WE Online, Jakarta

Miliuner Amerika Serikat, Elon Musk akan meluncurkan The Boring Company di China saat kunjungannya dalam konferensi artificial intelligence (AI) di Shanghai.

Hal tersebut terungkap saat Musk berkomentar dalam sosial media. Dalam lanjutan percakapannya di media sosial tersebut, ia juga meng-iya-kan akan membangun terowongan bawah laut. Tidak hanya terowongan bawah tanah.

“Juga akan meluncurkan The Boring Company China dalam perjalanan ini,” tulis Musk di sosmed saat merespons kicauan sebuah akun yang menginformasikan rencana kehadiran Musk di Shanghai, seperti yang dilansir Reuters.

Baca Juga: Berawal dari Candaan, Perusahaan Elon Musk Raup Pendanaan Triliunan

The Boring Company berawal dari Amerika Serikat (AS) dan melebarkan sayap ke China. Terowongan dan transportasi massal super cepat memang sangat cocok untuk negara-negara dengan jumlah penduduk yang tinggi seperti China.

Perusahaan ini, sebagaimana yang dikabarkan oleh Techcrunch.com, telah meningkatkan investasi dengan melakukan penjualan saham senilai US$120 juta. Hal ini menjadikan perusahaan memiliki kapital tambahan untuk memperkuat ekspansinya. Perusahaan juga kabarnya mendapatkan kontrak komersial senilai US$48,7 juta. Kontrak pekerjaan tersebut melingkupi pembangunan dan pengoperasian “people mover” bawah tanah di Las Vegas, tepatnya di Las Vegas Convention Center.

Di AS, ada juga desain yang diajukan oleh The Boring Company yang masih di papan gambar, yakni desain sistem loop yang ambisius dari Washington DC ke Baltimore. Dari informasi yang Techcrunch lansir, dalam desain tersebut masih tidak memenuhi standar keamanan nasional. Seperti pintu darurat yang belum memadai dan standar konstruksi.

Baca Juga: Bantu Orang Lumpuh, Elon Musk Ingin Pasang Chip di Otak Manusia

Timur Tengah kemungkinan akan menjadi ekspansi The Boring Company. Dimana negara-negara tersebut, harapannya lebih akomodatif dibanding dengan negara asalnya.

Sumber Artikel