Jakarta Siap Buka Tempat Hiburan, Kapan Tepatnya?

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta akan membuka tempat wisata dan hiburan di Jakarta secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi penyebaran kasus COVID-19.

“Jadi dibukanya bertahap. Jelas dengan mempertimbangkan kasusnya seperti apa. Membaik atau tidak. Itu jadi kunci utama,” kata Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Medan Siap Laksanakan New Normal, Kapan?

Pembukaan kembali tempat wisata dan hiburan secara bertahap tersebut, kata Cucu, dicari yang memiliki risiko penularan paling sedikit terlebih dahulu, selain itu juga menunggu rekomendasi tim Gugus Tugas COVID-19 DKI Jakarta

“Jadi tidak sekaligus bersamaan. Itu yang lagi dibahas dan mereka harus punya protokol Covid-19  oleh masing-masing tempat wisatanya,” ujar Cucu.

“Mereka kan ada kaidah-kaidah yang sebelum dia menetapkan itu, dia punya acuan kapan boleh dibuka atau tidaknya. Semua juga kalau nanti perkembangannya positif, tentu akan dibuka secara bertahap. Baik itu tempat wisata ataupun tempat lainnya terkait wisata seperti hotel dan hiburan malam. Tapi waktunya belum bisa ditentukan, komandonya di Gugus Tugas,” ucap Cucu.

Sumber Artikel

Mantan Menkes Era SBY Kembali Masuk BUI, Fahri Hamzah dan Irmanputra Sidin Bereaksi….

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Fadilah Supari, kini kembali dipenjara, setelah sebelumnya dia sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Ini berawal dari Siti Fadilah yang diwawancarai melalui podcast di akun Youtube Deddy Corbuzier. Video tersebut diunggah hari Kamis (21/5/2020) yang berjudul Siti Fadilah, Sebuah Konspirasi – Saya Dikorbankan (Eksklusif).

Baca Juga: Duh Kaget, Kepala Daerah Kok Sering Ngelawan Jokowi?

Namun akibat dari wawancara tersebut, Siti Fadilah kembali dimasukkan ke dalam penjara. Hal tersebut mengundang reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya politikis Partai Gelora, Fahri Hamzah, dengan hashtag #BebaskanSitiFadilah.

“Baru dengar beliau mendadak ditarik lagi ke Lapas pondok Bambu padahal Rabu kemarin diamankan ke RDPAD Gatot Subroto karena Lapas jadi zona Merah. Usia beliau 71 tahun. Tapi masih ditahan macam orang berbahaya. Ikut prihatin,” kata Fahri seperti dikutip dari akun Twitternya, #2020ArahBaru @Fahrihamzah, Senin (25/5/2020).

Baca Juga: Menkes Era SBY Curigai Vaksin Bill Gates Karena 2 Alasan Ini

“Ibu Prof Dr Siti Fadilah adalah korban dari hukum yang dijalankan dengan dendam sehingga tidak sensitif terhadap ‘azaz manfaat’ dalam hukum. Akhirnya manfaat hukum dipakai untuk musuh negara bukan untuk bangsa sendiri,” sambungnya.

Sementara advokat dan Ahli Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin beranggapan Siti Fadilah harusnya tidak terbukti karena sudah banyak jasa yang menguntungkan negara (otomatis keuangan negara), karenanya hal ini sudah tergolong demi kepentingan negara.

“Sehingga Presiden dan DPR memiliki dasar konstitusional untuk melakukan penghapusan hukuman (Amnesti) dan rehabilitasi kepada beliau. Tujuannya adalah agar kedepan banyak orang-orang cakap masih tertarik dan tulus menjadi pengelola (pejabat) negara,” seperti dikutip dari akun Twitter Irmanputra_Sidin @IrmanputraSidin.

Nama Siti Fadilah sendiri kembali mencuat saat pandemi virus Corona (Covid-19) dan menyuarakan agar Indonesia tidak tunduk dengan World Health Organization (WHO) serta tidak menggunakan vaksin dari Bill Gates.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Sumber Artikel

Jokowi Tak Gelar Open House, Kalau Menteri…

Categories: Tags:

Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana tidak akan mengadakan gelar griya (open house) pada Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Presiden Jokowi dan keluarga tidak akan menggelar open house saat Lebaran tahun ini. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” jelas Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres), Bey Machmudin, seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden juga meminta kepada seluruh menteri dan anggota Kabinet Indonesia Maju untuk tidak mengadakan acara open house. “Tentunya apa yang dilakukan oleh Presiden diharapkan bisa diikuti oleh seluruh jajaran kabinet, karena Wakil Presiden juga tidak akan mengadakan acara open house,” ungkap Bey.

Baca Juga: Jokowi: Tak Mudik Memang Berat, Tapi …..

Meski demikian, kata Bey, Jokowi tetap mendorong agar tradisi silaturahmi saat Lebaran terus dilakukan meskipun tidak berjumpa secara tatap muka. Silaturahmi tersebut bisa dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan berbagai media dan teknologi.

“Tradisi silaturahmi bersama keluarga dan kerabat agar terus dijaga. Meski tidak bertemu secara langsung, silaturahmi bisa dilakukan secara virtual,” lanjutnya.

Di Lebaran-lebaran sebelumnya, Jokowi biasa mengadakan open house bagi semua kalangan saat Idul Fitri. Lebaran tahun lalu, Jokowi melakukan open house di Istana Negara Jakarta. Dua tahun sebelumnya, Jokowi menggelar kegiatan tersebut di Istana Bogor.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Sumber Artikel

Pertamina Pastikan Stok LPG Aman saat Lebaran

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

PT Pertamina (Persero) pastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat jelang Lebaran, meski di tengah pandemi Covid-19 Satuan Tugas Ramadhan & Idul Fitri (Satgas Rafi) 2020 Pertamina tetap siaga.

Pada masa Lebaran tahun ini, permintaan LPG diprediksi naik dikisaran 5% dibandingkan kondisi normal (sekitar 25.847 Metrik Ton per hari). Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan rumah tangga untuk menyiapkan makanan bagi keluarga.

“Trend peningkatan kebutuhan LPG dimulai sejak berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di mana aktivitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah dan konsumsi makanan untuk keluarga lebih tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang hari raya, Pertamina menyediakan stok LPG yang aman dan mencukupi. Seluruh fasilitas kami beroperasi dengan tanki LPG terisi maksimal,”ujar Fajriyah Usman, VP Corporate Communication Pertamina di Jakarta (20/5/2020).

Baca Juga: PSBB di Tengah Ramadan, Konsumsi LPG Diperkirakan Tumbuh 6%

Fajriyah menambahkan, untuk melayani kebutuhan LPG tersebut, Pertamina telah menyiagakan 657 SPBBE, 3.908 Agen dan 177.717 Outlet untuk melayani LPG PSO, 808 Agen dan 84.712 Outlet LPG Non PSO. Selain memenuhi kebutuhan LPG, Pertamina juga menyalurkan jaringan gas (Jargas) untuk 220 ribu rumah tangga.

Berbeda dengan LPG, menurut Fajriyah kebutuhan BBM justru mengalami penurunan tajam pada seluruh produk. Untuk BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) diperkirakan mengalami penuruhan hingga 27,5% atau sekitar 67,7 Kilo Liter (KL) per hari dibandingkan pada realisasi penyaluran BBM dalam kondisi normal. Penurunkan juga terjadi pada BBM jenis Gasoil sektiar 22,8% atau 31,9 KL per hari. Untuk jenis Avtur diperkirakan sebesar 602 KL per hari atau turun 95% dibandingan kondisi normal.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Sumber Artikel

Pemerintah Minta Masyarakat Adaptasi, Tapi Belum Longgarkan PSBB

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Melakukan kegiatan produktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan agar aman dari infeksi COVID-19 adalah normal yang baru yang harus dijalani masyarakat di tengah pandemi, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

“Kita harus tetap produktif tetapi dengan mengedepankan prinsip-prinsip agar kita tetap aman dari COVID-19. Inilah yang kemudian menjadi perubahan perilaku yang mendasar untuk kita sekalian dan inilah yang kita sebut sebagai normal yang baru,” kata Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa.

Masyarakat Indonesia harus menjalani kehidupan yang normal seperti bekerja dan melakukan kegiatan produktif lain tapi sambil tetap menjalankan langkah-langkah untuk menghindari infeksi COVID-19.

Sumber Artikel

APA?! Penerbangan LN Tak Pernah Tutup, Jumlah Penumpang Reaktif Covid-19 Terus Naik!

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Penyebaran Covid-19 dari luar negeri ke Indonesia, sepertinya tidak bisa dibendung selama penerbangan penumpang dari luar negeri terus dibuka. Jumlah penumpang dari luar negeri yang berstatus reaktif pun angkanya terus mengalami kenaikan hingga 40 orang.

Berdasarkan data Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, penumpang yang datang dari luar negeri bisa mencapai antara 600-1.000 orang per hari.

Rata-rata, di antara penumpang itu ada yang berstatus reaktif atau Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Jumlah penumpang dari luar negeri yang berstatus reaktif pun angkanya terus mengalami kenaikan hingga 40 orang lebih.

Baca Juga: Buka Peti hingga Mandikan Jenazah, 15 Orang Langsung Terpapar Covid-19!

Untuk penerbangan penumpang tujuan domestik atau dalam negeri rata-rata lebih aman karena telah dilengkapi surat bebas Covid-19.

Ketua KKP Kelas 1 Bandara Soetta, Anas Maruf mengatakan, penerbangan luar negeri tidak pernah ditutup dan setiap harinya selalu ada. Berbeda dengan penerbangan domestik yang dilakukan pembatasan penumpang.

“Harus dibedakan, penerbangan luar dan dalam negeri, yang luar negeri tidak ada buka-tutup. Hanya dalam negeri yang diatur. Kalau dari luar negeri tidak pengaruh, tiap hari ada,” kata Anas, Minggu (17/5/2020).

Dijelaskan dia, sejak gelombang kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Soetta hingga saat ini jumlah penumpang yang reaktif Covid-19 angkanya terus naik. Namun, bukan berarti penumpang domestik selalu aman. Banyak juga yang terpaksa dipulangkan karena surat keterangan sehatnya telah kedaluwarsa atau tidak valid.

“Kalau jumlah tepatnya kita tidak hitung. Ada 40 orang lebih, itu dari luar negeri yang reaktif. Kalau yang di dalam negeri, pemeriksaannya di luar bandara. Tapi kalau dari luar negeri memang ada penambahan yang reaktif,” paparnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Sumber Artikel

Innalillahi, Aktor Kawakan Henky Solaiman Tutup Usia

Categories: Tags:


WE Online, Bogor

Dunia hiburan Indonesia kembali dilanda kabar duka. Aktor kawakan Henky Solaiman dilaporkan meninggal dunia, Jumat (15/5/2020).

Informasi itu disampaikan oleh sutradara Joko Anwar lewat akun Twitter. Ia mengunggah gambar Henky Solaiman dengan keterangan yang menjelaskan kabar tersebut.

Arie Kriting pun menyebarkan informasi serupa, masih di platform yang sama. Ia menyampaikan belasungkawa bersamaan dengan unggahan fotonya bersama Henky Solaiman.

Hingga pukul 23.20 WIB, nama Henky Solaiman sudah dicuitkan sebanyak 20,7 ribu kali di Twitter, sampai masuk ke daftar tren Indonesia.

Sumber Artikel

Ini Dia Sanksi Bagi Pelanggar PSBB di Jakarta

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Satpol PP Kecamatan Cempaka Putih menjatuhkan sanksi sosial yang unik bagi pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yakni menyanyikan lagu nasional. Hal itu merupakan temuan pelanggaran saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

“(Para pelanggar PSBB) Nyanyi ‘Indonesia Raya’ dan ‘Bagimu Negeri’. Hari ini ada 10 orang yang terjaring melanggar PSBB,” kata Kasatpol PP Kecamatan Cempaka Putih  Aries Cahyadi di sela-sela operasi PSBB di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu.

Baca Juga: Kabar Baik Gusti, Pasien Corona Turun di 3 Provinsi PSBB, Wilayah Anies Hingga…

Terlihat salah satu pelanggar PSBB yang tidak menggunakan masker malu-malu saat disuruh menyanyikan lagu nasional “Bagimu Negeri” oleh petugas.

“Malu pak, malu,” kata salah satu pelanggar sambil tersipu saat diminta menyanyikan lagu nasional oleh petugas Satpol PP Cempaka Putih.

Selain menyanyikan lagu nasional, para pelanggar yang tidak tuntas atau enggan menyanyikan lagu nasional diminta untuk melakukan “push up”. Para pelanggar PSBB di kawasan Cempaka Putih itu rata-rata tidak menggunakan masker dan tidak membawa identitas, seperti KTP, lalu diberikan sanksi menyanyikan lagu nasional.

Sanksi berupa menyanyi lagu nasional dan “push up” itu dipilih Satpol PP Cempaka Putih karena saat ini pihaknya belum selesai mempersiapkan rompi oranye untuk sanksi kerja sosial seperti tertuang dalam Pergub 41/2020 tentang sanksi pelanggar PSBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 41/2020 tentang Sanksi Bagi Pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sanksi-sanksi yang akan dikenakan kepada pelanggar mulai dari teguran tertulis, kerja sosial, hingga denda berbayar.

Sumber Artikel

Warga Jakarta Masih Banyak Santuy di Jalan, Seolah Tak Ada di Pandemi

Categories: Tags:


WE Online, Jakarta

Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Chotib Hasan menganjurkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) harus diperketat karena saat ini tren kasus COVID-19 masih bersifat fluktuatif dan belum ada tanda-tanda menurun.

“Harusnya (PSBB) malah diperketat karena kita lihat dengan kondisi PSBB yang sekarang saja banyak masyarakat yang tidak disiplin,” kata Chotib dikutip dari Antara, Jakarta, Senin.

PSBB penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Saat PSBB dijalankan, protokol kesehatan harus tetap dilakukan seperti karantina diri saat sampai di daerah tujuan dari daerah asal, menjaga jarak, dan menggunakan masker saat ke luar rumah.

Baca Juga: Bangga Terbebas dari Wabah Corona, Vietnam Siap Buka Kembali Sekolah

Saat PSSB dijalankan sekarang ini, Chotib mengatakan masih terdapat banyak pengguna kendaraan bermotor tanpa helm dan tanpa masker bahkan berboncengan di Jakarta, padahal hal itu tidak diperbolehkan selama PSBB.

Sumber Artikel

Roy Kiyoshi Beli Psikotropika Secara Daring, Polisi: Ia Tak Tahu Itu Penyimpangan

Categories: Tags:


WE Online, Bogor

Membeli psikotropika secara daring, Roy Kiyoshi dilaporkan tak memahami kalau hal itu melanggar hukum, menurut kepolisian.

Kebiasaan itu Roy lakukan semenjak berhenti konsultasi dengan dokter untuk mengatasi gangguan tidurnya.

“Dia tidak tahu apa yang dilakukan itu adalah penyimpangan,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung, Sabtu (9/5/2020).

Baca Juga: Terungkap! Alasan di Balik Penggunaan Narkoba oleh Vanessa Angel Ternyata . . . .

Padahal menurut ketentuan undang-undang, penggunaan pil psikotropika harus diawasi lansgung oleh dokter.

“Obat-obat tersebut digunakan harus dengan kontrol dokter, harus ada resep dokter,” jelas Vivick.

Atas ketidaktahuannya, Roy Kiyoshi pun harus mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut. Dia resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan 21 pil psikotropika.

 

Roy Kiyoshi beserta barang buktinya diamankan petugas pada 6 Mei 2020 di kawasan Cengkareng, Jakarta. Selain temuan barang bukti, hasil tes urine Roy juga menunjukkan adanya kandungan zat psikotropika jenis benzodiazepin.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Sumber Artikel