Kasus Corona Masih Tinggi, India Optimis Bakal Segera Buka Mal hingga Hotel

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Para pejabat di India mengatakan sebagian mal perbelanjaan, hotel, restoran dan rumah ibadah akan diperbolehkan buka kembali setelah karantina wilayah Covid-19.

Namun, wilayah-wilayah yang paling terkena dampaknya mungkin masih akan lockdown sebulan lagi. Sementara kasus-kasus virus corona mencapai titik tertinggi baru dalam beberapa hari belakangan.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan bahwa mengimbau rakyat untuk mematuhi panduan karantina untuk menghentikan penyebaran pandemi.

“Pertempuran (melawan Covid-19) akan berlanjut,” ujarnya mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga: Ya Allah! Kasus Corona di India Sudah Melebihi China

Dirinya mengatakan bahwa India diselimuti berbagai masalah. Di mana padatnya populasi dan sumber daya yang terbatas.

Pada waktu yang sama, dia menyuarakan nada optimisme. India berada pada jalur menuju “kemenangan” dalam pertempuran melawan virus corona dan akan menjadi contoh dalam “kebangkitan ekonomi” menyusul penutupan sebagian besar bisnis selama dua bulan di negara itu.

Keputusan untuk membuka lagi sebagian ekonominya muncul ketika negara itu mencatat lonjakan kasus baru tertinggi pada Jumat, 29 Mei 2020. Di mana, menambah hampir 8.000 infeksi baru.

Negara terpadat kedua di dunia itu kini memiliki 174 ribu kasus dan termasuk di antara 10 negara yang paling terkena dampaknya di dunia. Hampir 5.000 telah meninggal dunia dan para pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa puncak pandemi belum juga tiba.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Sumber Artikel

Ridwan Kamil Klaim Jabar Sudah Nol Zona Merah, Masa Sih

Categories: Tags:


WE Online, Bandung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim per hari ini, Jumat, 29 Mei 2020 sudah tidak ada lagi zona merah COVID-19 di wilayahnya.

“Jadi saya ulangi, di Jawa Barat hari ini nol zona merah, 12 zona kuning dan 15 zona biru,” kata Emil saat menggelar jumpa pers di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Jumat.

Kang Emil mengatakan sebelumnya ada tiga daerah yakni Kota Cimahi, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi masuk zona merah namun per hari ini ketiga daerah tersebut sudah tidak lagi masuk ke dalam zona merah.

Baca Juga: Pesantren NU Tolak Diterapkan New Normal, Kasus Masih Tinggi dan Makin Meluas

“Jadi yang tadinya ada tiga zona merah, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi sudah tidak masuk zona merah tapi masuk zona kuning. Yang tadinya zona biru level dua hanya lima daerah, sekarang ada 15,” katanya.

Ia mengatakan jika dipresentasekan zona biru level dua sebanyak 60 persen, kemudian yang masuk di zona kuning sekitar 40 persen.

Dikatakannya karena dalam kriteria ilmiahnya zona yang masuk level dua dikategorikan sebagai daerah dengan penyebaran COVID-19 yang terkendali, maka 60 persen daerah yang zona biru inilah yang diberi izin untuk melakukan the new normal.

“Kami di Jabar menyepakati istilahnya adalah AKB, adalah Adaptasi Kebiasaan Baru. Jadi 60 persen yang level dua biru akan melakukan AKB, kemudian yang 40 persen yang zona kuning,  kami tetap waspada tidak mengendurkan pengawasan,” kata dia.

“Maka yang 40 persen zona kuning atau 12 kota kabupaten, kami tetap merekomendasikan untuk melakukan PSBB,” lanjut Kang Emil.

Sumber Artikel

Jakarta Siap Buka Tempat Hiburan, Kapan Tepatnya?

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta akan membuka tempat wisata dan hiburan di Jakarta secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi penyebaran kasus COVID-19.

“Jadi dibukanya bertahap. Jelas dengan mempertimbangkan kasusnya seperti apa. Membaik atau tidak. Itu jadi kunci utama,” kata Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Medan Siap Laksanakan New Normal, Kapan?

Pembukaan kembali tempat wisata dan hiburan secara bertahap tersebut, kata Cucu, dicari yang memiliki risiko penularan paling sedikit terlebih dahulu, selain itu juga menunggu rekomendasi tim Gugus Tugas COVID-19 DKI Jakarta

“Jadi tidak sekaligus bersamaan. Itu yang lagi dibahas dan mereka harus punya protokol Covid-19  oleh masing-masing tempat wisatanya,” ujar Cucu.

“Mereka kan ada kaidah-kaidah yang sebelum dia menetapkan itu, dia punya acuan kapan boleh dibuka atau tidaknya. Semua juga kalau nanti perkembangannya positif, tentu akan dibuka secara bertahap. Baik itu tempat wisata ataupun tempat lainnya terkait wisata seperti hotel dan hiburan malam. Tapi waktunya belum bisa ditentukan, komandonya di Gugus Tugas,” ucap Cucu.

Sumber Artikel

Mantan Menkes Era SBY Kembali Masuk BUI, Fahri Hamzah dan Irmanputra Sidin Bereaksi….

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Fadilah Supari, kini kembali dipenjara, setelah sebelumnya dia sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Ini berawal dari Siti Fadilah yang diwawancarai melalui podcast di akun Youtube Deddy Corbuzier. Video tersebut diunggah hari Kamis (21/5/2020) yang berjudul Siti Fadilah, Sebuah Konspirasi – Saya Dikorbankan (Eksklusif).

Baca Juga: Duh Kaget, Kepala Daerah Kok Sering Ngelawan Jokowi?

Namun akibat dari wawancara tersebut, Siti Fadilah kembali dimasukkan ke dalam penjara. Hal tersebut mengundang reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya politikis Partai Gelora, Fahri Hamzah, dengan hashtag #BebaskanSitiFadilah.

“Baru dengar beliau mendadak ditarik lagi ke Lapas pondok Bambu padahal Rabu kemarin diamankan ke RDPAD Gatot Subroto karena Lapas jadi zona Merah. Usia beliau 71 tahun. Tapi masih ditahan macam orang berbahaya. Ikut prihatin,” kata Fahri seperti dikutip dari akun Twitternya, #2020ArahBaru @Fahrihamzah, Senin (25/5/2020).

Baca Juga: Menkes Era SBY Curigai Vaksin Bill Gates Karena 2 Alasan Ini

“Ibu Prof Dr Siti Fadilah adalah korban dari hukum yang dijalankan dengan dendam sehingga tidak sensitif terhadap ‘azaz manfaat’ dalam hukum. Akhirnya manfaat hukum dipakai untuk musuh negara bukan untuk bangsa sendiri,” sambungnya.

Sementara advokat dan Ahli Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin beranggapan Siti Fadilah harusnya tidak terbukti karena sudah banyak jasa yang menguntungkan negara (otomatis keuangan negara), karenanya hal ini sudah tergolong demi kepentingan negara.

“Sehingga Presiden dan DPR memiliki dasar konstitusional untuk melakukan penghapusan hukuman (Amnesti) dan rehabilitasi kepada beliau. Tujuannya adalah agar kedepan banyak orang-orang cakap masih tertarik dan tulus menjadi pengelola (pejabat) negara,” seperti dikutip dari akun Twitter Irmanputra_Sidin @IrmanputraSidin.

Nama Siti Fadilah sendiri kembali mencuat saat pandemi virus Corona (Covid-19) dan menyuarakan agar Indonesia tidak tunduk dengan World Health Organization (WHO) serta tidak menggunakan vaksin dari Bill Gates.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Sumber Artikel

Jokowi Tak Gelar Open House, Kalau Menteri…

Categories: Tags:

Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana tidak akan mengadakan gelar griya (open house) pada Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Presiden Jokowi dan keluarga tidak akan menggelar open house saat Lebaran tahun ini. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” jelas Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres), Bey Machmudin, seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden juga meminta kepada seluruh menteri dan anggota Kabinet Indonesia Maju untuk tidak mengadakan acara open house. “Tentunya apa yang dilakukan oleh Presiden diharapkan bisa diikuti oleh seluruh jajaran kabinet, karena Wakil Presiden juga tidak akan mengadakan acara open house,” ungkap Bey.

Baca Juga: Jokowi: Tak Mudik Memang Berat, Tapi …..

Meski demikian, kata Bey, Jokowi tetap mendorong agar tradisi silaturahmi saat Lebaran terus dilakukan meskipun tidak berjumpa secara tatap muka. Silaturahmi tersebut bisa dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan berbagai media dan teknologi.

“Tradisi silaturahmi bersama keluarga dan kerabat agar terus dijaga. Meski tidak bertemu secara langsung, silaturahmi bisa dilakukan secara virtual,” lanjutnya.

Di Lebaran-lebaran sebelumnya, Jokowi biasa mengadakan open house bagi semua kalangan saat Idul Fitri. Lebaran tahun lalu, Jokowi melakukan open house di Istana Negara Jakarta. Dua tahun sebelumnya, Jokowi menggelar kegiatan tersebut di Istana Bogor.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Sumber Artikel

Pertamina Pastikan Stok LPG Aman saat Lebaran

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

PT Pertamina (Persero) pastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat jelang Lebaran, meski di tengah pandemi Covid-19 Satuan Tugas Ramadhan & Idul Fitri (Satgas Rafi) 2020 Pertamina tetap siaga.

Pada masa Lebaran tahun ini, permintaan LPG diprediksi naik dikisaran 5% dibandingkan kondisi normal (sekitar 25.847 Metrik Ton per hari). Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan rumah tangga untuk menyiapkan makanan bagi keluarga.

“Trend peningkatan kebutuhan LPG dimulai sejak berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di mana aktivitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah dan konsumsi makanan untuk keluarga lebih tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang hari raya, Pertamina menyediakan stok LPG yang aman dan mencukupi. Seluruh fasilitas kami beroperasi dengan tanki LPG terisi maksimal,”ujar Fajriyah Usman, VP Corporate Communication Pertamina di Jakarta (20/5/2020).

Baca Juga: PSBB di Tengah Ramadan, Konsumsi LPG Diperkirakan Tumbuh 6%

Fajriyah menambahkan, untuk melayani kebutuhan LPG tersebut, Pertamina telah menyiagakan 657 SPBBE, 3.908 Agen dan 177.717 Outlet untuk melayani LPG PSO, 808 Agen dan 84.712 Outlet LPG Non PSO. Selain memenuhi kebutuhan LPG, Pertamina juga menyalurkan jaringan gas (Jargas) untuk 220 ribu rumah tangga.

Berbeda dengan LPG, menurut Fajriyah kebutuhan BBM justru mengalami penurunan tajam pada seluruh produk. Untuk BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) diperkirakan mengalami penuruhan hingga 27,5% atau sekitar 67,7 Kilo Liter (KL) per hari dibandingkan pada realisasi penyaluran BBM dalam kondisi normal. Penurunkan juga terjadi pada BBM jenis Gasoil sektiar 22,8% atau 31,9 KL per hari. Untuk jenis Avtur diperkirakan sebesar 602 KL per hari atau turun 95% dibandingan kondisi normal.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Sumber Artikel

Pemerintah Minta Masyarakat Adaptasi, Tapi Belum Longgarkan PSBB

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Melakukan kegiatan produktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan agar aman dari infeksi COVID-19 adalah normal yang baru yang harus dijalani masyarakat di tengah pandemi, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

“Kita harus tetap produktif tetapi dengan mengedepankan prinsip-prinsip agar kita tetap aman dari COVID-19. Inilah yang kemudian menjadi perubahan perilaku yang mendasar untuk kita sekalian dan inilah yang kita sebut sebagai normal yang baru,” kata Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa.

Masyarakat Indonesia harus menjalani kehidupan yang normal seperti bekerja dan melakukan kegiatan produktif lain tapi sambil tetap menjalankan langkah-langkah untuk menghindari infeksi COVID-19.

Sumber Artikel

APA?! Penerbangan LN Tak Pernah Tutup, Jumlah Penumpang Reaktif Covid-19 Terus Naik!

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Penyebaran Covid-19 dari luar negeri ke Indonesia, sepertinya tidak bisa dibendung selama penerbangan penumpang dari luar negeri terus dibuka. Jumlah penumpang dari luar negeri yang berstatus reaktif pun angkanya terus mengalami kenaikan hingga 40 orang.

Berdasarkan data Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, penumpang yang datang dari luar negeri bisa mencapai antara 600-1.000 orang per hari.

Rata-rata, di antara penumpang itu ada yang berstatus reaktif atau Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Jumlah penumpang dari luar negeri yang berstatus reaktif pun angkanya terus mengalami kenaikan hingga 40 orang lebih.

Baca Juga: Buka Peti hingga Mandikan Jenazah, 15 Orang Langsung Terpapar Covid-19!

Untuk penerbangan penumpang tujuan domestik atau dalam negeri rata-rata lebih aman karena telah dilengkapi surat bebas Covid-19.

Ketua KKP Kelas 1 Bandara Soetta, Anas Maruf mengatakan, penerbangan luar negeri tidak pernah ditutup dan setiap harinya selalu ada. Berbeda dengan penerbangan domestik yang dilakukan pembatasan penumpang.

“Harus dibedakan, penerbangan luar dan dalam negeri, yang luar negeri tidak ada buka-tutup. Hanya dalam negeri yang diatur. Kalau dari luar negeri tidak pengaruh, tiap hari ada,” kata Anas, Minggu (17/5/2020).

Dijelaskan dia, sejak gelombang kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Soetta hingga saat ini jumlah penumpang yang reaktif Covid-19 angkanya terus naik. Namun, bukan berarti penumpang domestik selalu aman. Banyak juga yang terpaksa dipulangkan karena surat keterangan sehatnya telah kedaluwarsa atau tidak valid.

“Kalau jumlah tepatnya kita tidak hitung. Ada 40 orang lebih, itu dari luar negeri yang reaktif. Kalau yang di dalam negeri, pemeriksaannya di luar bandara. Tapi kalau dari luar negeri memang ada penambahan yang reaktif,” paparnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Sumber Artikel

Innalillahi, Aktor Kawakan Henky Solaiman Tutup Usia

Categories: Tags:


WE Online, Bogor

Dunia hiburan Indonesia kembali dilanda kabar duka. Aktor kawakan Henky Solaiman dilaporkan meninggal dunia, Jumat (15/5/2020).

Informasi itu disampaikan oleh sutradara Joko Anwar lewat akun Twitter. Ia mengunggah gambar Henky Solaiman dengan keterangan yang menjelaskan kabar tersebut.

Arie Kriting pun menyebarkan informasi serupa, masih di platform yang sama. Ia menyampaikan belasungkawa bersamaan dengan unggahan fotonya bersama Henky Solaiman.

Hingga pukul 23.20 WIB, nama Henky Solaiman sudah dicuitkan sebanyak 20,7 ribu kali di Twitter, sampai masuk ke daftar tren Indonesia.

Sumber Artikel

Ini Dia Sanksi Bagi Pelanggar PSBB di Jakarta

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Satpol PP Kecamatan Cempaka Putih menjatuhkan sanksi sosial yang unik bagi pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yakni menyanyikan lagu nasional. Hal itu merupakan temuan pelanggaran saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

“(Para pelanggar PSBB) Nyanyi ‘Indonesia Raya’ dan ‘Bagimu Negeri’. Hari ini ada 10 orang yang terjaring melanggar PSBB,” kata Kasatpol PP Kecamatan Cempaka Putih  Aries Cahyadi di sela-sela operasi PSBB di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu.

Baca Juga: Kabar Baik Gusti, Pasien Corona Turun di 3 Provinsi PSBB, Wilayah Anies Hingga…

Terlihat salah satu pelanggar PSBB yang tidak menggunakan masker malu-malu saat disuruh menyanyikan lagu nasional “Bagimu Negeri” oleh petugas.

“Malu pak, malu,” kata salah satu pelanggar sambil tersipu saat diminta menyanyikan lagu nasional oleh petugas Satpol PP Cempaka Putih.

Selain menyanyikan lagu nasional, para pelanggar yang tidak tuntas atau enggan menyanyikan lagu nasional diminta untuk melakukan “push up”. Para pelanggar PSBB di kawasan Cempaka Putih itu rata-rata tidak menggunakan masker dan tidak membawa identitas, seperti KTP, lalu diberikan sanksi menyanyikan lagu nasional.

Sanksi berupa menyanyi lagu nasional dan “push up” itu dipilih Satpol PP Cempaka Putih karena saat ini pihaknya belum selesai mempersiapkan rompi oranye untuk sanksi kerja sosial seperti tertuang dalam Pergub 41/2020 tentang sanksi pelanggar PSBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 41/2020 tentang Sanksi Bagi Pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sanksi-sanksi yang akan dikenakan kepada pelanggar mulai dari teguran tertulis, kerja sosial, hingga denda berbayar.

Sumber Artikel