WE Online, Jakarta

Sejumlah perusahaan teknologi besar sudah melakukan tindak lanjut untuk mencegah persebaran COVID-19 di kantor mereka. Seperti Google yang menyuruh agar beberapa pegawai mereka untuk bekerja dari rumah, dan Twitter yang secara total meminta seluruh karyawannya di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah.

Beberapa perusahaan teknologi di Indonesia juga melakukan langkah serupa untuk mencegah hal-hal tersebut. Grab Indonesia melalui juru bicaranya mengatakan bahwa perusahaan tengah memberlakukan skema kerja dari rumah, dan melakukan desinfeksi kantor.

“Kami telah menutup sementara kantor kami di Jakarta untuk melakukan pembersihan menyeluruh pada 12-17 Maret. Karyawan akan bekerja dari rumah selama proses ini berlangsung,” ujar juru bicara Grab Indonesia kepada Warta Ekonomi, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga: Hai Startup, Simak Nih! 6 Faktor Ini yang Bikin Investor Jatuh Hati

Platform waralaba daring Bukalapak masih mempertimbangkan skema kerja dari rumah. Kendati demikian, Intan Wibisono Head of Corporate Communications Bukalapak mengatakan bahwa Bukalapak juga sudah mengambil inisiatif yang lain agar operasional perusahaan tetap berjalan optimal.

“Kami terus menerus memantau apabila metode kerja dari rumah (work from home) perlu diterapkan secara wajib untuk seluruh karyawan,” ujar Intan ketika dihubungi oleh redaksi Warta Ekonomi, Sabtu (14/3/2020).

Bukalapak mengklaim telah menerapkan sejumlah langkah untuk menekan angka penyebaran, sepeeti: membatasi interaksi dan pertemuan grup besar di kantor, membatasi perjalanan dinas domestik ataupun asing sementara waktu, melakukan pembersihan dengan disinfektan, hingga menyediakan masker dan penyanitasi tangan. Sementara, platform dompet digital DANA menjadikan skema kerja di rumah sebagai opsi untuk para karyawannya. 

DANAm8s dapat bekerja dari rumah atau Work From Home, dan perusahaan mengimbau mereka yang merasa mengalami gejala-gejala awal untuk langsung memeriksakan diri ke beberapa rumah sakit rujukan, seperti RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto,” ujar Agustina Samara, Chief People Officer DANA dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2020).

Aplikasi pembayaran digital OVO tidak mau merinci apakah mereka menerapkan skema kerja dari rumah. Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra hanya menyebut bahwa OVO “telah menerapkan langkah-langkah perlindungan untuk memantau dan memastikan keamanan anggota tim kami, dengan kebijakan ketat tentang perjalanan (travel) dan isolasi diri.”

“Kami juga berkolaborasi dengan mitra ekosistem kami, seperti Grab dan Tokopedia, tentang praktik terbaik untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan,” ujar Karaniya dalam keterangan tertulisnya kepada Warta Ekonomi, Sabtu (14/3/2020)

loading…

Sumber Artikel