Citarum Terpilih Jadi Objek Penting KKN Mahasiswa

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Bandung

Sungai Citarum kembali terpilih sebagai tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik bagi Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dan Telecommunication University Bandung.

KKN tematik ini terlaksana atas kerja sama yang baik antara Universitas Airlangga dan Universitas Telkom Bandung dengan Kodam III/Siliwangi serta personil TNI yang berada di Sektor VII dibawah kendali Dansektor VII Satgas Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi. 

Sebelum melaksanakan KKN seluruh peserta terlebih dahulu menerima pengarahan dan  pembekalan yang dilaksanakan di Aula Auditorium Telkom University Jalan Telekomunikasi No. 1 Terusan Buah Batu Bandung, Selasa (10/7/2018)

Hadir pada acara pembekalan  tersebut, Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, Mochammad Ashari, Rektor Universitas Telkom, Deece Urdansyah, Kepala Bidang Ketenagaan, Akdemik dan Kemahasiswaan, Kolonel Kav Purwadi Dansektor 7 Satgas Citarum Harum dan Pratiwi Soesilawati, perwakilan PPM Unair.

Dansatgas Sektor VII Citarum Harum, Kolonel Kav Purwadi mengatakan materi yang diberikan diantaranya tentang latar belakang pelaksanaan Satgas Citarum Harum, kondisi nyata dan permasalahan Citarum, susuna tugas satgas Citarum dan program kerja yang akan dilaksanakan.

Menurutnya, Citarum merupakan obyek penting KKN Tematik bagi Mahasiswa Unair dan Telecommunication University Bandung.

“Kegiatan KKN Tematik ini diikuti 87 orang dari Universitas Airlangga, 55 orang dari Telecommunication University dan 10 orang dosen pembimbing,”jelasya

Purwadi mengungkapkan dengan dijadikannya Citarum sebagai lokasi KKN Tematik ini diharapkan dapat memberikan ide dan berbagai solusi tentang pelaksanaan dan penanganan Sungai Citarum, agar Sungai Citarum kembali menjadi harum.

Selain itu, kedatangan para Mahasiswa Unair dan Universitas Telekomunikasi Bandung di Citarum ini dapat dirasakan dan memberikan manfaat kepada warga yang berada disekitar Citarum,” pungkasnya.

Sumber Artikel

Olahraga Tradisional Pun Tak Luput dari Serangan Teknologi

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jambi

Deputi III Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Raden Isnanta mengatakan olahraga tradisional atau yang biasa disebut permainan rakyat mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang.

“Kami melihat bahwa olahraga tradisonal ini lama kelamaan akan punah, satu persatu akan punah dan tidak dikenal i anak cucu kita karena pengaruh teknologi informasi yang begitu cepat, sehingga kita banyak terjebak dengan budaya asing,” kata Raden Isnanta di Jambi, Minggu.

Menurut dia, pengaruh teknologi informasi yang begitu cepat itu membuat banyak pilihan olahraga dari mancanegara sehingga berdampak pada olahraga tradisonal yang menjadi kurang populer di tengah masyarakat.

Olahraga tradisonal “Egrang” salah satu dari sekian banyak olahraga tradisional yang kini hampir punah, dibuktikan saat ini sangat sulit menemukan anak-anak zaman sekarang yang memainkan olahraga tersebut, terutama di daerah perkotaan.

Raden menjelaskan bahwa peran orangtua sangat dibutuhkan dalam pelestarian olahraga tradisional. Sebab dalam sebuah penelitian menyebutkan saat ini hanya sekitar 20 persen orang tua yang mengenalkan olahraga tradisional kepada anaknya. Sedangkan 60 persen orang tua mengarahkan ke olahraga lain.

Selain itu sekitar 72 persen anak-anak saat ini menjadi ketergantungan terhadap peranti elektronik praktis atau gawai (gadget) sehingga anak-anak sekarang lebih banyak meninggalkan olahraga tradisional yang mempunyai beragam filosofi.

“Artinya orang tua cukup beperan untuk olahraga tradisonal itu agar tidak semakin punah, karena salah satu filosofi olahraga tradisonal itu ada untuk menjaga kerukunan di masyarakat, maka harus dihidupkan kembali,” kata dia.

Festival Olahraga Tradisonal Tingkat Nasional (FOTTN) XI yang diselenggarakan di Provinsi Jambi 7-9 Juli 2018 menjadi momentum untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap olahraga tradisional di Indonesia.

Dalam festival tersebut, kontingen dari 18 provinsi di Indonesia mengikutinya, sedangkan Provinsi Jambi sebagai tuan rumah mengikutkansertakan perwakilan kontingen dari 2 kabupaten.

Beberapa olahraga tradisional Indonesia, seperti terompah panjang, dayung, gebuk bantal dan lain sebagainyadilombakan pada acara tersebut.

“Kekayaan bangsa kita yang jumlahnya luar biasa banyak, sehingga menjadi tanggung jawab kita semua untuk melestarikannya,” katanya menambahkan.

Sumber Artikel

Melalui "Papua Terang", PLN Listriki 18 Desa di Yalimo

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) melistriki 18 desa di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, dalam program “Papua Terang” yang ditargetkan selesai pada 2020.

General Manager PLN WP2B, Ari Dartomo, menjelaskan sebelumnya beberapa desa di Elellim dilistriki oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat, kini PLN turut andil dalam mengelola dan mengoperasikan listrik di Kabupaten Yalimo.

“Untuk tahap awal ini, PLN melistriki lima desa yang tersebar di Distrik Elelim,” kata Ari di Jayapura, Jumat (6/7/2018).

Menurut dia, jumlah pelanggan yang terdapat di Distrik Elelim sebanyak 866 pelanggan dengan panjang jaringan kurang lebih 6 kms.

“Kami memohon bantuan kepada seluruh masyarakat di Yalimo ini untuk menjaga infrastruktur kelistrikan yang ada saat ini agar selalu andal,” kata dia.

Ia menjelaskan pasokan listrik di Elelim bersumber dari pembangkit disel dengan kapasitas mesin 2×500 kW atau 1 MW dengan beban puncak saat ini sekitar 350 kW.

Sementara itu, Bupati Yalimo, Lakius Peyon, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PLN di daerahnya dan masyarakat di Elelim bisa memanfaatkan listrik untuk meningkatkan taraf kehidupannya.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang sudah ingin melistriki Kabupaten Yalimo ini. Kami juga berharap PLN ke depannya dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Yalimo ini untuk dijadikan tenaga pembangkit seperti PLTMH dengan memanfaatkan tenaga air,” katanya.

Sumber Artikel

Bank Mandiri Pimpin Pasar Kredit Sindikasi Indonesia

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Bank Mandiri terus memperkuat penyaluran kredit sindikasi. Sampai Juni 2018, kredit sindikasi yang ditangani Bank Mandiri mencapai enam transaksi dengan nilai US$2,9 miliar atau setara dengan Rp42 triliun. Pencapaian ini menempatkan Bank Mandiri di urutan teratas sebagai Mandated Lead Arranger dan Bookrunner dalam data League Table.

Senior Executive Vice President Large Corporate Bank Mandiri, Dikdik Yustandi, mengemukakan, prestasi ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri terlibat aktif dan semakin dipercaya dalam memimpin sindikasi di Tanah Air.

“Penyaluran pembiayaan dengan pola sindikasi dianggap efektif untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek besar, khususnya sektor infrastruktur. Pencapaian ini juga merupakan salah satu komitmen kami dalam berperan aktif mendukung upaya pengembangan bisnis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui aliansi dengan bank lain. Kami meyakini, dengan aliansi, peran perbankan dalam mendukung ekonomi dapat lebih optimal,” kata Dikdik Yustandi di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Bank Mandiri, lanjut Dikdik, ikut mendukung program pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur di Indonesia. Hal ini tercermin dari beberapa transaksi kredit sindikasi yang dilakukan Bank Mandiri, antara lain pemberian kredit sindikasi untuk pengembangan infrastruktur jalan tol dan telekomunikasi.

Salah satu pendanaan yang disalurkan untuk pengembangan infrastruktur dilakukan pada April 2018, di mana Bank Mandiri mendanai pembangunan ruas tol Semarang-Batang dengan nilai transaksi sebesar Rp7,7 triliun.

Pada ruas ini, Bank Mandiri yang bertindak sebagai bookrunner, memimpin sindikasi bersama dengan Bank CIMB Niaga dan Bank Central Asia dengan anggota sindikasi antara lain Sarana Multi Infrastruktur, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Panin, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah.

Sementara di sektor telekomunikasi, Bank Mandiri bersama-sama dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia memberikan kredit sindikasi kepada PT Telekomunikasi International dengan total pembiayaan sebesar US$90 juta.

Sumber Artikel

Juni 2018, Sumut Inflasi 0,04%

Categories: Tags:


Warta Ekonomi.co.id, Medan

Pada bulan Juni 2018, Sumatera Utara alami inflasi 0,04%, angka kumulatif (Januari hingga Juni 2018 justru 0,27%). Empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) juga inflasi yakni Sibolga 0,29%, Pematangsiantar 0,10%, Medan 0,01% dan Padangsidempuan 0,38%. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Syech Suhaimi mengatakan, inflasi lebih rendah dari nasional yaitu 0,59 persen. Dimana komoditas utama penyumbang inflasi adalah kenaikan harga komoditas.

“Sementara di kota Medan selama Juni 2018 inflasi 0,01%, penyumbang inflasi yakni angkutan udara, tomat buah, cabe rawit, angkutan antar kota, upah pembantu rumah tangga, kue basah dan telur ayam ras,” katanya, Senin (2/7/2018).

Hal sama juga terjadi tiga IHK lainnya, dimana umumnya pemicu inflasi dari kenaikan harga komoditas bahan pangan utamanya  harga tomat. Juga ada kenaikan harga ketupat/lontong sayur, udang basah, cumi-cumi, tongkol, cabe rawit, kelapa, telur ayam ras, kue basah, minyak goreng.

“Selain itu, upah pembantu rumah tangga dimana masa lebaran banyak asisten rumah tangga yang pulang kampung sehingga penggantinya mematok harga upah lebih mahal,” ujarnya.

Dikatakannya, masih masa lebaran, ternyata kenaikan angkutan dalam kota dan antar kota ikut memicu terjadinya inflasi, ditambah rokok kretek dan baju kaos berkerah wanita.

“Dari 23 kota di Pulau Sumatera, seluruh kota mengalami inflasi, tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,82% dengan IHK 140,44 dan terendah di Medan dan Pekanbaru sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing 136,47 dan 134,60,” pungkasnya.

Sumber Artikel