WE Online, Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Tendensi Bisnis (ITB) kuartal I 2019 sebesar 102,10 menunjukkan kondisi bisnis terus meningkat. Namun, optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (ITB kuartal IV 2018 sebesar 104,71).

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis yang masih baik pada kuartal I 2019 disebabkan oleh pendapatan usaha yang meningkat (nilai indeks sebesar 101,07), peningkatan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 101,97), dan peningkatan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 103,25).

Menurut dia, kondisi bisnis yang membaik dan optimisme pelaku bisnis terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha, terutama pada kategori jasa keuangan dan  asuransi dengan nilai ITB sebesar 110,78. Berikutnya diikuti pertanian,kehutanan, dan perikanan dengan ITB 105,25 dan jasa perusahaan dengan ITB 104,55.

Baca Juga: BPS: Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh 5,07%

Sementara itu, kondisi bisnis terendah terjadi pada kategori lapangan usaha pertambangan dan Penggalian dengan nilai ITB sebesar 92,04. Suhariyanto mengatakan, meskipun tidak setinggi pada kuartal I,perbaikan kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis di perkirakan masih akan dirasakan pada kuartal II 2019. Hal ini tercermin dari angka ITB sebesar 106,44.

Peningkatan kondisi bisnis diperkirakan terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha, kecuali pada kategori lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian. Perbaikan kondisi bisnis yang diperkirakan terjadi selama kuartal II 2019 disebabkan oleh adanya peningkatan order dari dalam negeri, order dari luar negeri, dan harga jual produk, dengan nilai indeks masing-masing sebesar 114,29; 101,11; dan 110,05. Sementara itu, order barang input cenderung stagnan, dengan nilai indeks sebesar 100,32.

Optimisme pelaku bisnis tertinggi diperkirakan akan terjadi pada kategori lapangan usaha transportasi dan pergudangan (nilai ITB sebesar 128,17). Sementara itu, optimisme pelaku bisnis terendah diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha pertambangan dan penggalian (nilai ITB sebesar 99,81).

Sumber Artikel