OJK Genjot Literasi Keuangan Pemuda Lewat Aksimuda

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan kaum muda, yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi dan program melek keuangan di masyarakat.

Untuk itu, regulator meluncurkan program Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (Aksimuda) 2019. Pasalnya mahasiswa dan pemuda emiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi, serta inklusi keuangan.

“Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan kita dorong terus untuk semakin bagus literasi dan inklusi keuangannya,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam sambutan pada acara Aksimuda 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Baca Juga: Soal Aturan Emas Digital Pegadaian, OJK Bilang Gini

Selain untuk mendukung pencapaian target indeks literasi dan inklusi keuangan sesuai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), kegiatan Aksimuda juga dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung yang jatuh pada 20 Agustus mendatang.

“Kegiatan AKSiMUDA diharapkan memberikan manfaat positif, khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia, serta mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir 2019 sebagaimana tercantum dalam SNKI,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat membuka acara itu.

Menurut Wimboh, OJK bersama industri jasa keuangan berupaya agar target inklusi keuangan dapat tercapai, antara lain dengan meningkatkan tabungan dan investasi melalui program dan produk yang menyasar segmen pemuda, yaitu Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (Simuda).

Selain itu, OJK secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, melakukan investasi pada berbagai produk keuangan, edukasi terkait risiko dan imbal hasil, serta edukasi hak-hak konsumen, yang akan terus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya.

Kegiatan dengan tema Menabung untuk Semua ini dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir, dan Country Director Asian Development Bank (ADB) Wilfried F Wickeiln.

Baca Juga: OJK Bakal Gali Hingga ke Akar Transaksi Saham Garuda, Kenapa Lagi Sih?

Pelaksanaan Aksimuda didasarkan pada data statistik tahun ini yang menunjukkan proyeksi jumlah penduduk Indonesia untuk kelompok pemuda berusia 15-29 tahun sebesar 65,8 juta atau sekitar 24,6% dari total penduduk Indonesia. Data statistik pendidikan tinggi 2018 juga menunjukkan jumlah mahasiswa terdaftar mencapai 9,8 juta orang.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK pada 2016, pemuda (usia 18-35 tahun) memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional, yaitu sebesar 32,1% (usia 18-25 tahun) dan 33,5% (usia 26-35 tahun), dan tingkat inklusi keuangan sebesar 70,0% (usia 18-25 tahun) dan 68,4% (usia 26-35 tahun).

Sumber Artikel

Dari Politik Nasi Goreng hingga Sop Buntut, Komentar PKS Pedas!

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyebut pertemuan-pertemuan petinggi partai tanpa sikap politik yang jelas tidak terlalu penting. Pertemuan tanpa ada kejelasan sikap disebut Mardani sebagai suatu pembodohan publik.

“Di demokrasi biasa kok yang seperti ini, monggo jalan. Tapi kita kembali lagi, kenapa pertemuan itu menjadi kurang penting, pertemuan tanpa ada kejelasan sikap buat saya itu pembodohan buat publik,” kata Mardani dalam sebuah diskusi yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

Baca Juga: Sowan ke Rachmawati, Prabowo Sudah Mantapkan Sikap Politik?

Seperti diketahui, belakangan memang terjadi pertemuan antaran pimpinan petinggi partai politik. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Selain itu, sejumlah Sekretaris Jenderal di Koalisi Indonesia Kerja juga mengadakan pertemuan.

Mardani enggan menyinggung secara spesifik partai dengan ketidakjelasan sikap politik yang ia sampaikan. Menurut dia, wajar bila internal partai memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan sikap politiknya. Ia tetap menegaskan bahwa PKS akan menjadi oposisi.

Baca Juga: Klaim Bersama Jutaan Rakyat, PKS Tak Takut Sendirian

“Buat kami semua partai punya strategi masing-masing dan kami menghargai stragtegi masing-masing, tapi dengan segala kehormatan, kami juga ingin menyatakan dengan jelas kami oposisi,” kata Mardani.

Namun, Terkait pertemuan antara Megawati-Prabowo, maupun Jokowi-Prabowo, Mardani pun memiliki pandangan tersendiri. Menurut dia, pertemuan-pertemuan itu tidak perlu dibalut dan dibesarkan dengan berbagai metafora.

Baca Juga: Terungkap!! Pertemuan Prabowo-Rachmawati Hanya untuk…

“Kalau sekarang ada pertemuan, mau nasi goreng, sop buntut atau apa, janganlah di publik digede-gedein, publik itu sudah cerdas kok, tidak perlu lagi berbagai macam metafora. Cukup menyatakan Pak Jokowi monggo sebagai pemenang, dan kami akan menjadi oposisi yang kritis konstruktif,’ itu sehat,” kata Mardani menegaskan

Kejelasan sikap menjadi oposisi, menurut Mardani adalah kebutuhan demokrasi. Pihak oposisi, kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini, dapat menjadi kanalisasi untuk kritik terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa. Bila tidak terkanalisasi, kata Mardani, justru publik akan kecewa.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Sumber Artikel

Gandeng Kadin, Danamart Siap Kucurkan Pinjaman di Sektor Perkebunan dan Pertambangan

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Danamart bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menggelar sosialisasi Modal Kerja di Era Digital. Melalui kerja sama ini, Kadin Riau dan Sumatera Utara akan memberikan rekomendasi kepada pelaku UMKM dan UKM mengenai layanan modal kerja Danamart. Sebagai perusahaan teknologi finansial (fintech) Danamart melihat potensi besar pertumbuhan UMKM di Riau dan Sumatera Utara.

CEO Danamart Patrick Gunadi mengatakan kegiatan yang berlangsung di Riau dan Medan, Sumatera Utara ini juga perkenalan tentang Fintech yang dapat menjadi peluang bagus yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM dalam mendapatkan pinjaman modal kerja.Melalui permodalan yang lancar diharapkan usaha mikro yang ada bisa berkembang menjadi usaha kecil bahkan menengah.

“Danamart merupakan mitra terpercaya UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Kami akan selalu ada untuk UMKM,” kata Patrick belum lama ini.

Baca Juga: Gandeng Kadin, Danamart Perluas Jaringan ke Pelaku UMKM Jabar

Dalam kegiatan ini Danamart telah menyiapkan kucuran pinjaman disektor perkebunan, pertambangan dan sektor lainnya yang digeluti pelaku UMKM di dua provinsi ini.

Pendanaan modal kerja melalui tekfin saat ini tengah tumbuh pesat, hal ini dikarenakan kemudahan dalam prosesnya. Pelaku UMKM cukup mengunggah dokumen, legalitas, hingga penandatanganan dokumen yang dilakukan secara digital, sehingga memangkas waktu.

Kerja sama dengan Kadin Sumatera Utara dan Kadin Riau ini adalah sebagai bentuk dedikasi Danamart dalam mendukung dan membantu UMKM di Indonesia. Provinsi Riau merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di pulau Sumatera dan menjadi kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi. Dan kota Medan merupakan kota ketiga terbesar di Indonesia yang juga merupakan kota perdagangan, bisnis, dan industri yang memiliki peran penting.

Hingga saat ini Danamart telah menyalurkan dana untuk sektor UMKM lebih dari Rp40 miliar diseluruh Indonesia diberbagai sektor.

Sumber Artikel

Gerindra: Keputusan, di Tangan Pak Prabowo

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade, mengatakan, saat ini belum ada keputusan apapun di parpolnya terkait dengan kemungkinan untuk merapat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Gerindra menyerahkan semuanya kepada Prabowo Subianto selaku Ketua Umum parpol. 

“Sampai sekarang belum ada keputusan apa-apa. Keputusan itu ada di tangan Pak Prabowo. Belum ada apa-apa,” ujar Andre ketika dikonfirmasi, Rabu (24/7).

Baca Juga: Jokowi Tak Hadir dalam Pertemuan Mega-Prabowo, Istana Ungkap Alasannya

Baca Juga: Ternyata di Sini Lokasi Pertemuan Prabowo-Mega dan Jokowi

Andre mengungkapkan, saat rapat dewan pembina Partai Gerindra beberapa waktu lalu, parpolnya telah menyepakati sejumlah hal. Salah satunya memberikan kewenangan kepada Prabowo untuk memutuskan langkah Gerindra ke depan. 

“Parpol sepakat untuk memutuskan untuk memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Pak Prabowo untuk memutuskan di mana posisi kami,” lanjut Andre.

Saat disinggung apakah ada tenggat waktu yang diberikan kepada Prabowo dalam menentukan sikap, Andre menyatakan tidak mengetahui secara persis. “Sepenuhnya ada di tangan Pak Prabowo,” tegasnya. 

Menyoal pertemuan antara Prabowo dan Jokowi di atas MRT pada 13 Juli lalu, Andre menegaskan tidak ada pembicaraan terkait bagi-bagi kursi kabinet. Menurutnya, hal itu hanya sebatas pertemuan kebangsaan dk antara kedua tokoh. 

Andre menegaskan Gerindra tidak meminta apa pun pada saat pertemuan pada akhir pekan itu. “Kami tidak meminta apapun kepada Pak Jokowi di pertemuan kemarin. Ya seandainya ada pertemuan kedua, seandainya Pak Jokowi minta saran ya silakan, tentu Pak Prabowo akan menawarkan sejumlah konsep, misalnya soal kedaulatan energi, kedaulatan pangan dan sebagainya yang selama ini kami kampanyekan, ” tuturnya. 

Namun, jika pada akhirnya Gerindra tetap mengambil posisi menjadi oposisi, Andre menyatakan pilihan itu tidak akan jadi soal. Gerindra pun mengaku tidak akan khawatir karena hanya menjadi minoritas di parlemen. 

“Tidak ada masalah, tidak apa-apa (kalau diminta menjadi oposisi. Gerindra siap kerja sama dengan pemerintah baik di dalam atau di luar pemerintahan. Di dalam atau luar pemerintahan Gerindra harus bisa dirasakan manfaatnya untuk rakyat,” tambahnya. 

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dijadwalkan bertemu pada Rabu siang. Berdasarkan informasi yang berkembang, pertemuan itu akan digelar di kediaman Megawati di Teuku Umar,  Menteng, Jakarta Pusat. 

Partner Sindikasi Konten: Republika

Sumber Artikel

Pendiri Minta Dana Pensiun BOC Indonesia Bubar, Alasannya. . .

Categories: Tags:

Pendiri Minta Dana Pensiun BOC Indonesia Bubar, Alasannya. . .


WE Online, Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membubarkan perusahaan Dana Pensiun BOC Indonesia pada Selasa (16/07/2019) lalu. Pebubaran tersebut dilatarelakangi oleh permintaan dari pendiri Dana Pensiun BOC Indonesia, yaitu PT Linde Indonesia. 

Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK, Anggar B. Nuraini, mengungkapkan bahwa Linde Indonesia sebelumnya telah mengajukan permohonan pembubaran Dana Pensiun BOC Indonesia. Permohonan tersebut diajukan lantaran Linde Indonesia tengah melakukan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pragam pensiun. 

Baca Juga: Pendiri Minta Dana Pensiun Ini Dibubarkan, Sebabnya?

Baca Juga: Alami Kesulitan Keuangan, Dua Dana Pensiun Ini Terpaksa Bubar

“Pembubaran Dana Pensiun BOC Indonesia dilakukan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan program pensiun. Program pensiun dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan Manulife Indonesia,” jelas Anggar, Senin (22/07/2019). 

Anggar menambahkan, dalam ketetapan OJK perihal pembubaran tersebut, OJK juga sekaligus menetapkan tim likuidasi atas Dana Pensiun BOC Indonesia yang terdiri atas Lidwina Dirgantara Mulyono Putri sebagai ketua dan Ita Marlina sebagai anggota tim.

Sumber Artikel

Lika-Liku Hidup Mendiang Arswendo Atmowiloto

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Kabar duka datang dari sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto. Arswendo meninggal dunia pada Jumat (19/7).

Ia disemayamkan di Rumah Duka Kompleks Kompas B-2, Jalan Damai Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Informasi yang beredar menyebutkan akan dilakukan Misa Requiem di Gereja St Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren pada Sabtu (20/7). Mendiang kemudian akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir Sandiego Hill, Karawang.

Arswendo Atmowiloto lahir di Solo Jawa Tengah pada 26 November 1948 dengan nama asli Sarwendo. Nama Sarwendo kemudian diubah menjadi Arswendo. Kemudian, di belakang nama depann Arswendo ditambahkan nama ayahnya, Atmowiloto.

Mendiang masuk ke Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra IKIP Solo usai lulus dari sekolah menengah atas (SMA). Namun, pendidikan di bangku kuliah tersebut tidak tamat. Meski begitu, ia pernah mengikuti International Writing Program di Universitas Lowa, Lowa City Amerika Serikat pada 1979.

Baca Juga: Sang Sastrawan Legendaris, Arswendo Atmowiloto, Telah Berpulang

Semasa hidupnya Arswendo terkenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai surat kabar dan majalah. Di antaranya, menjadi wartawan Kompas dan pemimpin redaksi majalah Hai, Monitor, dan Senang.

Karyanya sebagai sastrawan antara lain berupa naskah drama, cerpen, novel, dan puisi. Di antaranya Sleko (1971), Ito (1973), Lawan Jadi Kawan (1973), Keluarga Cemara 1, Keluarga Cemara 2 (2001), Keluarga Cemara 3 (2001), dan lain sebagainya.

Nama Arswendo semakin dikenal luas setelah mendirikan rumah produksi. Salah satu produksinya yang paling terkenal adalah sinetron Keluarga Cemara.

Kesederhaan Keluarga Cemara di layar kaca mengingatkan penonton Indonesia pada masa itu bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga. Satu dekade berselang lebih sejak serial televisinya berhenti tayang, Visinema Pictures mengangkat kisah Keluarga Cemara ke layar lebar. Film yang rilis pada 3 Januari 2019 ini dibintangi oleh Ringgo Aus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri Puteri dan banyak aktris maupun aktor lainnya.

Baca Juga: Kisah Hidup Llyod Blankfein, Anak Miskin yang Kini Jadi Tajir

Semasa hidupnya, Arswendo mendapatkan bebera penghargaan. Ia mendapat hadiah Zakse (1972) untuk esainya yang berjudul Buyung Hok dalam Kreativitas Kompromi.

Hadiah Perangsang Minat Menulis dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ untuk dramanya yang berjudul Penantang Tuhan dan Bayiku yang Pertama juga berhasil didapatkan oleh mendiang. Dua penghargaan lainnya adalah Hadiah Harapan Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ (1975) untuk dramanya yang berjudul Sang Pangeran dan Sang Penasehat, serta Penghargaan ASEAN Award di Bangkok untuk bukunya yang berjudul Dua Ibu dan Mandoblang.

Hidup Arswendo juga tidak lepas dari kontroversi. Ketika menjabat sebagai pemimpin redaksi tabloid Monitor, mendiang ditahan dan dipenjara karena jajak pendapat Tabloid Monitor memuat hasil survei berkaitan dengan tokoh pembaca. Di sana tertera, Arswendo terpilih menjadi tokoh dengan peringkat 10, sementara Nabi Muhammad SAW berada di nomor 11. Masyarakat Muslim menjadi marah karena polling tersebut.

Baca Juga: Bos H&M Dinobatkan Jadi Orang Terkaya Swedia, Simak Kisah Hidupnya

Mendiang mengaku menyesal pernah melakukan perbuatan yang dinilai melukai umat Islm karena membuat survei kontroversial itu. “Saya menyesal karena saat itu membuat umat Islam terluka,” kata Arswendo dalam sidang uji materi UU Penodaan Agama No 1/PNPS/1965 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Rabu 11 Februari 1 Februari 2010.

Arswendo mengemukakan itu ketika Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan, yang hadir dalam persidangan tersebut sebagai pihak terkait, bertanya apakah terdapat rasa penyesalan. Ia  dihadirkan oleh pihak pemohon uji materi sebagai salah seorang korban yang pernah dijerat hukum karena terkait dengan pasal-pasal tentang penodaan agama.

Pengumuman Tabloid Monitor pada 15 Oktober 1990 atas hasil survei mengenai siapa tokoh yang paling diidolakan oleh masyarakat Indonesia tersebut dinilai telah melukai hati mayoritas umat Islam Indonesia. Arswendo mengakui, metodologi yang dipakainya kurang kuat karena hanya mengandalkan kepada kartu pos dari para pembaca Monitor sehingga setiap warga dapat mengirimkan pendapat mereka masing-masing. 

“Bahkan ada pembaca yang menulis istrinya sendiri sebagai tokoh yang diidolakannya,” katanya.

Monitor saat itu, ujar dia, menerima hingga sebanyak 33.963 kartu pos dan terdapat sejumlah 667 nama yang diajukan para pembaca. Hasil dari survei itu adalah menempatkan antara lain Presiden kala itu, Soeharto, di urutan pertama, sedangkan Nabi Muhammad SAW berada di urutan kesebelas.

Hasil tersebut memicu kontroversi dan sejumlah aksi sehingga Arswendo dijerat dengan pasal-pasal KUHP terkait penodaan agama dan divonis dengan hukuman lima tahun penjara. Sedangkan pada saat banding di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung, Arswendo akhirnya dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara.

Ia menegaskan, sama sekali tidak ada niat untuk menodai atau menistakan agama tertentu terkait dengan survei tersebut. Arswendo pada saat itu bahkan telah meminta maaf baik melalui media cetak dan media elektronik dan Monitor juga telah menuliskan permintaan maaf yang memenuhi halaman pertama dari tabloid tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Sumber Artikel

Modalsaham Gandeng CSA Research Wujudkan Investasi Aman

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

CSA Research kembali menggelar Certified Security Analyst (CSA) Award 2019 hari ini (18/7/2019) di Auditorium Perbanas Institute, Setiabudi, Jakarta Selatan. Event kondang yang sudah berjalan di tahun ketiga ini mengambil tema Tantangan Emiten dalam Menghadapi Perubahan Industri 4.0.

Kegiatan nasional ini merupakan komitmen CSA Research terhadap tren inovasi sektor keuangan digital (fintech). Hal itu dibuktikan melalui penandatanganan letter of intent (LoI) kerja sama pendampingan analisis investasi dengan Modalsaham.co.id sebagai platform pendanaan berbasis ekuitas atau equity crowdfunding (ECF). 

CEO Modalsaham.co.id, Muhammad Reza Alkhawarismi mengatakan, inovasi sektor keuangan digital berbasis ekuitas dapat menjawab permasalahan dunia usaha terkait dengan permodalan, khususnya untuk skala kecil dan menengah.

Baca Juga: Miliarder Korea Selatan Resmi Beli 26% Saham Big Hit Entertainment

“Dengan terbukanya arus investasi dari sektor retail untuk dunia usaha kecil dan menengah, maka secara langsung akan berimplikasi terhadap terbukanya lapangan kerja. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia yang disampaikan Presiden Jokowi baru-baru ini di Sentul Bogor,” kata Reza di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Reza mengaku optimis dengan kerja sama tersebut akan mampu menjadi alternatif solusi pendanaan berbasis ekuitas pada dunia bisnis. Selain itu, juga dapat membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan dan peningkatan literasi keuangan.

Selain berperan dalam pendanaan dunia bisnis, Modalsaham.co.id berusaha menjadi penyelenggara media investasi berbasis ekuitas yang aman untuk masyarakat. Oleh karena itu, penandatanganan LoI dengan CSA Research sebagai asosiasi analisis sekuritas sangat penting dalam memberikan jaminan atas kelayakan usaha yang ditawarkan sahamnya pada Modalsaham.co.id.

“Ini sejalan dengan visi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas sektor keuangan untuk mewujudkan industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Pertemuan Jokowi-Prabowo Bikin Deretan Saham Ini Dulang Cuan

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Ekuiti Bersama Indonesia (AFPEBI), Muhammad Ridwan Nasir berharap insentif fiskal dan jaminan kemudahan menjalankan usaha dari pemerintah akan memudahkan menjalankan usaha dalam mendorong inovasi, khususnya inovasi sektor keuangan berbasis digital sebagaimana mandat Presiden Jokowi. 

“Tentunya pemerintah selaku regulator menyetujuinya,” kata Ridwan. 

Sementara itu, Direktur Utama CSA Research, Haryajid Ramelan berharap kerja sama kedua belah pihak akan mampu mengualitaskan literasi keuangan pada masyarakat Indonesia.

“Semoga kerja sama CSA Research dan Modalsaham.co.id semakin meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar modal dan membuka arus investasi ke dunia usaha,” kata Haryajid. 

Sumber Artikel

Pasangan Tajir! Berapa Total Harta Syahrini-Reino Barack Jika Digabungkan?

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Pernikahan Syahrini dan mantan kekasih Luna Maya, Reino Barack secara tiba-tiba di Jepang membuat gempar jagat raya beberapa waktu silam. Bukan hanya pesta pernikahannya saja, hingga saat ini perjalanan kisah cinta keduanya pun tak luput dari bahasan media.

Syahrini dan Reino merupakan pasangan selebrita yang kaya raya. Kehidupan mereka yang tersorot media selalu diselimuti dengan kemewahan. Jika digabungkan harta keduanya, ada di angka berapa ya kira-kira?

Dunia hiburan sebagai artis

Pemilik nama lengkah Rini Fatimah Jaelani itu kabarnya merupakan salah satu penyanyi yang mendapatkan honor termahal di Indonesia. Sekali manggung, inces begitu ia biasa disapa kabarnya mendapat bayaran hingga Rp250 juta.

Baca Juga: Bikin Melongo! Sukses di Dunia Keartisan, Berikut Rentetan Bisnis Syahrini yang Hasilkan Cuan

Jika dalam satu bulan, ia mengambil job manggung 2-4 kali. Maka, ia sudah bisa mengantongi uang Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Sebagai seorang selebriti, tentu tak hanya melakoni profesi sebagai penyanyi saja, wanita berusia 36 tahun ini pun diketahui juga terjun ke dunia seni peran. Syahrini sudah banyak membintangi film dan juga menjadi bintang iklan.

Sedangkan, suaminya Reino Barack juga mulai dikenal masyarakat sejak ia berpacaran dengan Luna Maya. Pengusaha berusia 35 tahun ini juga kerap menjadi bintang tamu acara televisi, terlebih saat ia sudah berstatus sebagai suami Syahrini.

Gurita bisnis

Tak hanya berkecimpung di dunia keartisan, Syahrini juga memiliki mesin duit dari gurita bisnis yang ia geluti, mulai dari kuliner, fesyen hingga properti.

Seperti bisnis kue kekinian Princess Cake yang laku keras di pasaran meski harganya dibanderol cukup mahal, yaitu sekitar Rp65 ribu hingga Rp82 ribu.

Mantan rekan duet Anang Hermansyah ini juga memiliki bisnis property, yaitu kos-kosan, town house yang berada Bogor dan Rawamangun serta perumahan elite yang bernama Khayangan Residence.

Baca Juga: Pantas Syahrini Cinta Mati! Intip Kerajaan Bisnis Milik Reino Barack Ini

Nah, belum lama ini Syahrini baru saja meluncurkan bisnis terbarunya di bidang fesyen, yaitu t-shirt serta hoodie yang diberi nama Syrpropagandha.

Tak hanya Syahrini yang punya gurita bisnis, sang suami pun demikian. Reino merupakan co-owner di empat restoran ternama di Jakarta, yaitu Ristorante da Valentino, The Cloud Lounge & Dining, restoran khas Jepang Akira Back, serta Altitude at The Plaza.

Tak berhenti sampai di situ, Reino juga membuka kafe atau tempat nongkrong yang terletak di kawasan Senayan, Jakarta yaitu Proof.

Penghasilan yang diperoleh Reino juga didapatkan dari kariernya di PT Global Medicom Tbk yaitu sebuah perusahaan investor untuk perusahaan media dan telekomunikasi milik MNC. Di sana ia menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Pengembangan Usaha.

Pria kelahiran tahun 1984 ini juga menjabat sebagai CEO MNC New Media, yaitu perusahaan yang mengurusi WeChat dan Okezone.com.

Baca Juga: Tengok Sisi Bisnis Luna Maya VS Syahrini, Tajiran Siapa?

Pemilik nama lengkap Reino Ramaputra Barack ini juga dikenal sebagai investor yang jago bermain saham. Ketika usianya belum 20 tahun, ia membeli saham Apple seharga US$60 dan dijual kembali di angka US$700. Wih, keuntungan berkali-kali lipat itu.

Endorse

Tak bisa dipungkiri kalau para selebriti juga mendapatkan penghasilan tambahan sebagai endorser, termasuk dengan Syahrini. Ia memasang tarif Rp100 juta untuk satu kali endorse. Jika digabungkan dari sumber-sumber di atas, berapa kira-kira total kekayaan pasangan ini? Melimpah ruah tentunya.

Sumber Artikel

Toko Tani Indonesia Jual Cabai dengan Harga Miring

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya pengantisipasian kenaikan harga cabai. Salah satu upayanya dengan mengadakan Gelar Cabai Murah (GCM) di 30 Toko Tani Indonesia (TTI) Jabodetabek sejak Minggu (7/7/2019).

Harga cabai yang dijual cukup miring jika dibandingkan dengan harga cabai di pasaran. TTI menjual cabai dengan harga Rp35.000/kg untuk cabai merah keriting dan cabai rawit merah. TTI memasok sebanyak 10 ton cabai merah keriting dan 4 ton cabai rawit dari sentra pertanian.

Baca Juga: Harga Cabai Meroket, Ini Sebabnya!

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi, TTI sangat berperan sebagai pemasok pangan murah termasuk cabai. Kementan melalui TTIC mendistribusikan cabai dari petani langsung ke jaringan TTI yang tersebar di Jabodetabek, dengan tujuan membantu menjaga pasokan dan stabilisasi harga cabai agar stabil dan normal kembali.

“Kami berharap pasokan TTI ini membantu masyarakat untuk mendapatkan cabai dengan harga murah, jadi silakan datang ke TTI,” ujar Agung melalui keterangan resmi yang diterima Warta Ekonomi (14/7/2019).

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri, yang ditemui di TTIC, Sabtu (13/7/2019) menjelaskan gelar cabai murah akan dilakukan sampai harga stabil. Hal ini dilakukan mengingat pantauan yang dilakukan Kementan, harga cabai di beberapa pasar Jabodetabek, belum beranjak turun, baik di tingkat petani maupun pedagang.

Baca Juga: Kendalikan Harga, Toko Tani Indonesia Gelar Pasar Cabai Murah

“Harga cabai merah keriting rata-rata nasional di tingkat produsen hari ini Rp41.750/kg, cabai rawit merah Rp33.800/kg. Sedangkan di Pasar DKI, harga cabai merah keriting rata-rata Rp65.276/kg dan cabai rawit merah Rp66.361/kg,” ujar Risfaheri.

Kementan bisa menjual harga cabai dengan harga murah dan masih fresh karena mereka bekerja sama dengan gabungan kelompok tani yang menjadi binaan.

“Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan ketersediaan stok yang ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat harga cabai kembali stabil,” tambah Risfaheri.

Sumber Artikel

JK: Parpol Kini Sibuk Bicara Kekuasaan

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut situasi politik saat ini membaik setelah Pemilu 2019 selesai. Menurut JK, saat ini sudah tidak muncul lagi perdebatan ideologi antarpartai. Yang justru muncul dan meramaikan publik adalah narasi-narasi jatah kursi di lingkup kekuasaan.

Mantan ketua umum Partai Golkar itu menyebut perang ideologi kepartaian telah tenggelam. Semua partai seperti sudah terbangun dari tidur dan mulai ribut dengan posisi maupun kursi kekuasaan.

“Sekarang ini setelah habis pemilu dan juga MK, cenderung situasi lebih baik. Akhirnya semua lagi berbicara politik yang riil, yaitu kekuasaan, karena ujung daripada perpolitikan adalah siapa yang mempunyai kekuasaan,” ujar JK saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Atasan (PPSA) XXII di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Baca Juga: Wapres JK Buka-bukaan Bedanya Jokowi dengan SBY, Geleng-Geleng

Karena itu, tak heran jika partai politik saat ini lebih disibukkan berbicara mengenai kursi dan jatah menteri. JK menilai hal itu wajar karena semua partai berjuang untuk menang. “Jadi, sekarang ini semua berbicara tentang mandat kekuasan. Semua partai satu, saya dapat kursi berapa, saya dapat menteri berapa, tidak lagi bicara ideologi kita apa. Jadi, kembali ke situ sekarang ini,” kata JK.

Begitu pun partai politik yang berada di luar pemerintahan. Kelompok partai yang berada di oposisi angkat bicara mengenai posisi untuk lima tahun mendatang. “Pihak yang satu berbicara tentang a,a,a, saya mau posisi yang melawan Anda, BPN jadi ingin mengoreksi,” ungkap JK.

Baca Juga: Gaya Indonesia, Banyak Bicara Kurang Bekerja, JK Sindir Siapa?

JK menyebut kondisi tersebut wajar karena bagian dari keseimbangan perpolitikan Indonesia. “Ini (agar) terjadi balancing. Idenya terjadinya balancing. Itulah sistem perpolitikan kita. Kita ingin negara yang menengah secara politik,” ujar sosok yang dua kali menjabat sebagai wapres tersebut.

Menurut dia, proses tersebut juga tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara lain. “Kalau di Amerika hanya dua parpol, tapi kita yang di DPR kira-kira delapan atau sembilan. Tapi, ada negara yang banyak parpolnya. Contohnya Sri Lanka. Parpolnya ada 20, menterinya ada 100, karena semua bagi-bagi kursi sampai 100. Kita menteri terbatas hanya boleh 34. Tidak boleh lebih di UU,” katanya.

Politikus senior Partai Golkar itu pun menyinggung bahwa saat ini sudah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara satu partai dan partai lainnya. Menurut dia, meski banyak perbedaan politik, hal itu tidak akan memengaruhi kondusivitas di Tanah Air.

“Suatu politik yang balancing tetapi damai. Kebiasaan kita seperti itu selama lima tahun terakhir. Tidak ada konflik macam-macam,” kata JK.

Narasi perebutan kekuasaan itu ditunjukkan partai koalisi pengusung presiden terpilih. Selepas pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) lalu, dua partai pengusung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yakni Golkar dan PKB, langsung bermanuver menjadi yang ideal mengisi posisi kursi ketua MPR. Perebutan kursi MPR ini bahkan juga ditegaskan JK dalam pernyataannya yang menyebut partai berlambang pohon beringin paling layak untuk memimpin MPR.

Saat itu, JK mengatakan, secara hitung-hitungan kursi, PDIP menjadi partai yang otomatis berhak mendapat kursi ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Ya tentu yang adil ketua DPR nomor satu, ketua MPR-nya ya nomor dua, itu yang adil. Ya masa langsung tiba-tiba nomor lima, gimana cara hitungannya,” ujar dia saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (21/5) lalu.

Namun, pernyataan JK itu dilawan dengan manuver yang dilakukan PKB. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai semua partai memiliki peluang yang sama untuk duduk di kursi ketua MPR. Ia mengatakan, posisi kursi ketua MPR hanya bergantung pada hasil pembahasan dalam parpol koalisi.

Namun, Cak Imin mengklaim partainya pantas untuk menduduki kursi tersebut sebab dapat mewakili suara Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua MPR ini mengatakan, PKB juga cocok mengisi posisi ketua MPR berdasarkan rekam jejak dan visi kebangsaan. “Tapi, tentu koalisi di bawah kepemimpinan Pak Jokowi akan membicarakan itu secara serius,” katanya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Sumber Artikel