Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Menteri Keuangan di era SBY, Chatib Basri hari ini, Senin (30/7/2018) resmi bergabung sebagai Board of Advisor Hara. Dalam hal ini, blockchain Hara akan membantu petani di Indonesia meningkatkan produktivitas, memotong biaya transaksi, dan meningkatkan pendapatan mereka.

“Saya merasa terhormat menjadi bagian dari petualangan ini sebagai Board of Advisor HARA,” kata Chatib melalui siaran pers yang diterima redaksi Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Hara merupakan proyek blockchain pertama untuk menciptakan dampak sosial yang positif di Indonesia. Dengan menggunakan blockchain sebagai teknologi di balik pertukaran data terdesentralisasi pada sektor pangan dan pertanian, Hara membantu mengatasi masalah ketersediaan informasi asimetris yang menghambat bisnis dalam rantai pasokan menjadi lebih efisien dan efektif. 

“Pengembangan blockchain dan teknologi digital tidak diragukan lagi akan membantu mendorong perekonomian Indonesia melalui penyederhanaan birokrasi, memotong biaya transaksi, dan membuat proses transaksi menjadi lebih cepat,” tuturnya.

Hara percaya penggunaan teknologi blockchain dapat merevolusi sektor pertanian melalui ketersediaan data dan pemerataan informasi. Oleh karenanya, CEO Hara Regi Wahyu mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian baik pemerintah, instansi keuangan, dan organisasi non-profit untuk bergabung dalam ekosistem Hara yang berkelanjutan. 

“Kami merasa sangat terhormat dapat dibimbing secara langsung oleh Dr Basri dalam usaha menciptakan terobosan terbaru melalui teknologi blockchain yang akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Indonesia dan mendukung Indonesia mencapai visinya sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045,” tutup Regi.

Sumber Artikel