WE Online, Jakarta

Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher, mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sampai saat ini masih terus mendorong adanya penyatuan kalender hijriah atau kelander hijriah permanen. Dengan demikian, tak ada lagi perbedaan pandangan dalam penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan awal Dzulhijjah.

“DPR terus mendorong Pemerintah untuk supaya terus mengkaji, terus melakukan ikhtiar untuk membangun dan membuat kalender bersama,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/6/2019).

Menurut Ali, kalender hijriyah bersama tersebut sangat penting agar ke depannya tidak ada lagi perbedaan menyangkut penentuan hari-hari besar umat Islam.

Baca Juga: Sambut Lebaran, Late Night Shopping Lippo Malls Sedot 38 Ribu Pengunjung

“Ini menjadi agenda yang cukup penting kita lakukan karena kita berharap tahun-tahun yang akan datang tidak terjadi perbedaan. Yang ada hanya lah persamaan-persamaan untuk membangun bangsa negara yang kita cintai ini,” jelasnya.

Pada tahun ini, awal Idul Fitri 1440 Hijriah memang masih ditetapkan melalui sidang isbat yang melibatkan Kemenag, MUI, perwakilan ormas Islam, dan instansi terkait. Namun, setelah adanya kalender hijriah bersama, tradisi sidang isbat tersebut bisa dihapus.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Sumber Artikel