Kadang suka mikir, suka down, biasalah seorang founder, mikir kayak ‘aduh, akhir bulan bisa gajian enggak, bisa ngegaji orang enggak,’ kayak gitu-gitu,” kata dia.

Namun, anak-anak didiknya di Binar Academy yang mengalami kemajuan dan mulai berkembang menjadi penyemangat dirinya. Memilih angkat kaki dari Gojek memang bukan keputusan yang mudah. Mengaku memiliki pandangan yang berbeda, Ala membulatkan tekad untuk undur diri dari Gojek.

I was a disrupter,” begitu dia menyebut dirinya dulu.

Sukses membesarkan nama Gojek membuat dia menyadari bahwa dia telah “membunuh” aplikasi lain yang memiliki model bisnis serupa.

“Tanpa aku sadari Food Panda mati karena kompetisi, ternyata aku menyakiti banyak orang, di saat Food Panda mati banyak banget yang di-lay off, enggak sadar banyak banget menyakiti orang. Sekarang pemandangan aku, view-nya adalah aku mau men-disrupt para disrupters, enggak ada yang namanya kompetisi justru kita harus berkolaborasi,” ujar Ala.

Mengusung tagline spirit of collaboration and learning, Binar Academy menawarkan sekolah gratis selama 2,5 bulan untuk mereka yang tertarik mempelajari coding dan progamming. Dia ingin membawa pendidikan teknologi lebih tinggi lagi di samping e-commerce, fintech, dan medical tech yang lebih “dilihat orang”.

“Sedangkan kita enggak bisa menciptakan fintech-fintech itu kalau manusianya enggak teredukasi,” ujar Ala.

Tertarik pada Teknologi

Perempuan yang lahir pada 12 Mei 1988 itu mengaku tertarik pada ranah teknologi sejak usia 11 tahun. “Dikasih komputer bukannya dinyalain dulu, tapi saya bongkar dulu, sampai motherboard terkecil tahu,” kata Ala.

“Saya suka art juga, suka menggambar,” sambung dia.

Saat itu, alumnus Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara ini menyadari bahwa dia harus belajar coding, sementara pada waktu itu sumber literatur mengenai pembelajaran bahasa pemograman tersebut di Indonesia masih sangat sedikit.

“Ada sepupu saya yang lama tinggal di London mengajari coding,” ujar  Ala.

Sebelum bergabung dengan Gojek, Ala bekerja di dunia perbankan. Dia mengaku sempat bingung ketika bos Gojek Nadiem Makarim “melamar” dia untuk ikut serta membesarkan Gojek. Dia mengatakan kekhawatiran untuk terjun ke dunia startup juga dirasakan ibundanya kala itu.

“Waktu itu sudah enak banget. Kemudian, ibu saya ajak ke rumah Gojek yang sudah mau ambruk. Ibu sempat tanya. ‘Beneran kamu mau ngurusin tukang ojek?'”, kenang Ala.

Ala bahkan mengaku sempat ingin menolak “pinangan” Nadiem. Namun, Nadiem meyakinkan Ala dengan perkataannya yang masih dia ingat hingga saat ini, “Di Gojek bukan menghidupi diri sendiri, tapi ratusan ribu orang di sana yang membutuhkan.”

Perempuan berkacamata itu akhirnya bergabung dengan Gojek. “Untungnya keluarga sangat open-minded,” kata Ala.

“Setelah Gojek berjalan satu tahun Ibu WhatsApp, we are proud of you,” lanjut dia.

Prinsip inilah yang kemudian dia bawa ke Binar Academy. “Bukan yang penting dapat gaji, tapi ada tujuan saat melangkah ke kantor,” ujar Ala.

Pesan ini juga yang ingin dia sampaikan Ala kepada anak-anak muda generasi Y. “Kamu (Gen Y) harus benar-benar tahu alasan kamu melakukan sesuatu, selalu awali dengan why?, dan yakin sama diri kamu sendiri.” (CP/Ant)

Sumber Artikel