WE Online, Jakarta

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan pemberlakuan “new normal” atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan potensi penyebaran COVID-19 di pasar tradisional.

“Tim pengetesan masif COVID-19 akan mendatangi pasar-pasar tradisional di Jabar untuk melakukan tes sampel COVID-19 kepada para penjual maupun pembelinya,” kata Kang Emil, di Gedung Sate Bandung, Senin.

Baca Juga: Terkuak ‘Buku Putih Beijing’, Ternyata Berisi Laporan Awal Wabah Virus Corona di Wuhan

Ditingkatkannya pengawasan di pasar tradisional, kata Kang Emil, agar tidak terjadi gelombang kedua penyebaran COVID-19.

“Jadi yang kita takutkan yang namanya second wave ya, gelombang kedua. Tentunya minggu ini kita akan melakukan pelacakan di sekitar 700 pasar karena kami mendapati di Jawa Barat salah satu potensi persebaran yang perlu diwaspadai adalah pasar tradisional,” kata dia.

Dia mengatakan sebanyak 627 kendaraan sudah disiapkan menjadi sarana pengetesan COVID-19 secara keliling. Dibantu oleh TNI dan Polri. Selain itu, pihaknya akan melakukan random sampling di 700-an pasar tersebut, yang 500 pasar diantaranya dikelola pemerintah, sedangkan 200 pasar lainnya adalah pasar pribadi.

Sumber Artikel