WE Online, Jakarta

Rusia dan China makin mesra, setelah China dipinggirkan AS dari dunia bisnis. Kedua negara sekarang menandatangani kesepakatan perdagangan bilateral dengan menggunakan mata uang Ruble dan Yuan.

Sebagaimana dikutip dari laman rt.com, ini hanya sebagian kecil dari berbagai deal besar yang dilakukan antara Rusia dan China, yang langsung dipimpin oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Pemimpin China, Xi Jinping.

“Rusia dan China ingin mengembangkan cara baru untuk settlement dengan uang negara masing-masing,” ujar Putin kepada para wartawan.

Baca Juga: Ditolak di AS, Huawei Malah Kembangkan Jaringan 5G ke Rusia

Dia menambahkan bahwa kedua negara telah menandatangani perjanjian antarnegara untuk perluasan penggunaan Yuan dan Ruble dalam operasi finansial kedua negara.

Draf dari keputusan pemerintah mengenai perdagangan mata uang kedua negara sudah dirilis pada Rabu (5/6/2019) pagi waktu Moscow. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Beijing dan Moscow akan mengembangkan national payment system, sebagaimana juga memfasilitasi pembayaran antarnegara dengan memakai mata uang nasional dan mata uang lainnya.

Sebelumnya, Huawei, raksasa telko China, yang dianggap membahayakan keamanan AS, pada Rabu (5/6/2019) itu juga menandatangani kesepakatan dengan MTS, raksasa telko Rusia, untuk mengembangkan jaringan 5G di seluruh Rusia pada tahun depan.

Sama dengan perjanjian mata uang, kesepakatan ini langsung ditandatangani oleh pemimpin China, Xi Jinping dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moscow.

Baca Juga: Akibat Sanksi AS, Perusahaan China Siap Kabur ke Rusia

Sebagaimana dikutip dari laman CNA, kesepakatan ini akan melihat “pengembangan teknologi 5G dan peluncuran pilot project untuk jaringan 5G pada 2019-2020,” demikian statement MTS.

Guo Ping, juru bicara Huawei, mengatakan sangat gembira dengan kesepakatan dalam area strategis seperti 5G.

Sumber Artikel