Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Sedikitnya 36 anggota pasukan keamanan Afghanistan dan 22 gerilyawan Taliban telah tewas dalam bentrokan baru di bagian utara negeri itu, kata beberapa pejabat dan media lokal pada Selasa.

Pertemuan baru berkecamuk bertepatan dengan babak pembicaraan perdamaian dua-hari, yang sedang berlangsung di Moskow, antara wakil Taliban dan beberapa pejabat Afghanistan –yang tidak berafiliasi kepada Pemerintah di Kabul.

Safiullah Amiri, Wakil Ketua Majelis Provinsi Kunduz di perbatasan dengan Tajikistan, mengatakan kepada Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam, gerilyawan itu telah merebut sejumlah pos pemeriksaan yang diawaki oleh personel militer, polisi dan anggota milisi pro-pemerintah pada Senin malam (4/2).

Amiri mengkonfirmasi bahwa 36 personel keamanan telah gugur –dan sedikitnya 20 lagi cedera– dalam serangan tersebut.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan serangan Taliban di Kunduz telah dipatahkan.

“Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghanistan memukul mundur serangan musuh di Daerah Khwaja Pak dan Taloka di pinggir Kota Kunduz semalam, sekitar pukul 01.00 waktu setempat,” demikian isi pernyataan kementerian tersebut.

Sedikitnya 22 gerilyawan tewas dan sebanyak 18 orang lagi cedera, tambah kementerian itu. Sejumlah personel keamanan telah gugur dalam pertempuran, katanya.

Serangan serupa oleh gerilyawan dilaporkan terjadi di Provinsi Baghlan di Afghanistan Utara, tempat, menurut stasiun Radio Azadi, sebanyak 10 personel keamanan telah gugur dalam serangan terkoordinasi oleh Taliban.

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahed, yang mengakui kedua serangan tersebut, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa empat pos pemeriksaan telah sepenuhnya direbut.

Mujahed menambahkan tak kurang dari 40 personel pasukan Afghanistan telah tewas di Kunduz dan Baghlan.

Sumber Artikel