Warta Ekonomi.co.id, Medan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara tengah mengembangkan peningkatan literasi ekonomi dan perbankan di masyarakat. Pengembangan literasi yang dilakukan ini berfokus pada lingkungan perguruan tinggi, salah satunya di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) dengan mendirikan BI Corner.

Kepala Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso mengatakan keberadaan BI Corner di Kampus USU diharapkan bisa menjadi bahan literasi bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa terkait ekonomi dan perbankan.

“BI Corner dapat menjadi sarana informasi dan edukasi khususnya terkait akan fungsi Bank Indonesia sebagai pengambil kebijakan perekonomian negara,” ujarnya saat meresmikan BI Corner di kampus USU, , Medan, Kamis (20/7/2017).

Dikatakannya, pada BI Corner tersedia buku-buku dan literatur bertema perekonomian, keuangan, dan perbankan. Selain itu, buku pengembangan diri yang dilengkapi dengan fasilitas tambahan berupa komputer dan televisi.

“Melalui BI Corner mahasiswa USU juga dapat langsung mengakses berbagai informasi secara online seputar isu, tugas, dan peran BI terkait perekonomian Indonesia. Literatur yang tersedia di BI Corner masih terbatas karena memang merupakan semacam ruang depan. Bagi yang ingin mendapatkan bahan bacaan lengkap kita menyediakan perpustakaan yang bisa diakses,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaa BI Corner bukan cuma bahan bacaan melainkan bersama pihak kampus juga bisa membuat kegiatan bedah buku.

“BI selalu bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam melakukan kajian ekonomi, karena diharapkan keterlibatan akademisi akan menghasilkan masukan yang lebih komprehensif. Salah satu topik kajian BI saat ini adalah pengembangan ekonomi syariah karena potensinya cukup besar di Sumatera Utara,” katanya.

Arief menambahkan BI Corner merupakan salah satu progam Bank Indonesia untuk ikut dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan sebab melalui pendidikan yang baik maka dipercaya akan mendorong terwujudnya kesejahteraan.

“Jadi, kesejahteraan bukan melulu soal perekonomian. Akan tetapi, juga menyangkut pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.

Sumber Artikel