WE Online, Bogor

10 gudang Amazon dilaporkan sudah ‘kedatangan’ COVID-19. Padahal, perusahaan itu tengah kewalahan menghadapi lonjakan permintaan pesanan karena masyarakat sedang dikarantina.

Tujuh gudang yang telah mengonfirmasi corona berada di Amerika Serikat (AS), sedangkan tiga lainnya tersebar di benua Eropa.

“Tujuh gudang itu berlokasi di New York, Kentucky, Florida, Texas, Michigan, Connecticut, dan Oklahoma. Para pekerja dinyatakan positif corona,” lapor outlet media lokal, dilansir dari Business Insider, Kamis (26/3/2020).

Baca Juga: Jual Masker Harga Ngawur, Amazon Tangguhkan 4 Ribu Sellernya

Hasilnya, para pekerja dan asosiasi serikat pekerja menekan Amazon untuk segera menutup gudang-gudang tersebut demi mengutamakan keselamatan karyawan.

Kelompok Advokasi Hak Pekerja, Athena membeberkan fakta, “para pekerja di gudang Amazon di Staten Island, New York (dituntut) terus bekerja, padahal fasilitas sedang dibersihkan setelah kasus corona dikonfirmasi.”

Sementara itu, satu stasiun pengiriman di Queens, New York telah ditutup sementara karena di situlah kasus corona di fasilitas Amazon pertama kali terdeteksi.

Di benua Eropa, dua gudang Amazon yang terinfeksi terletak di Spanyol, sedangkan satu lainnya berlokasi di Italia–negara dengan angka kematian corona tertinggi saat ini.

Amazon sendiri disebut masih mengoperasikan gudang walaupun sudah ada kasus infeksi corona dikonfirmasi di fasilitasnya itu.

“Amazon, seperti Trump, lambat merespons, tidak menjelaskan kebenaran dengan rinci, dan mengutamakan uang,” cerita pekerja di Jacksonville, Florida.

Sumber Artikel