WE Online, Jakarta

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menggagas program transmigrasi bernama Smart Trans. Fokus utama dari program tersebut adalah melambungkan ikatan emosional transmigran asal Jabar yang sudah menetap di daerah lain.

“Artinya, mereka tidak lepas dari akar budaya Jawa Barat,” ucap Kepala Disnakertrans, Ade Afriandi melalui pernyataan resmi yang diterima redaksi Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (13/5/19).

Menurut Ade Afriandi, pihaknya akan membantu pemerintah daerah setempat untuk memberikan pelatihan kepada transmigran asal Jabar. Tujuannya agar transmigran asal Jabar mampu mengolah hasil produksi pertanian.

“Mereka yang sudah menetap akan diberikan pelatihan keterampilan olah tanah, mengolah hasil produksi dan pasar sehingga ada transformasi untuk menjadi petani sekaligus pengusaha,” jelasnya.

Baca Juga: Mantap! ASN Pemprov Jabar Bakal Dapat Tambahan Gaji dan Tunjangan Bulan Ini, Segini Nominalnya

Pun demikian dengan masyarakat Jabar yang ingin bertransmigrasi. Disnakertrans Jabar, kata Ade, akan memberikan pelatihan keterampilan serupa. Hal itu dilakukan guna menyukseskan Smart Trans.

“Sebelum berangkat, mereka harus diberikan keterampilan, mengolah tanah, mengolah hasil pertaniannya dan mengolah pasar. Memang program ini kecil, tapi nanti akan menjadi besar dengan konsep tersebut,” ucap Ade melanjutkan.

Ade mengatakan bahwa transmigran asal Jabar menyebar di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Oleh karena itu, Disnakertrans Jabar akan memulai program tersebut dengan mengunjungi Kendari.

“Minggu depan kami akan ke Pulau Muna di Kendari karena ada sedikit kendala mengenai penempatan lokasi transmigran, asalnya dari pesisir, tapi ditempatkan di gunung,” tutupnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Mau Jadikan Bandara Kertajati sebagai Pusat Kargo

Sumber Artikel