Warta Ekonomi.co.id, Yogyakarta

Presiden Joko Widodo telah meresmikan pembangunan Museum Muhammadiyah di Yogyakarta dengan melakukan peletakan batu pertama di halaman Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Presiden Jokowi meletakan batu pertama disusul oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sabtu (22/7/2017).

Museum tersebut ditujukan antara lain untuk memberi informasi komprehensif tentang sejarah dan peran Muhammadiyah, mempromosikan nilai-nilai keteladanan dan kepeloporan serta melestarikan nilai-nilai unggul dan pendokumentasian aset yang dimiliki untuk membangun karakter bangsa melalui media informasi.

“Jangan sampai kita linier, tidak berani melakukan terobosan-terobosan. Jangan sampai kita bekerja monoton dan tidak menyadari bahwa perubahan itu sudah ada. Harus berani melakukan perubahan,” jelas Jokowi.

Menurut Presiden, diperlukan inovasi, kreativitas dan jiwa kewirausahaan agar masyarakat Indonesia mampu memenangi kompetisi baik di tingkat nasional maupun global.

Kepala Negara juga mengusulkan agar metode pembelajaran di luar ruang kuliah dapat dimaknai dan masuk kepada kurikulum.

Selain itu, Presiden juga meminta akademisi dapat memupuk karakter bangsa Indonesia yang mengedepankan kerukunan dan musyawarah.

“Tentu saja karakter bangsa kita yang memegang teguh nilai-nilai agama dan budaya itu juga harus diisikan, kalau tidak nanti anak-anak kita akan kebarat-baratan karena belajarnya dari smartphone dan media sosial,” jelas Presiden menambahkan pendidikan untuk meningkatkan etos kerja yang tinggi juga perlu ditanamkan kepada siswa siswi Indonesia.

Selain meresmikan pembangunan Museum Muhammadiyah, Presiden juga memberikan kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan dengan menekankan agar perguruan tinggi melakukan inovasi dalam memberi pendidikan dan pengajaran. (VF/Ant)

Sumber Artikel