WE Online, Jakarta

Ketatnya persaingan industri ritel makanan di Indonesia memaksa entitas anak usaha PT Hero Supermarket Tbk (HERO), Giant, menutup enam gerai miliknya pada 28/07/2019 mendatang. Sayangnya, masalah yang ada bukan hanya soal keberlanjutan bisnis salah satu peritel raksasa tersebut, melainkan juga perihal nasib ratusan pegawai yang turut terdampak. 

Melansir dari detikfinance, Direktur HERO, Hadrianus Wahyu Trikusumo, mengungkapkan bahwa penutupan enam gerai tersebut sudah dikomunkasikan dengan jelas kepada setiap pegawai Giant sebagai salah satu pihak yang paling terkena dampak penutupan gerai. 

Baca Juga: 6 Gerai Giant Tutup, Begini Kata Aprindo

Hadrianus juga menyampaikan, sulit bagi pihaknya untuk mengambil keputusan tersebut. Namun, apa mau dikata bahwa mekanisme tersebut harus tetap dijalankan demi kebertahanan bisnis di dunia ritel. 

“Ini bukan hal yang mudah. Sebagai pemberi kerja yang signifikan di Indonesia, kami sangat memahami pengaruh yang akan ditimbulkan terhadap rekan kerja yang terkena dampak (penutupan Giant),” imbuhnya, Jakarta, Selasa (25/06/2019) kemarin. 

Sebelumnya, salah seorang pegawai Giant yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa di tahun ini akan ada 24 gerai Giant yang akan ditutup oleh perusahaan. 

Baca Juga: Giant Gulung Tikar, BEI Tagih Jawaban Hero Supermarket!

“”Kabarnya sih tahun ini target 24 toko yang ditutup. Dari 15.000 (karyawan secara nasional), katanya mau disisain 1.500 orang,” kata pegawai tersebut. 

Ketika dikonformasi perihal kabar tersebut berikut dengan kelanjutan dari gerai Giant lainnya, Hadrianus enggan menjawab. Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya saat ini akan lebih fokus pada pengembangan bisnis dalam jaringan HERO yang mempunyai kinerja baik, yaitu Guardian Health & Beauty dan IKEA. 

“Mohon maaf, untuk saat ini kami tidak dapat memberikan komentar terkait hal ini (nasib gerai Giant lainnya),” tegasnya. 

Sumber Artikel