Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Mantan walikota Solo itu juga tidak pelit membagi pengalamannya sebagai pengusaha.

Dia mengatakan walaupun banyak ibu-ibu pengusaha masih berskala supermikro, namun dapat meningkatkan usahanya ke tingkat lebih tinggi.

“Dulu yang jualan di rumah, kalau agak gede bisa memiliki warung, bisa memiliki toko. Mesti ke situ tahapan-tahapannya. Lebih gede, lebih gede, lebih gede. Naik turun dalam usaha itu biasa. Bangkrut dalam usaha juga biasa,” ujar Presiden.

Jokowi mengingatkan kunci pengusaha sukses yakni disipilin, baik disiplin dalam waktu, disiplin dalam menjaga kualitas produk, dan disiplin mengangsur modal pinjaman.

Pemerintah terus gencar meningkatkan sektor riil melalui UMKM.

Di tingkat nasional, PNM Mekaar telah menyalurkan bantuan permodalan mencapai Rp10,4 triliun di 30 provinsi seluruh Indonesia.

Secara keseluruhan, PNM juga telah melayani 4 juta nasabah dari 2.295 kelompok pendampingan.

Selain permodalan, pemerintah juga mendorong sektor swasta di bidang jasa teknologi digital dan situs jual beli dalam jaringan untuk bersama membantu mengangkat produk UMKM Tanah Air.

Presiden saat menghadiri Peringatan HUT Ke-9 Bukalapak di Balai Sidang Jakarta pada Kamis (10/1/2019) mengajak situs dagang online untuk mendidik UMKM dengan teknologi digital.

Dijelaskan oleh Jokowi bahwa jumlah UMKM yang ada di Indonesia sebanyak 56 juta UMKM.

Sementara jumlah UMKM yang turut diangkat oleh Bukalapak baru sekitar 4 juta pelapak.

Presiden mengingatkan pengusaha UMKM perlu meningkatkan daya tarik produknya melalui kemasan yang lebih baik dan kecepatan produksi.

“Kita inginkan agar seluruh produk-produk kita ini bisa mejeng, bisa tampil di ‘marketplace’ yang ada, namanya digital marketplace,” ujar Presiden.

Dia optimistis jika pasar produk UMKM dibuka melalui jalur online, maka produksi juga dapat mengikut permintaan.

Indonesia pun, tegas Jokowi, memiliki potensi pasar yang sangat besar. Hal itu belum ditambah dengan jaringan pasar global daring.

Kepala Negara juga mengungkap besarnya peluang bisnis e-Dagang di Asia Tenggara yang masih terbuka luas.

“Google dan Temasek memperkirakan nilai perdagangan e-Commerce 2018 sebesar 23,2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp336 triliun,” kata Presiden dalam sambutannya saat acara itu.

Jumlah tersebut meningkat 114 persen dari 2017. Sementara pada 2025 total nilai perdagangan melalui e-Dagang diperkirakan Google dan Temasek meningkat 2 kali lipat hingga mencapai sekitar 53 miliar dolar AS.

Oleh karena itu, diharapkan bantuan pinjaman modal, ketersambungan teknologi komunikasi, serta pemahaman terhadap teknologi digital dapat menjadi “booster” dalam membantu pengusaha Indonesia meraih peluang pasar itu.

Sumber Artikel