Gara-gara Ini Rusia Harus Susah Payah Padamkan Api di Atas Kapal Induknya

Categories: Tags:


WE Online, Moskow

Para pekerja darurat telah memadamkan kobaran api yang melahap satu-satunya kapal induk Angkatan Laut Rusia, Admiral Kuznetsov, Jumat (13/12/2019). Selain menewaskan satu tentara, insiden ini juga menyebabkan seorang perwira hilang dan sepuluh orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena menghirup asap.

Armada Utara Rusia yang bermarkas di Murmansk mengatakan kebaran yang melanda kapal Admiral Kuznetsov dimulai pada hari Kamis.

Kantor berita TASS dan RIA Novosti melaporkan nyala api utama telah padam pada Jumat pagi. Sepuluh orang dirawat di rumah sakit pada hari Kamis karena menghirup asap selama kebakaran di kapal raksasa yang berlabuh di galangan kapal Zvezdochka di kota pelabuhan utara Murmansk.

Baca Juga: Rusia: NATO Tingkatkan Ketegangan di Semua Bidang

Insiden itu terjadi selama pekerjaan reparasi yang dimulai sejak April 2018 oleh United Shipbuilding Corporation Rusia. Pada Oktober 2018, kapal mengalami kecelakaan lain ketika sebuah crane jatuh dan menghantam geladaknya, yang menewaskan seorang pekerja.

Harian Rusia, Kommersant, melaporkan pada hari Jumat bahwa kobaran api muncul ketika logam panas dari proses pengelasan jatuh dari poros dan bersentuhan dengan tumpukan sampah yang tergeletak di dek bawah, termasuk selembar kain berminyak.

Alarm kebakaran di kapal telah dibongkar selama reparasi, dan itulah sebabnya api berkesempatan menyebar. Sebuah penyelidikan diluncurkan pada hari Kamis terhadap kemungkinan pelanggaran keselamatan konstruksi.

Baca Juga: Rusia Lebih Lunak soal Nuklir, Katanya Korut Tak Perlu Diberi Sanksi tapi…

Kommersant, dalam laporannya, mengatakan kerusakan akibat kebakaran sebagian besar pada kabel yang harus diganti dalam reparasi.

Pekerjaan perbaikan kapal, dengan biaya yang dilaporkan sekitar USD1 miliar, dikerjakan setelah penugasannya di lepas pantai Suriah.

Admiral Kuznetsov menjadi yang pertama dari armada baru kapal induk Soviet, tetapi Angkatan Laut Rusia telah dihantam oleh penurunan besar dalam pendanaan sejak runtuhnya Uni Soviet 1991.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Sumber Artikel