Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (3/10/2017) mencatat rekor baru sepanjang masa dengan ditutup pada posisi 5.939,453. Rekor tersebut terjadi setelah IHSG menguat sebesar 25,41 poin atau 0,43 persen. Rekor ISG tertinggi sebelumnya tercatat berada di level 5,190.

IHSG malah sempat bertengger di level tertingginya 5.93,47, namun juga pernah menyentuh level terendah di posisi 5.899,53. Indeks LQ45 pun ditutup menguat 4,98 poin atau 0,51 persen ke 984,81.

Investor bertransaksi senilai Rp6,1 triliun, di mana Frekuensi perdagangan mencapai sebanyak 302,031 kali transaksi, dengan volume 8,2 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Investor asing membukukan transaksi jual bersih (nett sell) senilai Rp226,52 miliar.

Sementara ada sembilan dari sepuluh indeks sektoral mengalami penguatan. Di mana, sektor pertambangan dan properti menguat paling tinggi masing-masing 1,5 persen dan 0,8 persen. Sebanyak 167 saham menguat, 165 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers, di antaranya BCIP naik Rp27 atau 34,62% ke Rp105, AKSI naik Rp125 atau 24,75% ke posisi Rp630, ASJT naik Rp125 atau 24,51% ke Rp635, CMPP naik Rp175 atau 24,48% ke Rp890, dan MYTX naik Rp30 atau 23,08% ke Rp160.

Saham-saham yang masuk top losers, yakni MFMI turun Rp185 atau 19,47% ke Rp765, TMPO turun Rp28 atau 11,67% ke Rp212, TALF turun Rp36 atau 9,73% ke Rp334, OKAS turun Rp32 atau 9,14% ke Rp318 dan PTSN turun Rp17 atau 8,5% ke Rp183.

Sumber Artikel