WE Online, Jakarta

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, melantik dua orang Pejabat Eselon II Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), yaitu Ria Sartika Azahari sebagai Direktur Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah serta Lisbon Sirait sebagai  Direktur Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah.

Pada kesempatan yang sama, Menkeu juga melantik 30 orang pejabat eselon III, yaitu 9 orang pejabat Sekretariat Jenderal (Setjen) ; 12 orang pejabat DJPK; 6 orang pejabat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR); dan 3 orang pejabat Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Pelantikan diselenggarakan di Auditorium Chakti Buddhi Bakti III, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Kepada para pejabat yang dilantik, Menkeu berpesan agar mampu memimpin, mengorganisir, menginspirasi, dan memotivasi pegawai di bawahnya.  Menkeu juga berharap, mereka dapat menunjukkan kecintaan kepada NKRI dengan cara bekerja sepenuh hati dan mengukir prestasi sebaik-baiknya.

“Saya ingin sekali lagi mengingatkan, kerjalah sepenuh hati, berikan yang terbaik. Ukir prestasi, itu adalah cara satu-satunya Anda untuk menunjukkan bahwa Anda cinta dan setia kepada Negara Republik Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Republik Indonesia dengan berprestasi baik,” jelasnya.

Baca Juga: Menkeu Minta Investor Jangan Khawatirkan Pemilu 2019

DJPK merupakan salah satu unit di Kemenkeu yang memiliki peran penting dalam mengelola keuangan negara karena sepertiga dari belanja negara adalah untuk transfer ke daerah.

“Semua akan tercapai apabila kita terus-menerus memperbaiki instrumen transfer ke daerah.  Instrumen transfer ke daerah harus mampu untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah agar mereka mampu menjalankan tugas yang sangat penting yaitu melayani masyarakat,” kata Menkeu.

Kepada pejabat eselon III di DJPPR, Menkeu berharap agar mereka mampu menjaga risiko kemampuan pembiayaan keuangan negara di tengah lingkungan yang dinamis dan meningkatkan pendalaman obligasi negara. Upaya edukasi dan publikasi terkait pembiayaan negara kepada masyarakat luas juga harus ditingkatkan dengan pendekatan-pendekatan sesuai dengan karakteristik target audience yang berbeda-beda.

Selanjutnya, Menkeu ingin pejabat eselon III Setjen terus melakukan pembinaan sumber daya manusia, memperhatikan struktur organisasi yang efektif dan efisien, serta menjaga reputasi Kemenkeu agar mampu menjalankan nilai yang baik dan menjadi prime mover bagi organisasi.

Terakhir, bagi pejabat di BPPK, Menkeu berharap agar kemajuan teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi serta mampu meningkatan kapasitas dan peranan para pegawai Kemenkeu. Sebagai Corporate University milik Kemenkeu, BPPK harus bisa menjadi alat strategis bagi Kemenkeu dalam mencapai visi dan misinya.

Baca Juga: Menkeu Dukung Integrasi LHKPN dengan SPT Pajak

Sumber Artikel