WE Online, Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan kaum muda, yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi dan program melek keuangan di masyarakat.

Untuk itu, regulator meluncurkan program Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (Aksimuda) 2019. Pasalnya mahasiswa dan pemuda emiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi, serta inklusi keuangan.

“Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan kita dorong terus untuk semakin bagus literasi dan inklusi keuangannya,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam sambutan pada acara Aksimuda 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Baca Juga: Soal Aturan Emas Digital Pegadaian, OJK Bilang Gini

Selain untuk mendukung pencapaian target indeks literasi dan inklusi keuangan sesuai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), kegiatan Aksimuda juga dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung yang jatuh pada 20 Agustus mendatang.

“Kegiatan AKSiMUDA diharapkan memberikan manfaat positif, khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia, serta mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir 2019 sebagaimana tercantum dalam SNKI,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat membuka acara itu.

Menurut Wimboh, OJK bersama industri jasa keuangan berupaya agar target inklusi keuangan dapat tercapai, antara lain dengan meningkatkan tabungan dan investasi melalui program dan produk yang menyasar segmen pemuda, yaitu Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (Simuda).

Selain itu, OJK secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, melakukan investasi pada berbagai produk keuangan, edukasi terkait risiko dan imbal hasil, serta edukasi hak-hak konsumen, yang akan terus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya.

Kegiatan dengan tema Menabung untuk Semua ini dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir, dan Country Director Asian Development Bank (ADB) Wilfried F Wickeiln.

Baca Juga: OJK Bakal Gali Hingga ke Akar Transaksi Saham Garuda, Kenapa Lagi Sih?

Pelaksanaan Aksimuda didasarkan pada data statistik tahun ini yang menunjukkan proyeksi jumlah penduduk Indonesia untuk kelompok pemuda berusia 15-29 tahun sebesar 65,8 juta atau sekitar 24,6% dari total penduduk Indonesia. Data statistik pendidikan tinggi 2018 juga menunjukkan jumlah mahasiswa terdaftar mencapai 9,8 juta orang.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK pada 2016, pemuda (usia 18-35 tahun) memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional, yaitu sebesar 32,1% (usia 18-25 tahun) dan 33,5% (usia 26-35 tahun), dan tingkat inklusi keuangan sebesar 70,0% (usia 18-25 tahun) dan 68,4% (usia 26-35 tahun).

Sumber Artikel