WE Online, Bogor

Amerika Serikat (AS) berniat memblokir TikTok di negaranya, setelah mempertimbangkan keputusan itu beberapa kali. Alasannya berkaitan dengan keamanan nasional.

Sebelum hal itu terjadi di AS, India sudah lebih dulu melakukan pelarangan penggunaan TikTok di negaranya, akibat konflik di perbatasan yang menewaskan puluhan tentara India.

“Saya begitu cemas kalau Tiktok menjadi alat mata-mata dan propaganda China,” ujar Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, seperti dilansir dari TechCrunch, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: WhatsApp, Facebook Messenger, IG Bakal Jadi Satu? Yang Benar??

Baca Juga: Bicara dengan Pemboikot Iklan, Zuckerberg & FB Dinilai Tak Serius

Padahal, TikTok masuk ke dalam 10 besar aplikasi yang paling menarik minat di App Store dan Play Store. Aplikasi itu merupakan rakitan ByteDance, startup yang berbasis di China. Di negara asal, TikTok bernama Douyin, punya lebih dari 2 miliar unduhan.

Jika rencana itu menjadi kenyataan, maka TikTok akan jadi perusahaan teknologi lain yang menjadi ‘musuh’ AS setelah Huawei dan ZTE versi Federal Communications Comission (FCC).

Menurut FCC, dua perusahaan telekomunikasi itu berkaitan dengan Partai Komunis dan militer China sehingga berbahaya bagi keamanan nasional.

Sumber Artikel