Warta Ekonomi.co.id, Jayapura

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menemukan sebanyak 1.016.758 pemilih ganda atau memiliki data identitas diri lebih dari satu.

Anggota Bawslu Papua, Anugrah Pata, dalam pemeriksaan ditemukan adanya pemilih yang sudah masuk daftar pemilih tetap (DPT), namun nama dan tempat tanggal lahir ganda. Selain itu juga ditemukan nama, tempat tanggal lahir, dan alamat pemilih yang ganda.

“Ada yang kartu keluarga (KK) ganda, nomor induk kependudukan (NIK) ganda, nama dan tempat tanggal lahir  ganda,” jelas Anugrah dalam saat ditemui di Jayapura, Sabtu (20/10/2018).

Menurut Anugrah, temuan itu terungkap setelah dilakukan pencermatan terhadap DPT Pemilu 2019 di 29 kabupaten/kota di Papua yang diserahkan ke Bawaslu yakni sebanyak 3.005.284 pemilih.

“Data ganda ditemukan di semua kabupaten di Papua,” kata Anugrah.

Anugrah menyampaikan, temuan itu dikategorikan dalam lima kelompok yaitu KK dan NIK ganda tercatat 182.741 orang, NIK ganda 370.563 orang, NIK, dan TTL ganda mencapai 181.062 orang, serta nama dan TTL ganda mencapai 184.004 orang, dan nama, TTL, alamat ganda sebanyak 98.388 orang.

“Hasil pencermatan ini akan diserahkan ke KPU Papua untuk melakukan sinkronisasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sehingga tidak ada lagi data ganda,” tutup Anugrah Pata.

Sumber Artikel