WE Online, Jakarta

Virus Corona yang menjadi wabah global turut menurunkan permintaan ekspor yang ada di China untuk komoditas sarang burung walet. Pemerintah China memberlakukan aturan ketat pasca-virus yang berasal dari Wuhan tersebut menyebar hingga skala global.

“Permintaan di China berkurang. Mungkin karena corona, permintaan dari China berkurang,” kata Kabiro Humas Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, usai acara Talkshow with Milea: Millenials & Agripreneur di Binus University, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga: Mengulik Potensi Sarang Burung Walet

China sendiri tergolong menjadi negara dengan permintaan sarang walet cukup banyak dari Indonesia. Data Kementerian Pertanian menyebutkan, nilai ekspor sarang burung walet ke China pada 2017 mencapai US$ 40,43 juta atau setara dengan Rp560 miliar.

Sepanjang tahun 2018, ekspor sarang walet sendiri mencapai 1.291 ton atau setara Rp4 triliun menurut Badan Pusat Statistik. Di tahun 2019, data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian menyebut nilai ekspor sarang walet periode Januari hingga November 2019 meencapai Rp4,4 triliun.

Namun, menurut Kuntoro, menurunnya ekspor ke China tidak berpengaruh secara signifikan.

“Enggak terlalu. Kalau Corona sendiri kan lebih banyak ke yang produk impor. Mungkin hanya delay, tertunda saja karena pemeriksaan, karantina lebih ketat, terutama terkait produk hewan,” pungkasnya.

loading…

Sumber Artikel